Misteri Cinta

Misteri Cinta
liburan


__ADS_3

Begitu kembali dari liburan Syawal aku langsung memindahkan seluruh barang-barang yang ku punya dari kamar A ke kamar ndalem. Aku membantu memasak, membuat es, menyiapkan peralatan makan keluarga ndalem dll. Aku resmi menjadi anak ndalem yang punya beberapa keistimewaan diantaranya yaitu tidak perlu membayar uang makan, solatnya bebas tidak harus berjamaah di lantai atas, makanannya lebih banyak sayurannya dan lebih bervariasi.


Setelah beberapa bulan menjadi anak ndalem aku meminta ganti tugas untuk mencuci pakaian ndalem saja karena aku jengkel pada kakak kelasku. Namanya Watun


Gara-garanya saat itu, aku yang sudah selesai menaruh nasi untuk keluarga ndalem dari dandang ke magic com di bentak olehnya.


"Sing resik An!" Katanya kemudian mengambil dandang yang sudah kutaruh di tempat cucian dan membersihkan nasi-nasi yang masih tersisa. Tidak banyak hanya beberapa saja dan itupun menempel di pinggiran dandang sehingga aku kesulitan mengambilnya.


Aku jadi kesal. Entah kenapa beberapa hari itu dia sensi padaku dan berkali-kali marah padaku.


Setelah mendapat persetujuan aku pun beralih tugas menjadi tukang cuci. Tugas utamaku adalah mencuci kemudian, menjemur dan melipat pakaian keluarga ndalem. Terkadang ada beberapa pakaian yang harus disetrika tapi itu hanya beberapa. Kebanyakan neng atau Gus akan menyetrika pakaiannya sendiri-sendiri.

__ADS_1


Pengalamanku saat mencuci pakaian keluarga ndalem adalah harus memisahkan sarung-sarung BHS milik Abah dan gus-gus dengan baju-baju lainnya karena sarung jenis itu tidak perlu dicuci menggunakan sabun cukup dibilas dengan air yang banyak.


Menjemur sarung yang konon katanya terbuat dari sutra itu juga memerlukan perlakuan khusus. Harus dijemur ditempat yang teduh tidak terkena matahari secara langsung. Menggunakan batang kayu yang lurus untuk bagian atas dan bawah agar kain tidak saling menempel dan kemudian diberi pemberat disisi kiri dan kanan batang kayu.


Kegiatanku saat pagi hari setelah solat subuh adalah langsung mencuci baju kemudian menjemurnya baru kemudian aku berangkat sekolah. Siangnya aku akan mengangkat jemuran dan menaruhnya di kamar. Setelah sore barulah aku melipatnya dan menaruhnya dalam lemari-lemari yang berada di musolla ndalem.


Bukan seluruh keluarga ndalem, hanya Mas Ni'am , neng Ninis, Gus wafi ,Abah dan ibuk. Sedangkan yang sudah dewasa yaitu neng Niro, Gus Zaki, Gus Nafik, Gus Syafiq dan neng Iin hanya sesekali saja menitipkan pakaiannya padaku minta tolong untuk dicucikan saat mereka lelah karena banyaknya kegiatan.


"Mbak Aini Endi?" tanya mas Ni'am sambil melongokkan kepalanya dari musolla ndalem dengan membuka pintunya sedikit.


"mbak Aini di padosi mas Ni'am!!!" teriak anak-anak yang membuatku langsung berlari ke musolla ndalem

__ADS_1


" Kaos ku seng ireng endi mbak?" tanya mas Ni'am saat mencari kaos kesayangannya.


Aku pun langsung mengambilkannya dan mas Ni'am yang saat itu duduk dikelas 3 Tsanawiyah itu menyunggingkan senyum tipisnya sambil berlalu meninggalkanku.


Melihat Gus kecilku itu rasanya bahagia sekali. Ia tidak pernah memanggil namaku ketika berbicara langsung denganku. Tapi ia kerap kali tersenyum tipis sebagai ucapan terima kasih kepadaku tanpa mengatakannya. Ia cukup pelit bicara dan aku suka perngainya.


Mas Ni'am sedang suka kaos hitamnya. setelah kaos dipakai kemudian dicuci, dijemur, begitu kering kaos itu akan langsung dipakainya, dicuci kering langsung pakai. Begitu seterusnya. padahal pakaiannya banyak tapi yang dipakai itu-itu....saja.


Beda dengan kakaknya yang irit bicara, neng Ninis yang juga terkesan manja padaku sering minta kutemani untuk melihat televisi di ruang tengah ndalem. Lihat film horor. Takut tapi penasaran mungkin.


Aku merasa canggung juga saat ada Abah, ibuk atau keluarga ndalem lainnya yang melihatku sedang melihat televisi dengan neng Ninis tapi neng Ninis memaksaku.

__ADS_1


Saat solat berjamaah dengan anak-anak ndalem neng Ninis hanya mau aku yang jadi imam ketika dia ikut solat bersama kami. Aku Yo sam'an watoatan saja. Padahal aku tahu aku juga nggak bisa apa-apa.


__ADS_2