
"Sopo jenenge?" tanya pak Ansori
Aku pun menyebut namanya kemudian pak Ansori bertanya lagi siapa nama panjangnya.
"Mboten semerap, kadose mung ngoten niku mawon"
" Yanggal lahire?"
" Mboten ngertos e pak"
Au dulu pernah bertanya seperti itu pada pak Ansori saat pertama kali dia mendekatiku dan beberapa hari setelah itu pak Ansori baru memberi jawaban kepadaku
"Yo gak apik Yo gak elek" begitu kata beliau.
Saat Diniyah sudah usai aku menunggu pak Ansori yang sedang mengajar anak-anak di kelas awaliyah.
Pak Ansori langsung tersenyum saat melihatku. Aku menceritakan mimpiku dan pak Ansori langsung mengatakan padaku, sebaiknya tidak usah diteruskan, begitu ucap beliau.
Aku berterima kasih pada pak Ansori yang sudah mau mendengarkan curhatanku dan memberi solusi atas kegelisahanku.
Aku pun semakin mantap untuk menata perasaanku yang mulai tak biasa dan kembali menghadapi hari-hariku tanpa merasa bersalah karena menolaknya. Ternyata ada sesuatu yang seperti hilang dalam genggaman. Hatiku kosong. Apa sekarang hatiku menginginkannya. Menginginkan hubungan lebih seperti yang ia minta. Entahlah hatiku terasa gelisah. Apa mungkin hati ini sudah mulai menaruh rasa padanya tanpa seizin tuannya?
__ADS_1
.
.
.
.
.
Haul Jam'ul jawami' akan diselenggarakan sebentar lagi. Hajatan pondok tiap tahunnya memberi euforia tersendiri bagi masyarakat maupun para santri. Semua santri bersemangat merencanakan agenda-agenda acara yang diadakan tiap tahunnya itu. Keluarga ndalem pun sibuk mempersiapkan semuanya.
Tiap kamar berlomba menghias kamarnya masing-masing dengan tulisan maupun hiasan seadanya.
Seksi kegiatan sudah menuliskan nama-nama santri yang ikut BKR alias bagian kora-kora, santri yang menerima tamu dan yang membantu di bazar lengkap dengan hari dan waktunya.
Pengurus juga sudah mempersiapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh tiap santri yaitu diperbolehkan keluar pada malam hari bakda isya dengan memakai kerudung almamater dan paling lambat kembali ke pondok pukul 9 malam.
.
.
__ADS_1
.
Suasana hiruk pikuk terdengar sejak pagi di wilayah Kedung maling, bukan hanya di pondok Utara saja tapi juga di pondok selatan, pondok Abah Ib dan mbah nyai Khusnul, juga di sepanjang jalan Kedung maling.
Acara sema'an Al qur'an bil ghoib terdengar mengalun dari masjid, tiap pagi selama tiga hari berturut-turut. Tamu-tamu yang terdiri dari para wali santri maupun para alumni berdatangan silih berganti sowan ke ndalem kemudian biasanya mereka akan ke pondok atau ke makam mbah yai Ismail Ibrahim yang berada di belakang pondok putri utara di area sekolahan.
Bakda Maghrib ada pertemuan dari IPpnu se Jawa timur yang akan membaca tahlil dan istighosah. Malam Hari pertama bakda isyak adalah malam solawatan. Tiap pondok putra dari Utara, selatan dan pondok Abah Ib akan unjuk kebolehan di masjid. Semua bersenang-senang hari itu tapi sayangnya kami yang dari pondok putri utara tidak diperbolehkan keluar untuk menyaksikannya secara langsung. kami hanya bisa mendengarkan suaranya dari jauh dan aku mendengarkannya dari lantai tiga di tempat jemuran bersama beberapa teman.
Sorak sorai terdengar saat ada vokalis yang suarana sangat merdu menusuk ke relung kalbu ditambah wajah tampan rupawan membuat para santri putri mengeluarkan suara untuk menunjukkan kekagumannya.
Hari kedua bakda isyak adalah dzikir Saman kemudian hari terakhir adalah pengajian.
Pada hari ketiga aku baru keluar untuk jalan-jalan setelah isyak sekitar jam 7 malam. Aku juga ingin menikmati gebyarnya dunia . Melihat orang yang berjajar menawarkan baju, kerudung, accecoris , hiasan dinding, bunga, kaligrafi, makanan dengan berbagai gaya dan cara untuk menarik pembeli. Meskipun pada akhirnya aku hanya membeli jagung bakar yang kiosnya berada tak jauh dari masjid karena minimnya budget.
Karena itu adalah hari terakhir, kemacetan tak dapat dihindari. Jalanan dari ujung gang depan yang ada disebelah timur maupun sebelah barat amat penuh sesak dengan manusia. Kami berjalan seperti siput yang tak kunjung bergerak.
Dan diantara banyaknya manusia aku melihat sosok Harjo dan cak Imam berjalan berlawanan arah denganku.
deg,
Berani-beraninya dia kesini, awas saja kalau dia sampai nyambang aku lagi, akan kumaki-maki dia,
__ADS_1