My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 37 Sebuah Racun?


__ADS_3

Malamnya


Di dalam kamar Stella mengumpat pelan setelah mendapat informasi. jika salah satu orang suruhannya gagal melenyapkan Disha.


"Sial aku gagal, tapi aku tak akan menyerah begitu saja. " gumam Stella. Wanita hamil itu tentu saja bangkit, dia mengambil sesuatu dari dalam nakas. Sebuah botol kecil di tangannya, Stella tersenyum licik. Dia menyimpannya ke dalam tas.


Dia langsung ke luar dari kamar, lalu turun ke bawah. Stella berpamitan pada sang mertua dengan alasan jalan jalan sebentar. Wanita hamil itu mengendarai mobilnya menuju ke sebuah rumah sakit. Sebelumnya dia mengganti pakaiannya agar tak ada yang mencurigai dirinya.


Salah satu orang yang dua bayar masih menunggu di rumah sakit. Stella segera menepikan mobilnya, Anjani masuk ke dalam mobilnya. Keduanya mengobrol dengan serius kali ini.


"Kau harus berhasil melakukan tugasmu kali ini Jani! "


"Aku mengerti nona. " jawab Anjani sambil memakai masternya.


Skip


Di rumah sakit


Keduanya langsung mencari keberadaan ruangan rawat Disha. Stella dan Anjani tentu saja menjaga sikap agar tak ada yang mencurigainya. Keduanya segera bersembunyi kala melihat dua bodyguard berada di depan ruangan Disha.


"Sial, ternyata ruangan wanita itu di jaga ketat. " umpat Stella. Anjani berusaha menegurnya namun dia abaikan Stella.


"Kamu alihkan perhatian dua bodyguard, biar aku yang masuk ke dalam bagaimana? "


"Oke aku pergi dulu. " Anjani langsung menghampiri kedua bodyguard dan bertanya. Setelah dua bodyguard itu di bawa pergi, Stella muncul dan bergegas masuk ke dalam ruangan Disha.


Di dalam ruangan tak ada siapapun, mendengar suara kucuran air membuat Stella yakin jika Disha tengah mandi. Dia menatap sekelilingnya, matanya berbinar cerah menemukan makanan yang ada di atas meja.


Stella tentu saja dengan cepat membuka wadah makanan. Lalu mengeluarkan sebuah botol obat membukanya. Dia langsung menuangkan obat itu ke dalam makanan setelah itu menutupnya kembali. Stella segera menaruh di atas meja setelah itu ke luar dari sana sebelum ketahuan.


Hah


Disha muncul dari kamar mandi. Jantungnya berdebar kencang, melihat pemandangan mengerikan barusan. Wanita hamil itu tentu saja langsung mengusap perutnya yang sedikit terlihat.


Brak

__ADS_1


"Eh ada apa? " tanya Disha pada bodyguard yang membuka pintu tiba tiba.


"Maaf nyonya tadi ada yang berusaha menipu kami! "


"Apa penipu itu datang ke ruangan nyonya? " tanya pria berkepala plontos. Disha tentu saja meminta para bodyguard untuk diam. Wanita hamil itu menghampiri makanan di atas meja, dia ingin mencicipinya namun dia urungkan.


Huwek


"Tolong buang makanan ini ke tong sampah. " Disha menyerahkan plastik berisi makanan pada bodyguardnya. Wanita hamil itu kembali ke kamar mandi. Sementara pria satunya memilih menunggu di luar hingga Arta datang.


Beberapa saat berlalu Disha kembali ke luar. Bertepatan dengan sang suami masuk ke dalam, Arta langsung membantunya naik ke atas ranjang.


"Kamu udah selesai makannya? " tanya Arta.


"Belum mas, makanannya aku buang. Aku tiba tiba mual mencium baunya, biasanya aku enggak kayak gini. " sesal Disha. Arta mengulas senyumnya, dia tentu saja tak marah.


"Sudah enggak papa, aku enggak marah kok. " ujar Arta. Disha mengangguk, dia memilih mengambilkan roti yang dia bawa untuk sang istri.


Tok


Si Bayu masuk ke ruangan membuat Arta dan istrinya mengernyit heran. Bayu menghela nafas pelan, berusaha menenangkan kegugupannya.


"Ada apa Bayu? " tanya Arta.


"Begini Pak bos, tadi nyonya bos menyuruh saya membuang makanan. Saya melihat kucing memakannya namun setelah makan, kucing itu justru mati keracunan. " ungkap Bayu dengan jujur.


Disha tentu saja terkejut mendengar penjelasan Bayu barusan. Wanita hamil itu terdiam, tiba tiba dia teringat dengan seseorang yang buru buru ke luar dari ruangannya tadi. Arta berdecak pelan, dia segera menyuapi istrinya makan hingga habis.


"Jangan jangan ada yang ingin meracuni Disha dengan makanan? " tanya Arta dalam hati.


"Bayu, sebaiknya segera beristirahat ini sudah larut malam dan besok pagi tanyakan pada bagian keamanan mengenai cctv rumah sakit. " tegas Arta.


"Permisi pak bos. " Bayu langsung ke luar dari sana. Arta berbalik memperhatikan istrinya yang tampak khawatir.


"Sebaiknya tidur sekarang sayang, urusan ini biar aku yang urus. " ujar Arta dengan lembut. Disha mengangguk, dia membiarkan suaminya menyelimuti tubuhnya. Arta sendiri bangkit dan memilih berbaring di sofa.

__ADS_1


Keesokan harinya Mommy dan Daddy Arkana datang berkunjung. Mereka membawakan pakaian ganti untuk Arta dan Disha. Selain itu mereka juga membawakan sarapan.


Arta membantu istrinya bersih bersih si kamar mandi sekalian mengganti pakaian mereka. Setelah selesai Arta mengantar istrinya duduk bersandar di ranjang. Dia membiarkan sang mommy menyuapi istrinya.


"Nak, ada apa kenapa kamu terlihat sangat gelisah sekali? " tanya Daddy pada sang menantu.


"Nanti aku ceritain Dad. " Arta langsung bangkit, mengajak mertuanya menuju ke ruang keamanan di rumah sakit. Pria itu langsung meminta petugas untuk menunjukkan cctv di ruangan sang istri.


Arta menjelaskan kejadian semalam pada sang mertua. Dia langsung meminta berhenti, mencoba mengenali sosok wanita yang berada dalam ruangan istrinya.


"Wanita sialan ini sepertinya berusaha meracuni istriku. " geram Arta.


Daddy Arka terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi salah satu teman lamanya. Selesai berbicara, Daddy Arkana menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.


"Salin video ini dan kirimkan ke nomorku. " ujar Arta.


"Baik Tuan Arta. "


Mereka ke luar dari sana dan kembali ke ruangan Disha. Arta tentu saja merasa marah pada dirinya sendiri. Dia memukul tembok di sekitarnya, Daddy yang melihatnya menghampiri sang menantu.


"Kita harus berpikir tenang Arta, Ayah sudah menghubungi teman lama ayah tadi. " ujar Daddy Arkana. Pria paruh baya itu langsung memeluk menantunya kemudian melepasnya.


Keduanya memilih mengobrol di luar ruangan. Mereka tak ingin Disha semakin stres jika turut memikirkan kejadian ini. Arta tentu saja tak akan tinggal diam, sudah dua kali istrinya hampir celaka.


"Hanya satu orang yang membenci istriku, tapi aku tak memiliki bukti. Sebaiknya aku harus menyelidiki nya lebih dulu. " batin Arta.


Arta mengusap wajahnya kasar. Dia berusaha mengontrol dirinya agar tetap tenang. Jika tak mengingat dirinya saat ini berada di rumah sakit, Arta pasti sudah mengamuk sejak tadi.


"Nak, Disha mencari kamu sejak


tadi. " ujar mommy yang ke luar dari ruangan.


"Dad aku masuk dulu. " Arta langsung masuk dan menemui istri tercintanya. Mommy bergabung bersama Daddy Arkana. Pasangan suami istri itu saling berpelukan satu sama lain. Disha menikmati dekapan hangat prianya yang selalu membuatnya aman dan nyaman.


"Mas mohon, fokus saja pada kesehatan kamu dan calon bayi kita sayang. " bisik Arta.

__ADS_1


"iya mas dan maaf telah buat kamu khawatir. " ucap Disha. Arta menggeleng, pria itu menciumi kening dan bibir wanitanya sekilas.


__ADS_2