My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 52 Tentang Kita


__ADS_3

Selepas makan siang, Arta dan istrinya kembali ke Villa. Disha memilih tidur siang di kamar, mengistirahatkan tubuhnya yang cukup lelah.


Arta sendiri bermain dengan si kecil di ruang tamu. Pria tampan itu sering menciumi sang jagoan. Dia langsung bangkit, mengajak si kecil menuju ke kamar dan menyerahkan pada pengasuhnya. Lalu dia pergi ke kamarnya, tak lupa mengunci pintu.


Dia langsung naik ke atas ranjang, memperhatikan istrinya yang terlelap di ranjangnya.


Cup


Arta mencium istrinya lembut membuat tidur Disha terusik. Wanita itu membuka kedua matanya, mendapati sang suami mengukung dirinya saat ini.


"Aku masih mengantuk mas, minggir ih aku mau tidur lagi." rengek Disha pada sang suami.


"Aku mau ganggu kamu dulu, bukankah aku sudah boleh melakukannya sayang? " tanya Arta dengan menaik turunkan alisnya. Disha tertegun, kedua pipinya tampak merona mendengar pernyataan suaminya barusan. Wanita itu mengangguk setuju, sudah lama dia tak melayani sang suami.


Dan siang itu semakin panas kala pergulatan keduanya di atas ranjang yang begitu liar dan memabukkan. Arta ingin membuat sang istri rileks dan melupakan kenangan pahit itu melalui setiap sentuhannya yang menggetarkan jiwa.


Untungnya kamar mereka kedap suara hingga tak membuat si kecil ternoda pendengaran nya.


Hah


Arta langsung berguling ke samping setelah percintaan panas ini berakhir di ronde ke tiga. Durasinya hampir menghabiskan waktu satu jam lamanya.


"Aku mencintai kamu dan si kecil sayang, please jangan abaikan kami seperti kemarin. Aku ingin melihat kamu benar benar melupakan masa lalu kelam itu. " gumam Arta dengan suara seraknya.


Mata Disha kembali mengembun, dia merasa bersalah telah membuat suaminya bersedih apalagi dia sempat mengabaikan Alfred.


"Maafkan aku mas. " sesalnya. Arta kembali menciumnya dengan mesra, lalu membawa istrinya ke dalam pelukan. Pria itu lantas menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.


Tangannya terulur mengusap rahang kokoh sang suami. Dia mendaratkan kecupan di sudut bibir prianya. Lalu membenamkan kepalanya di dada bidang Arta. Arta melepaskan pelukannya, pria itu masuk ke dalam selimut.


Emh


Disha meracau tak jelas kala suaminya kembali memberikan sentuhan. Arta kembali muncul dan mengajak istrinya kembali meraih puncak nirwana bersama.


Keduanya segera beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Selesai berpakaian dan beres beres, Arta membiarkan pintu kamarnya terbuka.


Sang pengasuh mengantarkan si kecil yang menangis. Disha langsung menggendong sang anak, Arta kembali menutup pintu kamarnya. Dia memperhatikan putranya asyik meminum sumber makanannya.

__ADS_1


Setelah putranya kenyang, Disha mengancingkan kembali dasternya. Wanita itu menyapa sang buah hati sambil meminta maaf. Disha berulang kali menciumi pipi gembul sang anak. Alfred tampak tertawa sambil memainkan air liurnya.


"Kita ajak si kecil turun ke bawah yuk mas, cari udara segar. " ujar Disha. Arta mengangguk, pria itu lantas bangkit dan merangkul istrinya. Mereka menuruni tangga dan ke luar dari Villa.


Disha tengah menepuk nepuk bokong lembut putranya sambil bersenandung kecil. Alfred tampak tertawa, bayi tampan itu menyentuh wajah sang mommy. Disha terkekeh pelan, hatinya menghangat melihat kelakuan menggemaskan anaknya.


"Cepat besar ya sayang, mommy tak sabar ingin mengajak kamu jalan jalan kemana pun! "


Disha kembali menggendong sang anak. Arta merangkul nya dari samping sesekali menjahili putra tampannya. Disha mencubit lengan sang suami sambil mengomel.


Huwaa


"Ya ampun mas, kamu jahil banget sih. " protes Disha. Dia berusaha menenangkan sang anak yang menangis. Arta terkekeh pelan, dia turut pun membantu istrinya menenangkan Alfred.


"Untuk sementara kita tinggal di sini, aku sudah menghubungi mommy dan daddy mengenai rencana ini. " ungkap Arta.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan kamu mas? " tanya Disha.


"Aku meminta Damar untuk menggantikan aku sementara. " jawab Arta sambil tersenyum. Disha menunduk sedih, gara gara dirinya membuat semua orang repot terutama sang suami.


Arta mencium pipi sang istri, dia menyakinkan Disha jika semuanya akan baik baik saja. Disha pun mengangguk percaya dengan ucapan sang suami. Wanita itu kembali fokus pada si kecil dalam gendongannya.


dengar? " tanya Arta pada sang istri.


"Boleh mas! "


Kamu adalah segalanya untukku


Hanya kamu yang kuinginkan untuk selamanya.


Hari hariku berwarna sejak ada kamu!


Percayalah pada cinta kita.


Semua rintangan akan terlewati dengan begitu mudah


Ini tentang aku dan kamu, Kita.

__ADS_1


Semuanya indah, penuh cinta dan kasih sayang.


Karena kamu aku percaya, apa itu cinta.


Dua hati menjadi satu


Selamanya kita bersama.


Disha tersenyum sumringah mendengar lagu yang di nyanyikan sang suami. Hatinya begitu tersentuh saat mendengarnya. Dia kembali menyandarkan kepalanya sambil menepuk bokong sang anak.


Merasa cuaca semakin terik, Arta mengajak istrinya kembali ke dalam. Mereka masuk ke dalam Villa, Disha memanggil Mbak Risma untuk membawa si kecil ke kamar. Sementara mereka memilih pergi ke ruang tamu dan bersantai di sana.


"Mas, aku ke dapur sebentar ya. " Disha langsung bangkit dan melenggang pergi ke dapur. Wanita itu segera membuat strawberry waffle, satu kopi dan satu macha milk tea.untuk dirinya dan sang suami.


Beberapa menit berlalu, Disha memindahkan wafflenya ke piring. Segera menyiapkan dua minumannya dengan cekatan. Setelah selesai dia langsung membawanya ke ruang tamu. Arta tersenyum tipis melihat kehadiran istrinya yang kembali.


Pria itu lebih dulu menyesap kopi miliknya dengan santai. Hal yang sama dilakukan oleh Disha sambil memperhatikan suaminya dalam diam. Entah apa yang di pikirkan wanita itu saat ini.


Arta menaruh cangkirnya di atas meja lalu menoleh ke samping.Dia mengerutkan kening melihat istrinya terus menerus menatap dirinya.


"Kenapa sayang, kau baru sadar jika suamimu ini sangatlah tampan. " ceplos Arta dengan nada jahilnya.


"Ya aku mengakui jika kamu sangat tampan dan putra kita justru jauh lebih tampan darimu. " balasnya tak kalah jahil. Arta mendengus pelan, pria itu menarik istrinya lalu menggelitiiki pinggang istri.


Hahaha


"Mas hentikan ampun. " Disha meminta suaminya berhenti menggelitikinya. Arta menurut, pria itu memeluk erat tubuh ramping sang istri. Tawa ceria kembali mewarnai obrolan kecil sepasang suami istri ini.


Arta tentu saja bersyukur melihat istrinya kembali tertawa. Dia ternyata tak salah mengambil keputusan demi kedamaian hati istrinya. Untuk mengenai Aldrich, dia telah meminta Clayton untuk mengawasi pria brengshake itu.


Arta akan memastikan Aldrich mendapatkan balasan yang setimpal nantinya. Dia tentu saja tak akan tinggal diam dan sepertinya permainan baru akan di mulai besok. Tak sabar menantikan kehancuran dari rivalnya itu secara perlahan lahan.


Cup


"Sayang pikirkan saja tentang kita, hanya ada kebahagiaan di depan mata kita nantinya. Kau harus kuat dan tegar agar mampu menghadapi kerikil menghadang. " bisik Arta.


"Apa aku bisa mas? " tanya Disha.

__ADS_1


"Sangat yakin bisa! "


__ADS_2