Misteri Cinta

Misteri Cinta
melekan


__ADS_3

Satu persatu teman-teman sepondok dijemput dan pulang ke rumahnya masing-masing. Beberapa anak yang berasal dari luar pulau Jawa juga pulang ke tempat kakek nenek mereka yang ada di daerah sekitar situ.


Untuk tahun ketigaku ini aku ingin merasakan lebaran di pondok. aku ingin membantu di ndalem sedikit-sedikit karena aku memang tidak bisa apa-apa.


Sampai malam ke 25 Hanya tertinggal tiga orang anak yang masih bertahan di pondok. Aku ,Yayuk dan mbak yuli. Dan Ternyata ada hal yang tak pernah kuduga sebelumnya, cacak-cacak masuk ke pondok putri dan beraktifitas di sana bila tidak ada santri putri, mandi dan tidur di kamar pondok putri.


Mulai sejak saat itu aku pindah ke kamar anak-anak ndalem yang dekat dengan kediaman yai dan. Aku membantu Yayuk dan mbak yuli memasak. Benar-benar hanya membantu karena aku memang tidak bisa memasak. Membantu mengupas bawang, menaruh nasi yang sudah matang ke dalam magic com untuk makan keluarga ndalem dan membawanya ke ruang makan. Untuk membuat bumbu atau menaburkan garam ke dalam masakan aku sama sekali tidak berani.


saat malam hari kami duduk di depan kantor sambil makan-makan dan cacak-cacak tiba-tiba masuk kemudian mengobrol sendiri di dekat tangga dan sebagian didepan kamar A.


"joget iku oleh pokoke sikile gak berpindah tempat" cak habibi berargumen


"joget sikile gak atek berpindah tempat niku yok nopo cak bibi?" tanyaku dari jauh karena penasaran

__ADS_1


cak bibi kemudian mulai berdiri sambil melenggak lenggokkan badannya tanpa berpindah tempat.


hahahaha...,....hahahaha....,


semua yang menyaksikannya tertawa terbahak-bahak melihat aksi konyol cak bibi


"pokoke gak oleh, sesuatu seng nggarai nglalekno Gusti Alloh iku harom" kata cak Halim


"Mangkane wong nek joget iku lak awake meliuk-liuk iku polake kesulut Geni neroko" waduh bahasane kok Jero iki, soroo-soroo. ajur Jum wkkkkk


.


.

__ADS_1


Suara takbiran menggema di seluruh alam semesta. Akupun ikut menyenandungkannya pelan. Saat malam takbiran itu cak Noto masuk ke pondok putri dan memberi pengumuman kepada segelintir anak yang masih tersisa.


"Sopo Iki seng gorong zakat?"


"pean wes ta an?" tanya cak Noto padaku


"sampun" karena aku baru saja mengambil uang recehankiu yang kusimpan dalam botol shampo bekas. uang senilai 9000 saat itu yang setara dengan harga beras 3kilogram. kalau aku tau bakal ada kayak gini mending tadi aku nggak usah ngambil uang celengan, jiwa kemiskinan ku meronta-ronta, maklum uangku tinggal amat sangat sedikit


Mbak Yuli dan Yayuk memasak makanan untuk ambeng esok hari ketika selesai solat id. hanya satu Asahan besar dengan lauk bermacam-macam.


mbak Yuli menyuruh aku dan Yayuk untuk tidur karena melihat kami sudah begitu mengantuk dan dia akan meneruskan nya sendiri. Aku merasa nggak enak tapi mataku sepertinya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.


setelah solat subuh aku melihat ke dapur dan ternyata makanan dalam nampan untuk Asahan solat id sudah siap. Makanan untuk keluarga ndalem pun sudah siap. mbak Yuli benar-benar melekan.

__ADS_1


ketika solat id sudah selesai ditunaikan dan Khotib sedang membaca khutbah mbak Yuli langsung keteklak ketekluk. Kepalanya seperti tidak bisa ditegakkan. Jatuh ke bawah, miring ke kiri miring ke kanan. Aku yang duduk disebelahnya tidak konsentrasi mendengarkan khutbah karena asyik memperhatikan mbak Yuli. kadang kepala dan badannya hampir terjungkal dan aku reflek akan menariknya tapi ternyata mbak Yuli langsung tersadar sebelum tangan ku sampai kepadanya. Aku sendiri yang sibuk e a e e saat mbak Yuli seperti mau jatuh


__ADS_2