
Pagi ini pasangan suami istri itu sedikit terlambat bangun. Keduanya telah selesai berpakaian, Arta mengajak istrinya turun ke bawah. Pria itu menarik kursi membiarkan istrinya duduk terlebih dulu setelah itu gilirannya.
"Pagi mommy. " sapa Disha dengan ceria.
"Pagi juga sayang. " balas Mommy sambil tersenyum simpul. Kini ketiganya sarapan bersama, Arta mengulas senyumnya merasakan hatimu menghangat.
Hal yang dia impikan sejak dulu kini telah menjadi kenyataan, hanya tinggal seorang anak yang hadir di tengah tengah aku dan Disha begitu pikir Arta.
Setelah lima belas menit berlalu, Disha lebih dulu ke kamar untuk mengambil tasnya. Setelah itu mengantarkan suaminya hingga ke depan.
"Mas, aku mau ke malam ibu hari ini boleh ya? " tanya Disha pada suaminya.
"Tentu boleh sayang, ya sudah aku pamit ya. " ucap Arta seraya mencium istrinya lalu memeluknya sebentar. Pria itu meminta istrinya menyuruh sopir untuk mengantar, mau tak mau Disha menurut.
Setelah kepergian Arta, Disha memanggil sopir keluarga. Dia pun masuk ke dalam dan mobil melesat meninggalkan kediaman Arta. Wanita itu meminta sopirnya berhenti sebentar untuk membeli sebuket bunga, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ke makam yang letaknya cukup jauh.
Di Pemakaman.
Disha berjalan pelan menuju ke makam mendiang sang ibu. Dia melihat sosok pria paruh baya berada di sana.
"Ayah. " gumam Disha lirih.
Pria itu menoleh, terkejut melihat seorang wanita yang mirip putrinya menghampirinya.
"Ayah apa kabar? " tanya Disha pelan namun dengan nada lembutnya.
"Kau Disha? " tanya Ayah yang di angguki Disha. Disha langsung menaruh buket bunganya di makam mendiang sang ibu. Di sana dia meluapkan segala keluh kesahnya, sekaligus meminta maaf pada mendiang sang ibu.
Satu jam berlalu Disha mengajak ayahnya mengobrol di dalam mobil. Perempuan itu menjelaskan bagaimana kehidupannya selama ini. Tuan Arkana mengusap kepala sang anak, matanya nampak berkaca kaca.
"Maafin Ayah nak, maafin ayah yang terus menyalahkan kamu atas kepergian ibu. " sesal pria paruh baya itu.
"Aku juga minta maaf Yah, apa yang aku alami selama ini mungkin saja karma. " ungkapnya dengan senyum getir. Ayah Arka menggeleng, paruh baya itu tak setuju dengan penuturan putrinya. Dia langsung memeluk sang anak, meminta maaf atas kekejamannya selama ini.
__ADS_1
Ayah dan anak itu sama sama saling melepaskan rindu. Paruh baya itu meregangkan pelukannya, lalu menghapus air mata putrinya. Sopir melajukan roda empat nya dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Disha menjelaskan siapa Arta pada sang ayah. Ayah Arka bersyukur melihat putrinya hidup bahagia setelah melewati badai dalam hidupnya.
Dan kini mereka telah sampai di kediaman Arta. Ayah dan anak itu langsung turun dari mobil, Disha mengajak ayahnya masuk ke dalam lalu memanggil mommy mertua.
"Sayang sudah pulang rupanya, siapa yang kamu bawa itu nak? " tanya Mommy pada menantunya.
"Dia Ayah aku mom, Ayah Arkana dan kami sudah berbaikan. " ucapnya dengan senyuman manisnya. Dia langsung meminta sang ayah duduk begitu juga dengan mommy.
"Saya Diandra, ibu mertuanya Disha tuan. Disha sudah saya anggap seperti putri saya sendiri." ungkap Mommy Diandra pada besannya.
"Panggil saja Arka, terimakasih telah menyayangi putriku, nyonya. " ucap Tuan Arka dengan tulus.
"Sama sama Ar! "
Mommy Diandra turut bahagia melihat hubungan ayah dan anak di depannya ini telah berbaikan. Dia memperhatikan menantunya yang begitu manja pada sang ayah.
"Lalu suami kamu di mana nak? " tanya Ayah.
"Mas Arta di kantor ayah. " jawab Disha sambil tersenyum. Ayah Arka mengangguk paham, pelayan datang menghidangkan camilan dan minuman.
"Selama ini aku merasa telah gagal menjadi ayah untuk Disha. Harusnya dia mendapatkan kasih sayang dariku bukan justru kebencian yang aku berikan padanya. " gumam Ayah penuh penyesalan.
"Ayah. " Mata Disha tampak berkaca kaca mendengar ungkapan penyesalan dari ayahnya. Dia sekuat tenaga agar tak menangis namun tak bisa, cairan bening itu membasahi kedua pipi mulusnya.
"Jangan menangis nak, biarkan ayah hidup dalam penyesalan ayah sayang. " ungkap Ayah Arka. Disha menggeleng, wanita itu langsung memeluk sang ayah dengan erat dan tangisnya langsung pecah.
Mommy Diandra turut menangis, dia begitu bangga akan sikap menantunya yang memiliki kebaikan hati. Disha menangis sesegukan dalam pelukan ayahnya. Selama ini dia tak pernah membenci ayahnya sekalipun, hanya ayahnya satu satunya keluarga yang dia miliki.
beberapa menit berlalu, keduanya tampak tenang. Ayah Arka justru membicarakan hal konyol agar bisa menghibur sang anak.
Disha juga meminta sang ayah tinggal bersamanya, perempuan itu terus membujuk ayahnya agar mau tinggal bersamanya dengan dirinya dan Arta.
__ADS_1
"Mau ya Ayah, ayah tinggal bareng aku, mas Arta dan mommy. " pintanya sambil memohon.
Ayah Arkana menghela nafas panjang, mengangguk pelan. Disha memekik senang, dia melirik kearah mommy dengan senyuman lebar. Ayah langsung menyesap kopinya dengan santai. Kini Disha memilih diam, dia sibuk dengan ponselnya.
Tepat pukul sepuluh Disha siap siap pergi ke kantor suaminya, dia baru selesai membuatkan bekal untuk sang suami. Wanita itu memilih naik taksi menuju ke perusahan EAA corp.
Di perusahaan
Para karyawan menyambut kehadiran nya. Disha menanyakan keberadaan Arta pada asisten sang suami. Damar langsung mengantarkan Disha menuju ke ruangan Arta.
Cklek
"Siang mas suami. " sapa Disha.
Arta menoleh, bibirnya tersenyum lebar melihat kedatangan istrinya. Pria itu lantas bangkit, segera memeluk istrinya lalu mengajaknya duduk di sofa.
"Kita makan siang dulu mas baru setelah itu aku akan cerita. " gumam Disha. Wanita cantik itu dengan sabar menyuapi suami manjanya ini. Arta menerima suapan demi suapan dari sang istri. Makan dari tangan seseorang yang di cinta rasanya begitu nikmat katanya.
Selesai menyuapi suaminya, Disha menatap Arta sambil tersenyum lalu menjelaskan pertemuannya dengan Ayah pada sang suami.
"Aku jadi enggak sabar bertemu ayah mertua. " cetusnya dengan santai. Disha menanggapinya dengan senyuman.
Wanita itu mengungkapkan perasaan senangnya pada sang suami tercinta. Arta menggenggam tangan istrinya, menciumnya berulang kali.
"Mas ikut senang melihat kamu telah baikan dengan ayah. " sahut Arta sambil tersenyum tipis.
Pria itu membawa Disha ke dalam pelukannya. Disha membalas pelukan sang suami dan keduanya mengobrol dengan santai. Arta mengurai pelukannya, melabuhkan kecupan di seluruh bagian wajah sang istri.
"I like your smile sayang. Tetaplah tersenyum, kuat dan tegar dalam menghadapi masalah apapun. " gumam Arta yang di angguki Disha.
"Terimakasih atas nasihatnya suamiku. Sebagai balasannya nanti malam aku akan melayanimu semaksimal mungkin. " bisiknya di telinga Arta.
"Inilah yang aku tunggu. " kekehnya yang mendapat tabokan sayang dari Disha.
__ADS_1