
Hari Sabtunya kami baru iring-iring ke rumah mertuaku sekaligus budeku. Aku sudah sering kesana tapi kali ini aku datang sebagai menantu keluarga itu. Kalau suamiku datang ke rumahku bersama rombongan pengiring dengan naik mobil sedangkan aku beserta pengiringku berjalan seperti pawai menuju rumahnya yang jaraknya memang tak seberapa jauh. Kalau kata guruku Jogja, Njujug saja.
Sampai disana aku merasa malu jika hanya duduk saja di ruang tamu maka aku memilih langsung masuk ke dalam rumah dan ikut membantu menata piring dan jajan. Tidak ada acara ramah tamah atau apa, hanya sekedar makan-makan bersama saja.
Ketika para pengiring pulang aku bahkan masih di dalam rumah. Aku merasa ditinggalkan sendirian, kenapa mereka tidak memanggilku bahkan untuk sekedar berpamitan dan bersalaman?
Aku dibawa masuk ke dalam kamar yang paling depan. Ada kakak ipar ku yang bernama Nur khasanah ikut duduk di kamar kami. Ia adalah orang yang supel, mudah bergaul dan ramah. Aku merasa bahagia karena diterima menjadi anggota baru di rumah itu.
__ADS_1
Mbak Nur bercerita kepada kami bahwa ketika para tetangganya bertanya ia mau pergi kemana mbak Nur berkata bahwa ia akan pergi ke pernikahan mertuanya. Aku mengernyitkan kening ku, kok mertua?
Para tetangganya mbak Nur juga heran mendengar perkataan mbak Nur kemudian mereka bertanya, "mertua pean nikah lagi ta?"
wkwkwk......
Setelah agak lama mbak Nur bercerita banyak hal pada kami kemudian ia pamit dan menyuruh kami tidur karena hari sudah malam.
__ADS_1
Cak Im masih di pondok waktu itu. Saat melihat mbak Nur ia langsung ingat kakaknya yang sudah menduda beberapa lama. Cak Im kemudian mencari informasi tentang mbak Nur yang menurut rumor saat itu sudah punya pacar. Setelah yakin mbak Nur dari keluarga yang baik ia mengajak temannya untuk berkunjung ke rumah orang tuanya mbak Nur. Disana ia ditemui langsung oleh pak Dul ayahnya mbak Nur dan Cak Im menyatakan niatnya untuk melamar mbak Nur untuk abangnya.
Pak Dul saat itu tidak langsung menjawab. Ia meminta waktu. Tak berselang lama kemudian pak Dul datang ke pondok dan meminta agar Cak Hambali dan keluarga datang untuk melamar secara resmi.
Cak Hambali adalah duda cerai yang tak memiliki anak. Ia bercerai dengan mantan isterinya kemudian digunjing para tetangga. Mereka mengatakan bahwa cak Hambali bercerai karena tak bisa on fire.
Kabar itu sampai pada Cak Im dan membuat nya marah. Ia ingin cak Hambali segera menikah lagi dan membuktikan bahwa yang mereka tuduhkan adalah salah. Itu alasan suamiku saat nekat melamar seorang gadis untuk abangnya padahal dia sendiri masih membujang.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai disitu, setelah pak Dul menyatakan menerima pinangan tersebut masalah muncul dari cak Hambali yang tidak mau menikah saat itu. Mungkin ia masih merasa trauma dengan pernikahan sebelumnya dan belum sembuh batinnya. Mereka terlibat cekcok karena cak Hambali bersikeras tidak mau menikah. Apalagi dia belum tahu wajah juga sifat-sifat gadis yang dilamar oleh adiknya. Ia malah mengatakan kepada Cak Im agar ia menikahi mbak Nur untuk dirinya sendiri.
Dengan berbagai upaya dan memberi pengertian pada abangnya yang keras kepala itu akhirnya Cak Hambali pun mau datang ke rumah pak Dul. Setelah melihat mbak Nur yang cantik dan seksi itu, Cak Hambali pun tak bisa menolaknya. Langsung jatuh cinta