Misteri Cinta

Misteri Cinta
takziran


__ADS_3

" ciye seng mari disambang ....." kata deni, anak penjaga wartel


aku menarik ujung agar bisa memberi kesan senyum di wajahku. Kemudian segera kembali ke pondok. Semoga tidak ada rumor aku pacaran setelah ini. Bisa berabe gue....


Sesampainya dipondok mbak kum dan jeng kar langsung menyerbuku.


" kajange dadi tonggoku rek....." kata mbak kum


" opo seh mbak kuum..." aku risih dengarnya


" ciye disambang...." kata jeng kar ikut-ikutan


"Lapo harjo mrene. Ngomong opo arek e..."


"mbak kum ojok ngomong jenenge langsung. gak enak aku. Jeje ngunu ae lho"


" kok apik jeje padal jenege ndeso!"


" awakmu seneng mbari areke ta?"


" biasa ae..." jawabku


" ojok ngunu seneng ae atek gak gelem ngaku...." kata jeng kar


Kedua sahabatku itu tak habis-habisnya menggodaku. Gara-gara keusilan mereka aku jadi mikirin dia kan.... yah siapa juga nggak suka ketika orang lain menyukai kita. Dia juga nggak minus-munus amat. Kalau ada yang benci sama kita tuh... baru kita sedih.


Dia bukan tipeku sih tapi ya... lihat saja gimana jalannya takdir. Kalau secara fisik aku nggak pernah punya kriteria khusus. Yang ganteng apa yang manis apa yang sipit yang mancung. Nggak pernah sampai mikirin.

__ADS_1


Aku berdoanya cuma pingin suami pendiam, yang sabar karena aku cukup cerewet dengan orang-orang yang dekat denganku. Jadi aku pinginnya nanti aku yang cerewet yang marah-marah sama anak-anak sedangkan suamiku yang kalem dan ditakuti, disegani anak-anakku.


Lihat nanti sajalah.


.


.


Beberapa hari belakangan dipondok sedang hot-hotnya membicarakan takziran pacaran, antara teman kami yang seangkatan, ruqoyyah namanya dengan hadi anak kampung. Mereka memang santer dikabarkan pacaran.


Mbak ruq adalah anak yang manis parasnya sedangkan hadi ini juga cukup lumayan terus dia juga punya kepercayaan diri yang besar sekali. Itu terlihat saat kami seluruh anak MA berkumpul untuk memperingati Isro' mi'roj atau acara-acara besar lainnya ia kerap kali mengacungkan tangan untuk bertanya banyak hal. Meski menurutku secara pribadi pertanyaannya terlalu dibuat-buat padahal jawabannya sudah dijelaskan oleh para nara sumber dengan sangat detail.


Sepertinya ini adalah pertama kalinya ada takziran pacaran di pondok kami. kalau di pondok selatan sudah sering katanya.


" Ruqoyyah jarene kajange ditakzir?" tanya jeng kar


" jarene pas dadi panitia bareng acara perpisahan wingi"


" awakmu lak yo dadi panitia se? pacarane yok opo?"


" aku gak ngerti jeng. mbak lel yo nggak jelasno yok opo yok opoe" kataku


" jarene di ambung iyo tah?"


"gak roh lah. pas iko mek lungguh cidekan ngunu ambek madahi jajan. terus hadine nawani jajan nang mbak ruq - arepa yang?- mbak ruq mek geleng-geleng tok"


" heh yang...? glani se kendele..."

__ADS_1


" sido kapan seh nakzire"


"rencanae minggu mene, mari takzirane arek lanang-lanang"


"lha iki seng ditakzir mek ruqoyyah tok, hadine gak lak an?"


"iyo mek mbak ruq tok talah jeng...wong hadi arek njobo kok"


"nek nang pondok kidul iku yok opo seh takzirane?" tanyaku penasaran


" jarene seh nyapu nang ngarepe masjid sampek ngarepe daleme abah ip ambek ditabuhi arek lanang-lanang"


" iyo tah?" aku membayangakan pasti sngat malu itu yang ketakzir


" tambah jarene arek-arek lanang iku tambah mbuaki sampah e..."


" ya Alloh saknone.... mindahne isine yo!"


.


.


Hari Minggu pagi sebelum ro'an dimulai sekitar pukul setengah tujuh takziran santri putra yang merokok sudah dimulai.


Santri putri pun tak ketinggalan ikut menyaksikannya. Begitupun denganku. kami melihatnya didepan pintu kantin.


salah satu santri putra sudah masuk ke dalam tong super besar yang berisikan peceren didepan pintu dapur yang bisa dilihat dengan jelas dari arah mana saja. Mungkin hukumannya itu hanya sepuluh menitan tapi mereka pasti akan berpikir ulang ketika akan merokok lagi karena hukuman yang memalukan itu.

__ADS_1


kongkom banyu peceren dilihat seluruh santri baik putra maupun putri dan itu sudah cukup untuk mencoreng nama baiknya karena melanggar peraturan pondok


__ADS_2