
Aku melangkah menuju kantor putri setelah meletakkan sandal dan kitabku di dalam kamar.
Aku membuka pintu kantor pelan-pelan karena sedikit gusar. Siapa yo? Hatiku berdebar-debar. Kepalaku masuk terlebih dahulu karena terlalu penasaran.
tweweweweng weng wengweng weng...
Harjo....? ngapain coba? Duuhhh aku kan pengurus gimana kalau anak-anak mengasumsikan kami pacaran. bisa - bisa kena takzir aku. Ada- ada saja sih harjo ini.
Aku masuk ke dalam kantor pelan-pelan kemudian duduk berhadapan dengan meja sebagai pembatas kami. Aku melihatnya sebentar sambil mengerutkan keningku, berharap dia akan menjawab pertanyaan dalam hatiku, kenapa kesini? Tapi nampaknya dia tak faham.
Aku tidak canggung, hanya saja berduaan dengan seorang lelaki membuatku tidak nyaman Meskipun pintu depan terbuka lebar. Lagian aku tidak tahu apa maksud dan tujuannya.
" Pean ngaji ta niki wau?" katanya setelah beberapa saat kami diam
"enggeh. wonten nopo?"
" maksute?" dia bertanya balik
Dia ini pura-pura nggak tahu apa gimana sih, batinku. Aku ini nggak pandai bicara kalau ditanya seperti itu aku harus gimana menjelaskannya.
__ADS_1
Aku diam saja tak menjawab bingung harus ngomong apa. Kalau boleh aku maunya bilang. Tolong jangan datang lagi ke sini tapi itu pasti menyinggung perasaannya.
Pintu dalam dibuka oleh anak-anak. Ada yang hanya menutupi kepalanya dengan iket handuk bahkan ada yang hanya menutupi kepalanya dengan telapak tangan. Otomatis aurot mereka terlihat oleh harjo yang posisinya menghadap ke dalam ke arah barat dan aku mengahadap ke arah timur tempatnya orang lalu lalang
Ada beberapa anak yang mengintip mencoba melihat aku disambang siapa karena itu termasuk langka dan karena jiwa kepo mereka meronta-ronta.
Aku melihat mereka sambil senyum-senyum karena ulah absurd mereka dan karena malu pada cak harjo. Bagaimana pemikirannya tentang santri putri di pondokku. Karena yang mengintip lebih dari dua otomatis cak harjo bisa melihat aktifitas santri putri yang sedang berjalan kekantin di dalam pondok tanpa memakai kerudung sambil bercanda ria.
Cak harjo melongo melihat mereka. Mereka malah bergantian mengintip sambil tertawa cekikikan, bikin malu saja kalian.
" heh tutup tutup, ketok ilo...." teriak seseorang, sepertinya mbak-mbak yang mengingatkan krucil-krucil untuk segera menutup pintu karena banyak santri putri yang lewat disitu tanpa menggunakan kerudung.
Setelah pintu sudah tertutup kembali aku memintanya untuk ke wartel dan aku berjanji akan menemuinya disana.
" aku kembali ke kamar untuk mengambil topi untuk ku titipkan pada harjo agar diberikan kepada keluargaku. Aku mendapatkannya dari kakaknya adik kelasku. Dia cute banget dan mau saja topinya ku minta. ( Duuh kalau ingat dulu... aku kok nggak malu ya minta-minta topi sama cowok yang baru kukenal hanya karena aku dekat dengan adiknya dan pingin banget punya topi)
" enten nopo?" tanyaku ketika aku sudah sampai di wartel dan duduk dikursi yang ada disebelahnya
" mboten angsal mriki ta?"
__ADS_1
" mboten ngoten... be e teng griyo enten kabar nopo ta nopo" jawabku nggak enak hati. Aku jawab gitu aja dia seperti ngambek gimana kalau aku bilangnya jangan kesini lagi. Mbetutut palingo....
Dia pandai mencari tema obrolan sehingga kami bisa berbincang-bincang dengan santai. Nggak ada debaran-debaran gimana.... gitu karena dia bukan tipeku. Dia terlalu banyak ngomong. tapi nggak masalah karena dia punya kelebihan, sudah kerja, dekat dengan pamanku dan wajahnya lumayan.
" Aba ya nek nimbali kulo ae yon dion" katanya
"brmphhh...." aku menutup bibirku untuk menahan tawaku, narsis banget sih jadi orang.
" gak ngandel ya....pean tanglet lare-lare ta!"
" enggeh- enggeh ngandel" jawabku masih sambil senyum dan berusaha agar tawaku tidak meledak.
ok lah aku maklumi karena dia punya beberapa poin positif kalau nggak... heeeeee.... udah tak cincang- cincang kali ini orang.
************

__ADS_1
ini nih dion yang kami bicarakan. Anjasmara dalam sinetron tersayang yang bermain bersama jihan fahira.
Harjo memang Sedikit mirip sih sama dion. dia punya godek seperti dion. itu tuh rambut yang tumbuh didepan telinga sampai kebawah hampir menyentuh tulang pipi. Nggak persis plek se.... mirip gitu aja