
Arta dan Disha sengaja mengundang Aldrich dan istrinya makan siang di restauran milik pria tampan itu. Entah apa yang tengah dia rencanakan saat ini.
Saat ini kedua pasangan itu tengah bersiap siap. Mereka ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Keduanya berpamitan lebih dulu pada mommy dan daddy.
"Arta, jaga istri kamu baik baik. " tegur mommy untuk kesekian kalinya.
"Iya mom, aku sudah memastikan kondisi aman untuk Disha. " tegas Arta sambil tersenyum. Merekapun pergi ke luar, keduanya masuk ke dalam mobil. Sopir mengantarkan mereka menuju ke Restauran.
cr pinterest
Aldrich dan Stella ternyata telah datang duluan. Arta membantu istrinya duduk dengan hati hati. Stella yang melihatnya tersenyum sinis.
"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan pada kami? " tanya Aldrich membuka percakapan.
"Aku ada kejutan untuk kalian berdua, pasti kalian suka. Namun sebelum itu kita makan siang bersama lebih dulu. " seru Arta sambil tersenyum penuh makna.
Masing masing langsung memesan makanan pada pelayan. Setelah itu mereka mengobrol sebentar di sana. Beberapa saat berlalu pelayan datang menyajikan makanan mereka. Bertepatan dengan itu Dean datang ke sana.
"Ehem aku boleh gabung? " tanya Dean.
uhuk
uhuk
Stella terkejut melihat sosok mantan suaminya. Dean tampak gagah mengenakan pakaian kemeja. Wanita hamil itu langsung meneguk minuman, berusaha mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"Tentu saja boleh dan pesan saja makananmu. " ujar Arta dengan senyuman tipisnya. Dean tentu saja langsung memanggil pelayan.
Tak lama mereka makan siang bersama. Diam diam Stella melirik kearah Dean kemudian menundukkan kepalanya. Wanita itu tampak gugup melihat sosok mantan suaminya yang sangat jauh berbeda.
Setelah tiga puluh menit berlalu, Arta langsung mengenalkan Dean pada Aldrich dan istrinya. Dean tersenyum tipis memperhatikan pasangan di depannya ini.
"Tuan Aldrich, saya mengenal istri Anda tuan. " ucap Dean sambil tersenyum.
"Oh iyakah, memangnya kalian mengenal di mana? " tanya Aldrich begitu penasaran. Dia merasa istrinya tak mengatakan apapun mengenai pria bernama Dean ini begitu pikirnya. Pria itu menoleh kearah Stella namun Stella hanya menggeleng.
Dean menyerahkan map pada Aldrich. Aldrich langsung mengambilnya, membukanya lalu membacanya dengan teliti. Dia langsung terkejut mendapati kenyataan tentang istrinya.
"Jadi Stella? " ujarnya terbata bata.
"Ya dia mantan istriku dan ibu kandung dari Keyla, bayi cantik yang di tinggalkannya. " ungkap Dean dengan wajah datar nya.
Pria itu mengungkap bagaimana Stella selama ini dan alasannya merahasiakan identitas dirinya. Stella tentu saja terkejut akan kenyataan mengenai mantan suaminya.
"Sayang, maafkan aku.. "
Plak
Aldrich melayangkan tamparan nya ke wajah sang istri. Semua orang terkejut dengan tindakan Aldrich barusan. Dia langsung menyeret pergi Stella dari sana meninggalkan Arta dan lainnya.
Arta menenangkan sang istri yang masih terkejut. Dia menoleh kearah suaminya, meminta penjelasan. Mau tak mau Arta menjelaskan semuanya pada sang istri. Disha menghela nafas berat, dia tentu saja mendukung rencana sang suami.
"Baiklah aku pamit pulang dulu, aku harus menemani Keyla dan Nia. " ujar sang duda tampan.
__ADS_1
"Terimakasih atas kerjasamanya Dean. " ucap Arta dengan tulus yang di angguki Dean. Setelah kepergian Dean, Arta kembali mengobrol dengan istrinya dengan santai. Calon hot daddy itu kembali mengusap perut sang istri dengan lembut.
Disha sendiri menyandarkan tubuhnya di sofa. Tangan mereka saling bertautan satu sama lain. Wanita cantik itu merasa beruntung atas apa yang dia miliki sekarang.
Di sisi lain Aldrich dan Stella kini bertengkar hebat di kediaman mereka. Stella menjerit sambil menangis di hadapan sang suami. Aldrich tentu saja merasa sangat marah. Selama ini dirinya di tipu habis habisan oleh istrinya.
"Katakan, kenapa kamu berbohong mengenai status kamu Stella. " bentak Aldrich dengan keras.Stella menangis tergugu, melihat bagaimana marahnya sang suami.
"Karena aku malu Al, aku mantan istri dari seorang pria miskin. Dan ternyata selama ini Dean telah membohongi aku. " jawab Stella sambil menangis.
Aldrich mengusap wajahnya kasar. Stella meminta suaminya untuk merahasiakan hal ini dari mommy dan daddy. Pria tampan itu hanya diam saja, tak menggubris omongan Stella.
Rasanya Stella tak bisa dia percaya lagi, bagaimana bisa istrinya itu begitu gampangnya merahasiakan statusnya. Pria itu berlalu pergi begitu saja dari hadapan istrinya. Stella hanya bisa menangis, dan tak lama terdengar suara ringisan dari perut wanita itu.
"Kenapa harus sakit lagi sih hiks, kenapa. " jerit Stella geram pada calon bayinya. Namun rasa sakit itu kian bertambah, wanita itu menjerit kesakitan. Tubuhnya luruh ke lantai dan tak sadarkan diri di sana. Salah satu pelayan ada yang melihatnya, dia langsung memanggil sang majikan.
Aldrich turun ke bawah. Pria itu terkejut melihat istrinya jatuh tak sadarkan diri. Dia langsung berlari ke arah Stella, berusaha membangunkan sang istri.
Calon hot daddy itu langsung menggendongnya ke luar, masuk ke dalam mobil dan melesat kencang. Aldrich begitu panik melihat Stella tak sadarkan diri. Dia begitu khawatir dengan calon bayi dalam kandungan sang istri.
Skip
Di rumah sakit Dokter dan Suster langsung mendorong brankar Stella menuju ke ruangan tindakan. Aldrich menunggu di luar, pria itu segera menghubungi kedua orang tuanya. Beberapa menit berlalu Nyonya Aliana beserta Tuan James datang.
"Al sebenarnya apa yang terjadi? " tanya mommy dengan raut khawatirnya.
"Tadi aku dan Stella bertengkar mom, Aku tanpa sengaja membentak dia. " sesal Aldrich.
__ADS_1
"Astaga. " Nyonya Aliana hanya bisa menghela nafas berat. Diapun mengomeli putranya panjang lebar. Tuan James berusaha menenangkan sang istri. Doa meminta anak dan istrinya berdoa semoga Stella dan calon bayinya dalam keadaan baik baik saja.
Aldrich tampak mondar mandir. Dia begitu menyesali perbuatannya yang bisa saja membahayakan istri dan calon anak dalam kandungan Stella. Pria itu merutuki kebodohannya saat ini. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibir Aldrich.