
Hari berikutnya seorang wanita turun dari bandara. Wanita berpakaian seksi itu tampak menyeret koper lalu membawanya ke dalam mobil. Sopir telah menjemputnya di sana, perempuan itu lekas masuk ke dalam.
Dia Vanya Zil, seorang mantan model yang baru saja kembali dari negara Australia. Sepanjang perjalanan wanita itu tampak sibuk dengan ponselnya.
Setelah menempuh beberapa menit akhirnya wanita itu turun dari mobil dan menyeret masuk kopernya ke dalam apartemen.
"Huh lelah. " gumam Vanya sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dengan malas malasan Vanya langsung bangkit dan pergi ke kamar sambil menyeret kopernya. Perempuan itu menaruhnya di dekat lemari setelah itu membersihkan diri di kamar mandi.
Satu jam berlalu Vanya segera ke luar, mengganti pakaiannya dengan dress santai. Dia memilih duduk di atas ranjang, lalu menyambar ponselnya yang tergeletak di sisi kirinya.
To Arta
Hai bagaimana kabar kamu Ar. Bisakah kita bertemu sebentar?
Vanya berharap Arta tak melupakan dirinya. Sebagai seorang wanita yang telah bercerai, dia merasa hidupnya tetaplah sepi dan hampa. Pernikahan pertamanya dengan mantan suaminya begitu hambar. Dja berharap Arta bisa membantunya kali ini, hanya dia yang bisa di harapkan.
Dia menaruh ponselnya di atas meja. Vanya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama wanita itu terlelap di atas ranjangnya yang empuk.
Arta tertegun membaca pesan dari Vanya. Pria itu hanya diam dan memilih menghapusnya dan memblokir nomor wanita itu. Saat ini dia begitu sibuk untuk menyiapkan pesta pernikahannya dengan Disha. Dia telah selesai menyebarkan undangan ke kolega dan teman korelasi sang daddy.
"Untuk apa dia kembali ke sini dan mengirim pesan padaku. " batin Arta kesal. Dia tak akan membiarkan ada orang ketiga di dalam rumah tangga nya.
Arta memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia ke luar dari ruangan kerjanya, tanpa sengaja berpapasan dengan sang mertua.
"Ayah, ada apa? " tanya Arta pada sang mertua.
"Ayah tidak apa apa, bagaimana kalau kita bermain catur nak? " tawar ayah. Arta mengangguk, kedua pria itu pergi ke ruang tengah namun sebelumnya Arta mengambil papan catur nya lebih dulu. Sambil bermain catur,keduanya mengobrol dengan santai dari hal serius hingga hal random.
Tak lama Mommy dan Disha baru pulang. Arta menoleh, pria itu sontak terkejut melihat keadaan istrinya yang tampak kacau. Dia langsung bangkit dan bergegas menghampiri istrinya.
"Mom, ada apa kenapa wajah istriku memerah? " tanya Arta tak sabaran.
"Stella menamparnya tadi nak. " Mereka segera ke ruang tamu dan mommy menjelaskan apa yang terjadi. Disha sendiri mengobati pipinya mengunakan es yang di ambilkan pelayan.
"Dia sudah keterlaluan mom, aku harus membalas perbuatan wanita gila itu. " geram Arta. Disha menyentuh lengan sang suami, dia menghela nafas panjang. Wanita itu berusaha menenangkan suaminya yang terbawa emosi.
__ADS_1
"Sudah mas, mas tenang aja. Aku sudah menamparnya tiga kali. Lagipula aku tak akan tinggal diam saat ada orang yang mencemooh aku. " ungkap Disha.
huh
Arta merasa sedikit lega mendengar ucapan Disha, namun tetap saja dia begitu marah akan kelakuan Stella pada istrinya. Pria itu langsung memeluk sang istri, menciumi pucuk kepala Disha. Ayah yang melihat perlakuan sang menantu pada putrinya pun mengulas senyumnya.
"Ya sudah mas aku ke kamar bentar ya. " ucapnya setelah pelukan mereka terlepas. Arta mengangguk, membiarkan istrinya pergi ke kamar dan dia kembali bermain catur dengan sang mertua.
Cklek
Disha menaruh tasnya di meja rias lalu melesat ke kamar mandi. Wanita itu mengumpat pelan akan kelakuan Stella yang menguras emosinya. Sepertinya wanita itu memang sengaja cari masalah dengannya.
"Enggak suaminya enggak istrinya, keduanya sama sama sampah. " gumamnya dengan nada kesal.
Disha langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri di sana. Setelah selesai Disha mengenakan pakaiannya dengan segera. Wanita itu menjatuhkan dirinya di atas ranjang dan menyambar ponselnya. Merasakan jenuh dia memilih berselancar di dunia maya.
"Mantan model, wanita ini sangat cantik dan memiliki tubuh yang bagus tapi kenapa ke luar dari pekerjaannya ya? " tanya Disha dengan kening berkerut membaca gosip di sosial media.
"Wanita cantik seperti Vanya Zil saja bisa di ceraikan suaminya apalagi dengan aku wanita yang biasa saja. Aku harap pernikahanku dengan mas Arta akan langgeng sampai jadi kakek dan nenek. " gumam Disha penuh harap.
tut
Disha mengakhiri obrolannya dengan Hazel. Merasa lelah dia menaruh ponselnya di meja setelah itu berbaring di atas ranjang dan terlelap di sana.
Cklek
Arta masuk ke dalam, bibirnya melengkung mendapati istrinya tertidur di atas ranjang. Pria itu berjalan pelan mendekati wanita tercintanya. Dia langsung menunduk, memberikan kecupan manis di kening sang istri, lalu kembali berdiri dengan tegak.
Tring
Pria itu menoleh, mendapati ponsel istrinya berbunyi. Arta langsung berjalan menuju ke nakas lalu mengambilnya. Dia langsung membuka pesan yang justru membuat rahangnya mengeras.
From 081 xxx xxx
Aku Aldrich. Kenapa kamu begitu tega mengugurkan calon anak kita Disha, kenapa? Waktu itu aku telah bersedia bertanggung jawab padamu namun kamu menolaknya. Aku bisa berubah demi kamu dan melakukan segala hal demi kamu namun kamu memilih pergi dari sisiku Sha!
__ADS_1
Aku harap kelak kau akan menyesal telah membuang kesempatan yang aku tawarkan padamu Anaya Disha.
"Sialan. " Arta langsung menghapus dan memblokir nomor Aldrich. Dia pun begitu marah dengan pria brengshake yang berani mengusik istrinya.
"Ternyata kau berniat menyerang mental istriku Aldrich. Aku tak akan membiarkan kamu menyakiti wanitaku lagi. " gumam Arta dengan sungguh sungguh. Dia menaruh kembali ponsel istrinya ke tempat semula.
Pria itu naik ke atas ranjang, memperhatikan wanitanya dalam diam. Arta mencium kening dan bibir istrinya setelah itu bangkit dan menyambar ponselnya. Dia ke luar dari kamar tanpa berpamitan pada sang mommy dan mertuanya.
Arta melajukan roda empatnya menuju kediaman Aldrich salam keadaan marah. Tiba di kediaman Darvis, Arta segera turun dari mobil dan menggedor pintu.
Pria itu masuk begitu saja dan berteriak memanggil Aldrich. Aldrich datang setelah mendengar nama dirinya di teriaki dengan keras.
"Kau? "
Bug
bug
Arta melayangkan beberapa pukulan keras ke wajah Aldrich. dia pun meluapkan emosi nya pada rival nya super brengshake ini. Arta menarik kerah Aldrich dengan erat, sorot matanya menunjukkan kemarahan.
"Kau benar benar sialan Al, berani beraninya kamu menyalahkan istriku atas apa yang terjadi. " bentak Arta
"Kau kira siapa hah, kau hanya pria brengshake yang menjadi mimpi buruk untuk Disha. " umpat Arta.
Aldrich menepis tangan Arta, dia membalas memukulnya. Keduanya saling berkelahi, mendengar keributan membuat orang tua Aldrich turun. Paruh baya itu berusaha melerai keduanya, Arta tampak belum puas memberi pelajaran untuk Aldrich.
"Nak Arta sebenarnya ada apa, kenapa kamu datang datang memukul Aldrich? " tanya Tuan James pada tamunya.
"Putra anda yang brengshake ini berani mengirim pesan pada istriku tuan. Dia sengaja ingin membuat mental istriku kembali down. " ungkap Arta.
Tuan James terkejut mendengarnya, dia melirik sang anak sekilas. Arta kembali melayangkan pukulannya setelah itu memberi ancaman serius pada Aldrich dan berlalu pergi. Setelah kepergian Arta, Tuan James menoleh kearah sang anak.
"Kau cemburu hingga berani mengusik kehidupan Disha lagi Al. Apa kau kehilangan akal sehatmu, harusnya kamu malu setelah apa yang kau lakukan padanya. " ucap Tuan James dengan nada dinginnya.
Tuan James menghela nafas berat, dia benar benar lelah akan kelakuan putranya yang kelewat batas ini. Bukannya intropeksi diri justru membuat masalah baru. Aldrich langsung pergi begitu saja menghiraukan teriakan sang Daddy.
__ADS_1