
Di belahan negara lain, tampak sepasang pasutri semakin hari semakin mesra. Karena tak bisa menghadiri pernikahan Damar dan Kanaya, Arta memastikan dia akan mengirimkan hadiah untuk keduanya.
"Mas, bukankah ini sudah waktunya kita kembali? " ujar Disha tiba tiba pada sang suami.
"Apa kamu sudah yakin sayang? " tanya Arta dengan lembut yang justru membuat Disha kembali diam.
Pria tampan itu menggenggam erat tangan istri tercintanya. Disha menghela nafas berat, ada ketakutan dalam dirinya jika kembali ke negara X. Arta paham akan perasaan sang istri saat ini.
"Jika belum siap, tak perlu memaksakan diri sayang. Kita kembali saat Alfred berusia lima tahun bagaimana? " tawar Arta. Disha menoleh, dia mengangguk setuju akan ide dari sang suami.
Pria itu lekas bangkit, menggendong istrinya menuju ke kamar. Keduanya ingin berbagi keringat bersama di atas ranjang. Tak lama terdengar suara suara merdu dari dalam kamar. Sementara si kecil Alfred bersama pengasuhnya.
Sorenya pasutri itu baru ke luar dari kamar. Mereka menghampiri si kecil Alfred. Disha langsung mengambil alih putranya, membawanya ke ruang tamu.
Wanita cantik itu mengusap wajah putra kecilnya. Menciumi Alfred dengan gemas, Arta yang melihatnya tersenyum kecil. Disha menepuk nepuk bokong sang anak, mencurahkan kasih sayangnya pada Alfred.
"Mas Arta, aku sudah mendengar mengenai keadaan Aldrich saat ini. " gumam Disha.
"Ya aku juga sudah mendengarnya dari daddy kemarin. Kehancurannya karena ulah pria itu sendiri, kamu tak perlu memikirkannya oke. " gumam Arta sambil tersenyum.
"Iya mas. " gumam Disha sambil tersenyum simpul.
Beberapa hari kemudian keluarga kecil itu telah kembali ke negara E. Mereka ingin menghadiri pesta pernikahan Damar dan Kanaya serta Nia dan Dean yang di adakan bersamaan. Arta dan istrinya berangkat pada sore harinya, dia menitipkan si kecil pada oma dan opanya.
__ADS_1
Sampai di hotel pasutri itu langsung turun dari mobil. Arta menggandeng sang istri dan membawanya ke dalam hotel. Keduanya menyaksikan pemberkatan dua pasangan pengantin di depan mereka saat ini.
Selesai melaksanakan sumpah pernikahan, Arta dan sang istri menghampiri dua pasangan pengantin baru. Mereka memberikan selamat pada Damar dan Kanaya serta Nia dan Dean.
"Bukankah Tuan Arta bilang tak bisa datang? " tanya Damar pada sang atasan.
"Istriku yang membujuk untuk datang, lagipula aku tak mungkin tak hadir dalam pesta kamu Damar. " ujar Arta sambil tersenyum.
"Terimakasih atas kedatangannya Tuan, Nyonya. " ujar Damar dengan tulus.
Disha memilih mengobrol dengan dua pengantin baru ini, wanita itu membiarkan sang suami mengobrol dengan para pria. Hot mommy itu menyerahkan hadiah masing masing pada Kanaya dan Nia.
"Semoga hadiahku ini berguna untuk kalian. " guna Disha sambil tersenyum penuh makna. Kanaya dan Nia saling melirik satu sama lain kemudian mengangguk.
Diapun turut bahagia atas pernikahan Kanaya dengan Damar serta Nia dengan Dean. Wanita itu berharap banyak kebahagiaan menghampiri mereka berempat. Ketiga perempuan itu memilih duduk sambil mengobrol.
Pesta itu terus berlanjut hingga malam harinya. Disha dan suaminya menyaksikan di mana dua pasangan baru itu tengah berdansa. Arta berinisiatif mengajak sang istri, berdansa di tengah aula. Mereka semua menjadi pusat perhatian para tamu saat ini.
"Mas, aku bahagia saat ini. Terimakasih telah mewujudkan kebahagiaan sederhana yang aku impikan sejak dulu. " gumam Disha dengan seulas senyum di bibirnya.
"Ini tugasku sebagai suamimu untuk membahagiakan kamu dan Alfred. " gumam Arta sambil tersenyum. Pria itu melabuhkan kecupan di kening sang istri dengan penuh cinta.
Larut malam pesta telah usai Arta dan sang istri pamit pulang pada Damar dan lainnya. Sepanjang perjalanan keduanya mengobrol ringan.
__ADS_1
Skip
Di mansion
Arta ke luar dari mobil kemudian menggendong sang istri. Pria itu langsung masuk ke dalam dan bergegas pergi ke kamar mereka. Disha membuka kedua matanya kala tubuhnya mendarat di atas ranjang.
"Kenapa kamu enggak ngebangunin aku mas? " tanya Disha.
"Kamu tidurnya nyenyak tadi
sayang! " Arta segera mengganti pakaiannya. Hal yang sama juga di lakukan Disha, wanita itu mengenakan gaun transparan demi sang suami. Setelah selesai dia segera naik ke atas ranjang, berbaring manis di sana.
Glek
Arta segera menghampiri wanitanya, pria itu mengukung tubuh sang istri tercinta.
"Mulai nakal hm? "
"Demi kamu mas. " jawabnya sambil tersenyum nakal. Malam ini menjadi malam yang panjang untuk mereka. Disha berupaya melayani sang suami semaksimal mungkin di atas ranjang.
Menjelang pagi kegiatan panas itu baru selesai. Disha mencium lembut sang suami, mengusap wajah pria tampan nya ini. Arta mengulas senyumnya, nampak jelas pria itu merasakan kepuasan yang luar biasa.
"Aku sangat puas sayang, aku mencintaimu istriku. " ucap Arta sambil mengecup istrinya.
__ADS_1
"Me too hubby. " jawab Disha. Keduanya segera berpelukan, sebelumnya Arta menaikkan selimutnya hingga menutupi tubuh mereka berdua.