My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 10 Kedekatan Disha dan Arta


__ADS_3

Arta memintanya untuk mengubah penampilan. Disha tentu saja menurut, dia tak ingin mendapat hukuman dari Arta. Wanita cantik itu tampak fresh dengan potongan rambut pendeknya yang sebahu. Mereka kembali ke mobil, Arta langsung melajukan roda empatnya meninggalkan salon langganan sang mommy.


"Untuk sekarang kita pergi ke mall, penampilan kamu juga perlu di ubah. " ucap Arta dengan tegas.


"Kamu bawel banget kaya perempuan mas. " cibir Disha pada Arta. Arta meliriknya tajam dan kembali fokus pada jalanan.


Skip


di Mall, Arta meminta pelayan membantu Disha memilih pakaian. Pria itu melarang Disha mengenakan pakaian seksi. Wanita cantik itu menghela nafas panjang, menuruti si dokter tampan yang super bawel itu. Dia juga mencoba memakai maxi dress lalu menunjukkan pada Arta.


"Pakai dress ini, cocok di tubuh


kamu. " ujar Arta. Setelah satu jam memilih, keduanya pergi ke kasir. Arta langsung membayar belanjaan Disha setelah itu ke luar dari sana. Disha hanya diam saat Arta sibuk menaruh barang barangnya.


Mobil Lamborghini itu melesat jauh meninggalkan area mall. Dan mereka makan siang sebentar di restauran sambil mengobrol, lagi lagi keduanya berdebat masalah sepele.


"Lama lama aku nikahin juga kamu, protes mulu. Bisa diam kagak? " ucap Arta dengan ketus.


Disha langsung mendelik, dia mengeplak tangan Arta. Wanita cantik itu benar benar jengkel akan kelakuan si dokter galak ini. Dia kembali fokus pada makanan, mengabaikan Arta yang sejak tadi memperhatikannya dalam diam.


Selesai makan siang, ponsel Disha berdering. Wanita itu lantas mengeluarkannya dari tas dan ternyata mommy Diandra yang menghubungi dirinya.


"Halo Mom? " sapa Disha dengan raut cerianya.


"Kamu dan Arta masih di salon nak? " tanya Mommy Diandra penasaran.


"Enggak mom, kami baru saja selesai makan siang dan bentar lagi pulang. " jawab Disha dengan halus. Setelah mengobrol dengan mommy, Disha menutupnya dan menyimpannya dalam tas.


Keduanya ke luar dari Restauran, mobil itu kembali melesat jauh. Tak ada obrolan lagi di antara Arta dan Disha.

__ADS_1


"Pokoknya kamu jangan berpakaian seksi saat pergi ke luar, kau harus menunjukkan kualitas dirimu sebenarnya. " ujar Arta dengan nada datar nya.


Disha terdiam, dia cukup senang dengan perhatian Arta padanya. Dia merasa Arta pria yang sangat baik, menghargai wanita dalam hal apapun. Disha memilih diam tak mendebatnya, apa yang di ucapkan Arta sangatlah tepat.


Tanpa sadar mereka telah sampai di mansion, Arta memanggilnya membuat Disha tersentak dari lamunannya. Wanita itu langsung mengeluarkan belanjaannya lalu membawanya masuk ke dalam di bang Arta.


"Kalian sudah pulang sayang? " ucap Mommy yang di yang di tanggapi senyuman oleh Disha.


"Mom, aku ke kamar bentar. " Disha membawa barang barangnya ke kamar setelah itu kembali turun ke bawah. Wanita itu lantas duduk di sebelah sang mommy.


"Disha sayang nanti sore sepupu Arta akan datang, kamu bisa berkenalan dengan mereka nanti. " bisik mommy Diandra dengan senyuman penuh makna. Arta menatap ibunya dengan tatapan curiga nya,pasti sang mommy ingin menjodohkan Disha begitu pikirnya.


Disha hanya tersenyum tipis lalu mengangguk kecil. Arta sendiri melipat tangannya di dada, menatap tajam kearah Disha. Wanita cantik itu mengerutkan kening melihat tatapan Arta padanya.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu mas? " tanya Disha dengan heran.


"Seperti serigala yang hendak melahap mangsanya. " ceplos Disha yang di sambut tawa oleh mommy Diandra. Arta mendengus geli mendengar perumpamaan dari Disha.


Sore harinya tepat pukul empat sore,sepupu Arta datang. Eden De Caprio dan Harmonia Fortuna serta orang tua mereka. Mommy Diandra langsung mengenalkan Disha pada keluarganya itu.


Nia mengajak Disha mengobrol di teras di susul Arta dan Eden. Entah apa yang di obrolkan mereka berempat hingga terdengar suara gelak tawa


Mommy Diandra telah mengatakan segalanya tentang Disha pada adik dan iparnya ini Tuan Kevin dan Nyonya Reyna.


"Kak Diandra, sebaiknya nikah 'kan saja Disha dengan Arta. Hanya itu satu satunya cara untuk mengobati trauma yang di alami Disha. " cetus nyonya Reyna pada sang kakak.


"Aku maunya begitu Reyna, tapi Diasha nya menolak. Apa yang harus aku lakukan sekarang? "


Ketiganya kini tengah mencari jalan terbaik demi kebaikan Disha. Mommy Diandra tak ingin melihat Disha terus terpuruk dengan kejadian yang lalu. Sementara itu Nia dan Disha sibuk meledek Eden.

__ADS_1


"Aku punya sahabat namanya Hazel, kau boleh kenalan dengannya Ed! " ungkap Disha sambil tersenyum. Kedua mata Eden berbinar cerah, tentunya dia sangat bersemangat. Arta hanya mendengus jengkel, sejak tadi dia di abaikan oleh Disha.


Disha langsung memberitahu alamat Hazel, Eden mengangguk. Pria itu lekas bangkit dan melenggang pergi. Nia sendiri kembali memperhatikan Disha dengan lekat. Dia telah mengetahui masa lalu Disha yang suram.


"Sha, walau aku baru kenal kamu. Aku yakin kamu wanita yang kuat, buktikan pada mereka yang telah menghina mu bahwa kamu wanita yang memiliki harga diri. " ungkap Harmonia dengan jiwa menggebunya.


"Gimana kalau kamu kerja bareng aku di butik? " tawar Harmonia dengan sungguh sungguh.


"Em aku mau. " jawabnya setuju setelah memikirkannya matang matang. Nia tentu saja sangat senang dengan keputusan Disha. Arta mengulas senyumnya, melihat interaksi Disha dengan Nia yang begitu klop.


Harmonia langsung bangkit, dia masuk ke dalam dan pergi ke dapur. Arta langsung mendekat ke sisi kirinya, kakinya masuk ke dalam kolam sama seperti yang di lakukan Disha.


"Ternyata Nia dan Eden, mereka sangat asyik di ajak ngobrol. " ungkap Disha sambil tersenyum lebar.


"Tentu saja asyik, mereka dan kamu memiliki kesamaan! "


Disha mengerutkan kening kearah Arta. Arta menatapnya serius kemudian terkekeh pelan. "Sama sama menyebalkan dan membuat aku pusing. " ceplosnya dengan santai.


"Mas Artaaaaa. " pekik Disha sambil menyipratkan air kearah Arta. Arta tergelak kencang, dia membalas menyipratkan air kearah Disha.


Dari jauh Harmonia tersenyum melihat keduanya yang asyik menjahili satu sama lain. Gadis itu memilih pergi dari sana, dia tak ingin menganggu sejoli yang tengah kasmaran.


Disha menghela nafas panjang, melirik sinis kearah Arta yang masih tertawa. Pria itu mengacak acak rambutnya, Disha tentu saja menepisnya dengan pelan.


"Ngeselin banget sih. " omel Disha tak henti hentinya berbicara. Dia kini benar benar di buat jengkel oleh Arta. Arta menghentikan tawanya, dia kembali menatap dalam kearah Disha. Entah apa yang tengah pria itu pikirkan saat ini.


"Cantik. " batinnya dalam hati. Arta hanya mampu membatin, dia tak berani memuji Disha secara langsung. Teringat ucapan Disha kemarin jika wanita itu hanya menganggap dirinya sebagai kakak, kembali membuat nya kesal.


"Dasar wanita menyebalkan! "

__ADS_1


__ADS_2