My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 13 Rahasia Stella


__ADS_3

Setelah bangun kesiangan, Stella segera mandi untuk bersih bersih. Wanita itu langsung turun ke bawah, menemui suami dan mertuanya di meja makan.


"Enak sekali ya kamu bangun kesiangan seperti ini? " tegur Nyonya Aliana dengan wajah datarnya.


"Mom. " protes Aldrich pada sang Ibu yang di balas dengusan nyonya Aliana.


Stella mendadak kesal akan sikap mertuanya yang mencari masalah dengannya ini. Dia mencoba menahan emosinya akibat ulah mertuanya saat ini. Kini mereka sarapan dalam suasana dingin dan canggung.


Selesai sarapan Mommy dan Daddy pamit pulang pada Aldrich. Sepeninggal kedua paruh baya tersebut, Stella langsung memeluk suaminya. Pria itu bangkit, mengajak istrinya ke ruang tengah dan mengobrol di sana. Aldrich telah meminta pelayan membereskan meja makan.


"Mommy kenapa sih sayang, kayaknya mommy tuh enggak suka banget sama kehadiran aku di sini. " keluh Stella dengan wajah sedihnya.


"Nanti aku akan berbicara dengan mommy dari hati ke hati sayang. " balas Aldrich dengan halus.


Demi menyenangkan hati istrinya, Aldrich mengajak Stella berbelanja. Stella tentu saja sangat senang, wanita itu segera bersiap siap setelah itu ke luar dari mansion. Mereka masuk ke dalam mobil, sopir melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang.


Di Mall


Aldrich membiarkan istrinya berbelanja sesukanya. dia telah menyerahkan kartu tanpa limit pada Stella. Pria itu kini asyik duduk di sofa sambil memainkan ponselnya dengan santai.


Satu jam berlalu Stella baru menghampiri suaminya, dia telah selesai membayarnya. keduanya langsung ke luar dari mall, Aldrich menaruh barang istrinya ke dalam jok belakang.


Dering ponselnya membuat Stella sedikit menjauh. Wanita itu mengumpat pelan, segera mengirimkan sejumlah uang ke rekening pria yang mengancamnya. Setelah selesai Stella langsung masuk ke dalam mobil.


Tiba Di Mansion, Stella segera menaruh barangnya di dalam kamar. Suara dering ponsel milik suaminya menyita perhatiannya, namun Aldrich lebih dulu mengambilnya.


"Halo Lian ada apa? " tanya Aldrich.


"Ada klien yang ingin bertemu dengan Anda tuan! "


"Aku akan ke kantor sekarang. " Aldrich menutup ponselnya, pria itu segera menaruh ponselnya lalu melesat ke kamar mandi.


Setelah selesai dia langsung ke luar, memakai pakaian kerjanya. Stella mendatanginya, membantunya sedikit merapikan dasi sang suami.

__ADS_1


"Sayang aku pergi dulu, ada klien yang ingin bertemu denganku. " Aldrich mencium bibir Stella setelah itu pergi. Setelah kepergian sang suami, wanita itu justru mengambil ponselnya.


Stella mengganti pakaian nya, mengambil tasnya lalu ke luar. Wanita itu lekas masuk ke mobil dan melesat meninggalkan mansion sang suami.


Skip


Di Restauran


Stella kini bertemu dengan teman temannya, Dania dan Gabby. Dania terkejut dengan penampilan baru teman mereka itu.


"Pakaian yang kau pakai sangat mahal Ste, apa kau berhasil merayu pria kaya? " tebak Dania dengan mata memicing curiga.


"Yups. Aku sekarang telah menjadi istri dari Aldrich Reid Darvis. " ungkapnya penuh kesombongan. Dania dan Gabby terbelalak mendengar pengakuan Stella barusan.


Stella menarik kursi kemudian duduk berhadapan dengan kedua temannya ini. Wanita ini tampak elegan berbicara dengan Dania dan Gabby. Gabby meminta triks dari Stella agar bisa merayu pria kaya untuk dia jadikan sugar daddy. keduanya begitu kagum dan iri dengan keberhasilan yang di capai oleh Stella.


Stella juga mengeluhkan perihal sikap mertuanya pada kedua sahabatnya. Dania memberikan nasehat pada Stella untuk bersabar saat ini dan wanita itu mengangguk pelan.


Pelayan datang membawakan pesanan mereka. Stella dengan santai menyesap cappucino secara perlahan.


"Tidak, justru Aldrich semakin tergila gila padaku, karena dia begitu memuji kehebatanku di atas


ranjang. " ceplosnya seraya tersenyum miring. Gabby tergelak mendengarnya, dia mengeplak lengan sahabatnya ini.


Stella juga mengatakan bagaimana Aldrich yang begitu memanjakan dirinya. Dania hanya bisa iri dengan keberuntungan yang di miliki Stella saat ini.


Dering ponselnya Stella menyita perhatian mereka semua. Wanita itu mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu membaca pesan dari seseorang.


From Dean


Stella, kapan kamu pulang sayang. Anak kita merindukan kamu saat ini.


Stella menggertakkan giginya, dia tampak kesal dengan pesan yang di kirimkan Dean padanya.

__ADS_1


Me


Cukup, aku kirimkan uang untuk kamu dan jangan ganggu aku lagi Dean. Mengenai Mawar sebaiknya kamu urus saja anakmu itu.


Setelah membalas pesan Dean dan memblokir nomornya, Stella segera mengirimkan sejumlah uang ke rekening mantan suaminya itu.


Dia menghela nafas panjang, menyimpan ponselnya dalam tas. Dania dan Gabby saling melirik satu sama lain, keduanya tampak kebingungan melihat Stella yang marah marah sendiri.


"Ste, ada apa kenapa kamu marah? " tanya Gabby dengan kening berkerut.


"Biasa lah Gab, rentenir yang meneror aku untuk segera melunasi hutang ku dan aku sudah mengirimkannya uang. " ujar Stella sambil tersenyum, berusaha tak gugup dan panik.


Dania mengangguk percaya, mereka langsung fokus pada makanan masing masing. Stella bernafas lega, kedua temannya tak lagi bertanya padanya.


Stella Pov


Aku harus berhati hati, jangan sampai Aldrich dan lainnya mengetahui jati diriku sebenarnya. Aku tak ingin kemewahan yang aku dapatkan saat ini lenyap hanya karena masa lalu ku itu. Sepertinya aku perlu mengawasi Dean, memastikan pria tak berguna itu tak muncul di kehidupanku saat ini. Apalagi jika kedua mertuaku sampai tahu hal ini, mereka pasti akan mencari celah menyingkirkan aku dari sisi Aldrich.


Stella mengajak keduanya pergi, ketiganya langsung masuk ke dalam. Stella sengaja mengajak kedua sahabatnya berbelanja di mall. Dia ingin melupakan beban masalah yang saat ini memenuhi kepalanya dengan shopping.


Di Perusahaan


Aldrich berhasil memenangkan tender, selain itu dia juga berhasil menjalin kerja sama dari perusahaan EAA Grup. Pria itu kini berada di dalam ruangan kerjanya, ob datang membawakan secangkir kopi untuknya setelah itu pergi dari sana.


"Sepertinya hari ini hari keberuntungan aku, semenjak menikah dengan Stella banyak hal baik yang datang dalam hidupku. " gumam Aldrich sambil tersenyum lebar. Pria tampan itu mengambil ponselnya, lalu menghubungi istri tercintanya saat ini.


"Halo sayang kau ada di mana Ste? " tanya Aldrich pada istrinya.


"Honey aku berada di mall bersama kedua temanku, kamu enggak marah 'kan? " tanya Stella dengan nada manjanya.


"Tentu saja tidak, belanja lah sesuka hatimu sayang dan jangan lupa beli lingerie yang banyak. " Setelah beberapa menit mengobrol dengan istrinya, Aldrich mengakhiri sambungan telepon nya.


Dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Aldrich segera menyesap kopinya dengan santai, saat ini dia berada dalam mood yang bagus.

__ADS_1


"Jika mommy dan daddy tahu dengan keberhasilanku ini mereka pasti akan bangga padaku. " batin Aldrich menerka nerka.


__ADS_2