
Tak berselang lama Liora berhasil melahirkan anak mereka yang berjenis kelamin laki laki.
Dewa Alvares Darvis
Si kecil Nelly begitu menyayangi adik laki lakinya itu. Aldrich menciumi kening istrinya, dia begitu bahagia akan kelahiran putranya ini.
"Aku ingin menggendong Dewa. " ucap Aldrich. Liora menyerahkan putranya pada sang suami. Hot Daddy itu tampak berhati hati sambil mengikuti cara cara yang di ucapkan istrinya.
cup
"Selamat datang di dunia boy, Daddy sangat bahagia melihatmu lahir ke dunia. " gumam Aldrich sambil tersenyum.
Liora sendiri mengulas senyumnya, memperhatikan interaksi sang suami dengan si kecil Dewa. Setelah puas menggendong sang anak, Aldrich menaruh putranya ke dalam box bayi. Nelly memperhatikan adik bayinya yang tertidur.
Aldrich sendiri menciumi wajah istrinya. Liora terkekeh pelan, wanita itu memeluk tubuh suaminya. Mereka bertiga begitu bahagia akan kehadiran Dewa. Pria itu meminta sang istri untuk beristirahat. Lalu dia mengajak Nelly duduk di sofa.
Sore harinya Arta dan istrinya datang menjenguk. Keduanya memberikan selamat pada Liora dan Aldrich atas kelahiran Dewa.
"Aku turut bahagia melihat keluarga kecil kalian telah lengkap. " ungkap Disha dengan tulus.
__ADS_1
"Terimakasih ya Sha. " sahut Liora sambil tersenyum.
Disha mengangguk, wanita itu segera melihat si kecil yang begitu tampan. Dia tak henti hentinya menciumi Dewa dengan gemas. Arta berdecak pelan melihat kelakuan istrinya itu.
Liora tertawa pelan melihat kelakuan dua temannya yang lucu. Mereka semua telah berdamai dengan masa lalu. Baik Disha dan Aldrich telah menemukan kebahagiaan masing masing.
Aldrich sendiri berharap banyak agar sang putra tak mengalami apa yang dia alami akibat perbuatannya. Dia dan Liora akan mendidik Nelly dan Dewa dengan sebaik mungkin.
Hot daddy itu merasa bersyukur di temukan wanita yang tepat untuknya dan mau menerima semua masa lalu buruknya.
Tak lama Disha dan suaminya pamit pulang, Nelly ikut bersama mereka. Aldrich tak ingin putri kecilnya itu sakit jika ikut menginap di rumah sakit.
"Sayang mau ke mana? " tanya Aldrich dengan sigap.
Wanita cantik itu meminta suaminya berbaring di sebelahnya, Aldrich menurut. Dia membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami tercinta.
Keduanya terus mengobrol hingga malam. Aldrich lebih dulu membelikan makanan untuk sang istri lalu menyuapinya. Usai makan malam keduanya lantas beristirahat sambil berpelukan.
Dua hari kemudian
__ADS_1
Aldrich membawa istri dan putranya pulang. Tiba di Mansion, kepulangan mereka di sambut para sahabat dan keluarga. Si kecil Dewa kini menjadi rebutan orang tua Aldrich. Nelly turut serta bersama opa dan omanya.
Kini kediaman Aldrich tampak ramai. Dia membiarkan si kecil bersama opa dan omanya. Hot daddy itu pamit pada keluarganya, dia mengajak Liora menuju ke kamar.
"Mas, kamu temani saja yang lainnya. Aku mau istirahat bentar, atau baring deh. " ucap Liora.
"Yakin gak mau aku temani? " tawar Aldrich yang di tanggapi gelengan oleh sang istri.
Tak lama mommy datang membawa si kecil Dewa. Mommy pun menyerahkannya pada Liora kemudian ke luar dari kamar di ikuti Aldrich.
"Kenapa sayang kamu lapar lagi ya. " Liora mengulas senyumannya. Wanita itu tampak bahagia melihat sang anak tampak lahap. Di usap nya wajah polos putranya dengan penuh kelembutan.
Setelah selesai minum, si kecil Dewa memperhatikan wajah sang mommy dengan tatapan polosnya. Liora menciumnya dengan gemas lalu menepuk pahanya pelan.
"Tidur ya sayang. " Liora lekas bangun, dia menaruh sang anak ke dalam box bayi. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya.
"Cepatlah besar sayang agar kamu bisa bermain dengan Nelly, kakak kamu. " gumam Liora.
"Keluarga kecilku telah lengkap sekarang. "
__ADS_1
Liora berharap keluarganya akan selalu bahagia selamanya. Tak ada lagi yang dia inginkan. Nelly putrinya telah mendapatkan kasih sayang yang utuh dari Aldrich, sebagai daddy nya.
Matanya mengembun, dia teringat dengan mendiang orang tuanya. Liora hanya bisa mendoakan yang terbaik. Fokusnya kembali tertuju pada bayi tampannya .