My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 36 Kemalangan Disha


__ADS_3

Di Mansion Aldrich


Aldrich langsung meminta maaf atas perbuatan bodohnya yang mengkhianati istrinya. Stella tentu saja langsung memaafkan sang suami.


"Kau perlu berhati hati dari wanita penggoda seperti Vanya, sayang. Aku menyesal telah menolong wanita hina itu. " geram Stella.


"Sekali lagi maafkan aku. " Aldrich memeluk istrinya sambil mengusap perut sang istri. Diam diam Stella menyeringai licik, dia berhasil menyingkirkan Vanya dari kehidupan sang suami.


"Secepatnya aku harus segera menyingkirkan Disha, sebelum dia menyebarkan rahasiaku. " batin Stella dalam hati. Wanita hamil itu kembali mengobrol santai dengan sang suami di kamar. Dia juga diam diam mengirim pesan pada seseorang tanpa sepengetahuan sang suami.


Di lain tempat mommy dan Disha kini asyik jalan jalan sore itu. Keduanya hendak masuk ke dalam mobil namun di hadang perampok dengan senjata tajam di tangan pria bertopeng.


"Kau yang bernama nona Disha, sebaiknya ikut kami atau benda yang saya bawa ini melukai anda ayo. " Disha tentu saja menepis pelan pria yang hendak menariknya. Meski panik dan ketakutan dia berusaha melawan.


"Disha sayang hati hati nak, sebaiknya kita pergi dari sini. " ujar mommy mengajak sang menantu. Wanita paruh baya itu menarik Disha lalu berlari pergi. Sementara kedua pria itu mengejar mereka sambil berteriak.


"Aku enggak kuat untuk lari mom, mommy sebaiknya pergi duluan. " pinta Disha.


"Enggak nak kita pergi sama sama, kita sembunyi lebih dulu. " Mommy Diandra mengajak sang menantu bersembunyi. Setelah bersembunyi, Disha langsung menghubungi nomor suaminya. Wanita hamil itu tampak frustrasi sekaligus ketakutan.


Disha segera menyimpan ponselnya, menaruh ponselnya dalam tas dengan kesal. Mommy Diandra kini tengah memikirkan cara untuk bisa berhasil lolos dari kejaran dua pria jahat tadi.


"Harusnya kita tadi mengajak mas Arta Mom, aku terlalu keras kepala tadi. " sesal Disha dengan wajah sedihnya.


Keduanya memilih jalan lain dan setengah berlari dari kejaran dua penjahat.Ternyata dua penjahat tadi melihatnya, segera mengejarnya langsung. Seorang yang pria yang tak dengan lewat segera menghajar kedua pria itu hingga babak belur, kemudian menghampiri Disha dan mommy Diandra.


"Maaf Nona Disha, apa anda dan ibu anda baik baik saja? " tanya seorang pria yang tak lain Dean, si duda tampan.

__ADS_1


"Tuan Dean, kami baik baik saja. Teirmakasih telah menolong kami. " ungkap Disha sambil menyentuh perutnya.


"Sama sama Nona. "


Disha langsung mengenalkan sang mertua pada Tuan Dean setelah itu pamit pulang. Kedua wanita itu kembali ke mobil, Dean sendiri telah pergi dari sana.


"Mom, perutku! "


Mommy Diandra tentu saja panik, dia meminta sopir pergi ke rumah sakit. Wanita paruh baya itu berusaha menenangkan sang menantu. Disha sendiri menghembuskan nafas panjang sambil mengusap perutnya yang menonjol.


"Sayang, kamu harus kuat nak. Mommy mohon sayang, kamu pasti kuat dalam perut mommy. " gumam Disha sambil menangis terisak mengusap perutnya. Dia sangat takut kehilangan untuk kedua kalinya.


Skip


Rumah sakit


"Halo Mom, Arta kamu ke mana aja sih enggak bisa di hubungi? " ujar Mommy dengan kesal.


"Ponsel aku tadi aku silent mom, ada sedikit masalah tadi di kantor memangnya ada apa? "


"Cepat ke rumah sakit nak, istri kamu perutnya sakit. "


Tut sambungan terputus begitu saja. Mommy menyimpan ponselnya dalam tas. Dia berharap keadaan calon cucunya dan sang menantu baik baik saja.


Lima belas menit berlalu Arta datang bersama ayah Arkana. Nafas keduanya tampak tersengal, mommy langsung menjelaskan kejadian tadi pada keduanya. Arta tentu saja terkejut dan marah besar.


Dokter ke luar dari ruangan, Arta langsung mendekat. "Bagaimana keadaan istri dan calon anak saya Dok? "

__ADS_1


"Istri Anda mengalami kram, saya sarankan untuk satu sampai dua hari menginap di rumah sakit. Tolong sekali jangan bebankan nyonya Disha dengan masalah berat dan wanita hamil tak di perkenankan untuk berlari atau aktivitas berat lainnya. " jelas Dokter panjang lebar.


Suster segera memindahkan ruangan Disha ke ruangan VIP. Arta dan keluarganya segera menyusul ke sana. Pria tampan itu masuk ke dalam ruangan sang istri. Melihat kondisi lemah wanita membuat hati Arta berdenyut nyeri melihatnya.


Dia langsung menggenggam tangan Disha, menciumnya berulang ulang sambil mengumamkan kata maaf. Arta merasa telah lalai menjaga istri tercinta nya. Beberapa menit berlalu, Disha telah sadarkan diri. Pria itu menarik kursi, lalu duduk di sebelah sang istri.


"Tetaplah berbaring sayang, dokter bilang kamu perlu banyak istirahat. Mommy telah membicarakan soal kejadian tadi. " gumam Arta.


"Aku juga minta maaf karena tak menjawab telepon kamu tadi! "


"Bagaimana dengan calon anak kita mas? " tanya Disha dengan suara lemasnya.


"Dia baik baik saja sayang. " Arta langsung menciumi perut sang istri tercinta. Disha kembali menangis, dia benar benar takut kehilangan janin dalam perutnya. Arta tentu saja panik dan berusaha membuatnya tenang.


Disha menghela nafas panjang, dia merasa lega setelah mendengar keadaan calon bayi nya. Arta bangkit, menciumi kening sang istri dengan penuh kasih sayang. Pria itu juga membahas perihal Disha yang menginap di rumah sakit selama dua hari sesuai anjuran dokter. Disha tentu saja menurut, dia tak ingin membahayakan bayi dalam kandungannya.


Ayah dan Mommy masuk ke dalam. Ayah Arkana menghampiri sang anak. Arta tentu saja memberikan ruang untuk sang mertua berbicara dengan Disha. Pria paruh baya itu mengusap kepala putrinya dengan lembut.


"Untuk saat ini fokuslah pada kesehatan kamu dan calon cucu ayah nak. " tegur Ayah Arka dengan bijak.


"Iya ayah, tapi kedua pria tadi memaksaku untuk ikut dengan mereka. " gumam Disha lirih. Ayah Arkana menitikkan air mata, melihat jelas putrinya masih ketakutan. Arta langsung mendekat, memeluk istri tercintanya. Ayah Arka pun kini menggenggam tangan sang anak dan meyakinkannya.


Mommy Diandra menangis dalam diam. Dia ikut merasakan ketakutan yang di rasakan menantunya. Sesekali dia juga memberikan kecupan sayang di kening Disha. Mereka semua begitu sayang pada Disha dan calon bayi dalam perut wanita cantik itu.


"Sekarang kamu istirahat aja sayang, pulihkan tenaga kamu. " bisik Arta dengan lembut. Pria itu membantunya kembali berbaring,lalu duduk di kursinya. Sementara Ayah dan mommy memilih duduk di sofa tak jauh dari ranjang pasien.


Disha segera memejamkan mata, tak lama terdengar suara dengkuran halus. Arta menghela nafas lega melihat istrinya tertidur dengan lelap. Dia berhasil membujuk wanitanya untuk beristirahat sekaligus menenangkan pikiran nya. Dia akan mencari tahu siapa yang hampir menculik istrinya tadi.

__ADS_1


__ADS_2