Misteri Cinta

Misteri Cinta
pengurus


__ADS_3

Kami resmi menjadi pengurus pondok setelah disahkan oleh neng niroh dalam acara khitobah yang digelar setiap hari kamis tiap dua minggu sekali. Nama semua pengurus dan seksi dibacakan, seksi kebersihan, keamanam, seksi kegiatan dan lain-lain


Mbak Leli juga langsung mengumumkan peraturan baru. Salah satunya adalah larangan membawa masuk majalah dan yang melanggar akan di takzir. Jadwal ke pasar akan di roling dari kamar A, B, dan C. Kamar D, E, dan F. Lantai bawah akan diwakili oleh dua orang dari salah satu kamar.


Anak-anak diam saja sambil mengerucutkan bibirnya. Mereka tidak berani protes langsung dengan peraturan yang dibuat oleh ketua pondok yang baru. Bukan karena setuju dengan semua peraturan yang telah diumumkan itu tetapi karena kharisma mbak leli yang menakutkan.


Setelah acara khitobah selesai anak-anak bubar sambil berteriak kesal. Jadwal ke pasar tiap minggu biasanya diwakili dua orang dari tiap-tiap kamar. Dengan peraturan yang baru otomatis kami semakin tidak bisa kemana-mana.


kalau anak pondok selatan masih bisa cuci mata karena sekolah dan diniyahnya tetap ke pondok kami yang berada di utara. Mereka masih bisa menyelinap ke kampung walau sekedar ke warung atau ke toko yang berada di kawasan jalan pondok.


Sedangkan santri putri pondok utara tempatku ini, sekolah di dalam komplek kami, diniyah juga di dalam komplek kami, semua keperluan santri putri juga sudah disediakan di kantin, Alhasil kami benar-benar seperti terpenjara.


Aku sih biasa saja. Bukan karena aku termasuk jajaran pengurus tapi karena aku tidak suka keluar dan menjadi perhatian. Lagi pula aku juga tidak punya banyak uang yang bisa kuhamburkan di pasar untuk sekedar jalan-jalan.


Mbak leli si ketua pondok yang baru adalah siswa terpandai di sekolah saat ini menggeser posisi mbak Ana. Ia punya keahlian mengendalikan diri yang baik. Jiwa kepemimpinannya mungkin ditirunkan dari ayahnya yang seorang kepala sekolah, dan kakeknya yang seorang kyai. Pengetahuannya tentang agama juga tak perlu diragukan lagi. Ia bisa mengintimidasi seseorang hanya dengan pandangan matanya. Posisi ketua pondok sangat cocok diduduki olehnya. Ditambah lagi postur tubuhnya yang cukup gemuk dan kaca mata yang bertengger di hidungnya. perfect

__ADS_1


Sedangkan tugasku adalah mengumpulkan uang kas setiap malam kamis dari tiap santri putri dengan mengunjungi tiap kamar. Uang kas itu biasanya digunakan untuk lomba agustusan, akhirussanah, untuk membeli peralatan ro'an, bersih-bersih dan lain-lain.


.


.


Aku sedang duduk-duduk bersama dengan krucil-krucil di belakang kantor santri putri. Kami duduk santai berleha-leha setelah makan. Melihat anak-anak yang hilir mudik ke kantin dan yang ke kamar mandi.


"mbak rotin..... !!!! mbak rotin mau nang endi se?"


wkwkwkkw


"nggilani,"


wkwkekkkek

__ADS_1


kata-kata itu sudah menyebar ke suluruh pondok putri. Tidak semua mau mengatakannya tapi itu sudah memenuhi hari-hari kami. Hampir setiap saat kami mendengarnya. kata-katanya sebenarnya biasa saja, atek nyuwek irunge iku lo, nggilani.


"mbak aini selamat ulang tahun...!" ika tiba-tiba menghampiriku sambil memberi kado kepadaku.


"waaah terima kasih...." ucapku.


"wah selamat ya mbak. semoga segera ketemu jodohnya!" kata anak-anak lain yang duduk di sekitarku.


ika kemudian duduk di dekatku


"kok ileng nek saiki ulang tahunku?"


"pean kan pernah crito nek tanggal lahir pean iku tanggal 23 juli tapi ndek akte pean tgl 6 september...."


so sweetnya......

__ADS_1


__ADS_2