
Tiap bulan saat aku terlambat datang bulan beberapa hari saja aku langsung melakukan test dengan testpack. Aku tidak sabar ingin segera punya momongan. dan justru hal itu membuat pikiranku stres dan sedih. Suamiku selalu mencoba menghiburku agar aku menikmati saja jalan kehidupan ini. Belum waktunya dikasih kepercayaan, disuruh menghabiskan waktu berduaan untuk pacaran, begitu katanya.
Saat usia pernikahan kami sudah delapan bulan aku terlambat datang bulan beberapa hari tapi aku tidak berpikir kalau aku hamil. Seolah dibuat lupa oleh Yang Maha Kuasa. Santai rasanya, tidak ada keinginan menggebu-gebu mengharapkan kehamilan seperti bulan-bulan sebelumnya.
Hanya saja aku berkali-kali kekamar mandi karena kebelet pipis dan itu terus-terusan. Biasanya saat anyang-anyangen aku mengikat jempolku dengan karet dan setelah itu akan sembuh. Tapi kali ini Setelah jempol kakiku kuikat dengan karet aku masih saja kebelet pipis terus-terusan seperti orang anyang-anyangen. Sampai aku capek bolak-balik ke kamar mandi.
Juga setiap aku menggosok gigi, gigiku selalu berdarah. Dan tiap malam kakiku selalu kram. Sebelah kakiku menjadi keras dan menegang. Otot-ototnya seolah dicabut ke atas. Biasanya tengah malam gejalanya datang dan aku langsung merintih kesakitan. Suamiku kaget dan langsung bangun kemudian refleks memijit kaki yang sedang ku pegang. Tapi pijatan tangan suamiku itu justru membuatnya semakin sakit.
"ojok kersane..., huhu hu.... sakit....hu......" (Jangan..... biarkan saja...!) Aku menangis kesakitan beberapa menit karena rasanya sangat sakit. Suamiku hanya memandangiku saja karena tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya sedikit demi sedikit rasa sakitnya berangsur menghilang dan kakiku melemas seperti sedia kala.
Ketika aku sadar jika haidku belum datang juga padahal waktunya sudah lewat beberapa hari. Aku pun segera meminta suamiku untuk membeli testpack di apotek lagi. Meskipun ada rasa takut jika hasilnya negatif seperti yang sudah-sudah tapi aku tetap ingin
mencobanya lagi.
Pagi harinya ketika akan solat subuh aku mengambil testpack dengan dada berdegup karena takut tapi rasa penasaran ingin tahu yang sebenarnya. Ku tampung urine di dalam cekungan telapak tanganku bukan dalam wadah seperti yang biasa dilakukan kaum hawa pada umumnya. Kupejamkan mataku saat menaruh alat kecil itu di dalam air kemihku. Kutunggu beberapa detik sambil menggigit bibir karena takut hasilnya tak sesuai harapan.
Ternyata garis dua, ohhhh....,.. terima kasih ya Alloh Alhamdulillah.,... Senangnya, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
__ADS_1
Suamiku yang baru pulang dari solat subuh di musholla langsung bertanya padaku bagaimana hasilnya.
"Positif...." jawabku sambil memeluknya. Air mata bahagiaku tumpah begitu saja dalam rengkuhan suami tercinta. Seakan tak percaya karena mendapatkan kepercayaan dari Alloh yang telah menganugerahkan kehidupan di dalam rahimku.
Ia mengeratkan pelukannya kemudian mengusap kepalaku dan mencium rambutku. Kami bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya. Berdoa dengan suara lirih semoga Alloh menjadikan dia anak yang Soleh, yang bertakwa kepada Allah dan taat kepada rasulnya, semoga menjadi penyejuk hati bagi kami kedua orang tuanya.
Suamiku kemudian mencium perutku dan berdoa
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Kami mengabarkan berita gembira itu pada keluarga kami dan semua menyambutnya dengan gembira terutama kedua orang tua ku karena ini adalah cucu pertama untuk mereka.
Hari-hari kami berjalan seperti pasangan pada umumnya. Pertengkaran-pertengkaran kecil kerap mewarnai rumah tangga kami. Semua itu karena emosiku yang meledak-ledak juga karena keras kepala yang mendominasi pikiranku. Untungnya suamiku selalu bisa bertahan dan bersabar.
__ADS_1
Ia adalah orang yang paling sabar yang perbah kukenal tapi aku masih saja tak tahu diri malah sering marah-marah tak jelas padanya. Aku mendiamkannya saat marah, aku ingin dia tahu apa yang terbersit dalam hatiku. Harusnya tuh dia tahu apa yang aku mau. Begitu bodohnya diriku.
Sedangkan Tuhan yang Maha tahu apa yang ada didalam hati manusia saja masih ingin mendengar ungkapan rasa cinta makhluknya lewat lisan.
Bacaan alfatihah dalam solat itu wajib hukumnya dilafadzkan. Tidak sah solat seseorang jika tidak membaca Al fatihah. Menurut para ulama, kandungan Surat alfatihah adalah pujian, ungkapan rasa cinta dan kepasrahan seorang hamba. Jika Alloh yang Maha tahu segala sesuatu nya saja minta makhluknya untuk mengungkapkan perasaannya dengan lisan, aku malah bertindak bodoh dengan memaksa suamiku yang hanya seorang manusia biasa untuk mengerti isi hati dan pikiran ku.
Pernah suatu malam aku marah karena ia pergi ke rumah orang tuanya dan tidak pulang-pulang. Aku membukakan pintu dengan mengkerutkan bibirku, tak mau melihatnya dan tak mengajaknya berbicara. Pokoknya aku marah.
Aku langsung naik ke atas tempat tidur dan tidur terlentang karena pinggangku terasa sakit saat tidur miring. Maunya tidur membelakangi tapi apalah daya sepertinya si baby tak ingin berbuat demikian pada ayahnya .
Suamiku tahu kalau aku sedang marah tapi tak tahu apa kesalahannya. Karenanya ia tak berani mendekatiku. Ia pun berniat ikut tidur di sampingku tapi saat melihat perutku ia diam sesaat membuatku ikut melihat ke arah pandangnya. Ternyata perutku sedikit menyembul. Sudah buncit ternyata dan aku baru menyadarinya.
Suamiku dengan takut-takut kemudian memegang perutku dan berbisik disana. Berdoa untuk anaknya dengan memejamkan matanya. Lama...sekali sampai akhirnya ia mencium perutku dengan menempelkan bibirnya beberapa detik.
%%%%%%%%
Suakno ne bojoku. Tak uring-uring terus....
__ADS_1
Maaf nggeh yah...... maaf maaf maaf beribu maaf untuk semua keegoisanku yang dulu-dulu. Semoga makin tua makin sabar dan bijaksana nggeh yah