My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 15 Pertemuan tak Sengaja


__ADS_3

Karena ada tugas mendadak membuat Arta harus kembali ke negara E. Pria itu mengajak calon istrinya untuk kembali ke sana dengan rayuan maut nya.


Mau tak mau Disha menuruti perintah Arta. Meski gadis itu tampak gelisah sepanjang hari. Kini mereka berada di dalam pesawat, tak lama lagi mereka akan mendarat di bandara.


Turun dari pesawat keduanya segera masuk ke mobil. Sopir telah menjemput mereka, sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun di antara Arta dan Disha.


"Sebenarnya pekerjaan apa yang mengharuskan kamu kembali ke sini mas? " tanya Disha membuka suaranya.


"Oh ya aku lupa memberitahumu jika aku menjabat sebagai CEO di perusahaan Akhtar Corp. " ucap Arta dengan jelas.


"Pekerjaan dokter hanya sebagai sampingan. " pungkasnya seraya tersenyum. Disha mendadak bungkam, mendapati kenyataan siapa sebenarnya Arta membuatnya minder.


Wanita itu mengepalkan tangannya, teringat pria brengsek itu membuat luka lamanya kembali terbuka. Arta menggenggam tangan Disha, dia menyakinkan semuanya akan baik baik saja nantinya.


Turun dari pesawat, keduanya masuk ke dalam mobil. Sopir melajukan roda empatnya meninggalkan area bandara. Selama perjalanan, Disha memilih menatap jalanan daripada berbicara dengan Arta.


Arta menghela nafas berat, baru semalam hubungannya dengan Disha mulai menghangat. Dan pagi ini hubungan keduanya kembali dingin, Disha kembali menjaga jarak setelah mendengar status dirinya sebenarnya.


Disha POV


Apa yang harus aku lakukan sekarang. Jujur aku belum siap untuk kembali ke negara ini.Luka yang dia torehkan belum sepenuhnya sembuh. Akankah aku bisa melewati ujian ini nantinya. Cepat atau lambat aku Pasti akan bertemu dengan Aldrich dan Stella.


Disha segera menarik tangannya kala Arta menggenggamnya. Wanita itu memilih bersandar di kaca tanpa mempedulikan Arta yang saat ini memperhatikannya.


Skip


Di Mansion


Arta menyeret kopernya, mengajak Disha ke dalam. Disha sendiri hanya diam tak mengatakan apapun. Wanita itu patuh pergi ke kamar yang di tunjukkan oleh Arta. Arta menatap kepergian Disha dengan sendu, meski kecewa dia tak akan menyerah begitu saja.


cklek


Disha masuk ke dalam, tanpa kenal lelah dia menyimpan barangnya ke dalam lemari. Setelah selesai dia memutuskan berendam, merilekskan tubuhnya yang terasa tegang dan kaku.


Tiga puluh menit berlalu Disha ke luar dan segera berpakaian. Dia pun mengambil ponselnya lalu membawanya di atas ranjang. Kini wanita itu tengah berkomunikasi dengan mommy Diandra. Setelah itu mengakhiri obrolannya dengan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Seharusnya aku tak bersikap dingin pada mas Arta. Selamanya tak mungkin aku terus menghindari masalahku. " gumam Disha.


Wanita itu lantas meraih tasnya lalu ke luar dari kamar. Disha mengetuk pintu kamar Arta, pria itu ke luar dan terlihat baru mandi.


"Ada apa Sya? " tanya Arta dengan halus.


"Aku minta maaf atas sikapku mas, oh ya aku ingin izin ke luar


sebentar. " ujar Disha menyampaikan permintaannya.


"Biar aku yang antar! " Arta segera mengambil dompet dan kunci mobilnya. Keduanya menuruni tangga dan bergegas ke luar. Kali ini Arta sendiri yang menyetir, Disha memintanya mengantarkan dirinya pergi ke Mini Market.


Di Mini Market


Keduanya asyik memilih berbagai jenis buah dan sayur yang mereka butuhkan. Arta 'lah yang mendorong trolinya, Disha sendiri yang memilih sambil meminta pendapat Arta. Keduanya tampak kompak layaknya pasangan suami istri.


"Sha, aku alergi kacang apapun itu. Bisakah kamu tak membeli kacang. " ungkap Arta.


"Untung nya kamu bilang mas. " balas Disha sambil bernafas lega.


"Disha, kamu Disha 'kan? " tanya nyonya Aliana memastikan.


"Bukan. " Disha tampak menepis tangan nyonya Aliana yang menyentuhnya.


Mengetahui keadaan yang memanas, Arta segera mengajak Disha ke luar dari Mini market. nyonya Ariana langsung mengejarnya, wanita paruh baya itu mencekal lengan Disha.


"Lepaskan saya Tante. " geram Disha kesal sambil menghempaskan tangan wanita paruh baya di depannya ini.


"Ya saya Disha. " ungkapnya kesal. Nyonya Ariana membulatkan mata, menilai penampilan Disha yang tampak sangat berubah. Fokus nya kini tertuju pada perut Disha yang kembali rata membuatnya bertanya tanya.


Disha menghela nafas panjang, berusaha mengontrol dirinya yang terbawa emosi.


"Perut kamu? "


"Beberapa waktu lalu saya keguguran tante, mulai sekarang tolong jangan ganggu saya lagi. Saya hanya ingin bahagia dengan calon suami saya ini. " Disha mengajak Arta ke mobil dan pergi dari sana.

__ADS_1


Deg


Nyonya Ariana tampak terkejut mendengar pengakuan Disha barusan. Wanita itu menangis, satu satunya yang dia harapkan telah lenyap. Dia juga tampak kecewa dengan Disha yang begitu tega melenyapkan janin tak berdosa.


Nyonya Ariana pergi dari sana dengan kekecewaan yang mendalam.


"Kenapa kamu tega melenyapkan janin tak berdosa dalam perut


kamu. " batin Nyonya Ariana. Dia juga tak menyangka jika Disha telah menjalin hubungan dengan pria lain.


Tiba di mansion, Nyonya Ariana segera menemui sang suami. Tuan James begitu penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan istrinya. Nyonya Ariana mengatakan pertemuannya dengan Disha tadi pada suaminya.


"Disha telah keguguran Dad, satu satunya harapan kita telah lenyap sekarang. " gumam nyonya Ariana sambil menangis tergugu.


"Kenapa Disha begitu tega menyingkirkan janin nya sendiri. " gumam Nyonya Ariana yang menuduh Disha sengaja menyingkirkan janin dalam perut Disha sendiri.


"Tenang kan dulu diri mommy, setelah itu baru kita cari tahu kebenarannya. " tegur Tuan James.


Nyonya Ariana mengusap air matanya, dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya yang sangat dalam. Tuan James menghela nafas berat, merasa kasihan dengan istrinya saat ini.


Di sisi lain setelah menaruh belanjaan di dapur, Arta membawakan teh hangat untuk Disha. Wanita cantik itu langsung menyesapnya, berupaya menenangkan dirinya yang terbawa emosi. Dia menaruh cangkirnya di atas meja, Disha tampak mulai tenang saat ini.


"Seharusnya kamu.. " ucapan Arta terhenti kala Disha menatapnya datar.


"Aku lebih suka jujur dari pada berbohong mas, lagipula aku tak ingin nyonya Ariana itu terus berharap sama aku. " tegas Disha.


"Lagipula sekarang beliau sudah memiliki menantu, suruh saja menantunya itu hamil. "


Arta langsung menegurnya namun Disha tak peduli sama sekali. Sudah cukup dirinya selama ini diam saat orang orang menindasnya. Wanita itu memilih bangkit, meninggalkan Arta sendirian di ruang tengah.


Di dalam kamar


Disha menghubungi Eden, meminta bantuan pria itu untuk mencari tahu masa lalu Stella Anastasya. Dia tak sabar dengan aib yang di rahasiakan oleh Stella dari Aldrich.


"Setelah menghancurkan hidupku, aku tak akan membiarkan kamu bahagia dengan wanita bayaranmu itu Aldrich. " gumam Disha dengan tatapan sinis nya. Dia ingin melihat kehidupan Aldrich hancur lebur, dia harus merasakan apa yang dia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2