
Setelah dua hari pemeriksaan Arta akhirnya di perbolehkan pulang. Kini mereka berada di dalam mobil, Disha memeluk suaminya dengan raut bahagia.
"Aku takut kehilangan kamu mas. " gumam Disha dengan mata berkaca kaca.
Arta mengecup sayang kening istrinya, dia juga merasakan hal yang sama seperti di rasakan istrinya. Sampai kapanpun dia rak akan pernah rela jika istrinya di rebut pria lain.
"Aku telah berjanji padamu, jika aku tak akan pernah meninggalkan kamu dan jagoan kita sayang. " sahut Arta sambil tersenyum.
Mereka kembali berpelukan dengan mesra di dalam mobil. Tak lama keduanya sampai di kediaman mereka, pasangan suami istri itu langsung turun.
Pintu mansion terbuka, semua orang datang menyambut kepulangan Arta.
"Surprise. " pekik mereka dengan senyuman lebar. Arta tentu saja sangat senang dengan kehadiran para sahabatnya. Mereka membiarkan pasutri itu masuk ke dalam dan pergi ke ruang tamu. Suasana ramai tercipta di kediaman Arta. Arta dan lainnya berbicara dengan para orang tua serta paman dan bibi.
Disha sendiri memilih bergabung bersama Nia, Hazel dan pasangan masing masing.
"Aku turut bahagia melihat Arta telah kembali sehat Sha. " ungkap Nia dengan senyuman lebarnya.
"Thanks you Nia, kapan nih hubungan kamu dan mas duda di resmikan? " tanya Disha dengan senyuman menggoda sang sepupu.
"Ehem hehe satu minggu dari sekarang Disha. " ungkap Nia dengan malu malu. Disha dan Hazel tergelak mendengar ekspresi Nia. Keduanya ikut bahagia dengan kabar yang di sampaikan Nia barusan.
Nia kembali fokus pada putri sambungnya yang asyik bermain boneka. Pengasuh datang menggendong si kecil, lalu menyerahkan pada sang majikan. Disha menciumi wajah tampak Alfred yang anteng dalam gendongannya.
"Bunda, Keyla mau cium adik bayi. " ucap Keyla dengan polosnya.
"Boleh sayang. " sahut Disha dengan senyuman hangatnya. Keyla langsung mendekat, bocah cantik itu menciumi pipi gembul Alfred. Nia yang melihatnya tersenyum simpul, dia mengacak rambut putrinya dengan halus.
Nia langsung menyuapi putrinya dengan potongan buah yang di kupas oleh pelayan. Disha menepuk bokong sana anak dengan lembut, bibirnya tak henti hentinya melengkung membentuk senyuman.
__ADS_1
Wanita cantik itu menyerahkan si kecil pada mbak Minah. Disha mengantar suaminya menuju ke kamar mereka meninggalkan yang lainnya di ruang tamu.
Skip
Kamar Disha dan Arta
Keduanya mengobrol di atas ranjang sambil bersandar di headboard. Disha penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh suaminya.
"Sejak kapan Aldrich mengejar ngejar kamu sayang? " tanya Arta penasaran.
"Dari satu minggu lalu setelah Aldrich bercerai dari Stella, tepatnya sebelum kamu mengalami kecelakaan. " ungkap Disha dengan nada lembutnya. Rahang Arta tampak mengeras, sepertinya kali ini dia perlu waspada menghadapi rivalnya itu.
"Selama satu minggu ini aku telah berusaha menghindarinya namun dia tetap saja mengejarku. " keluh Disha yang tampak tak nyaman. Arta langsung menggenggam tangan istrinya, menciumnya berulang kali.
Pria itu paham akan perasaan yang di rasakan istrinya saat ini. Arta merasa Aldrich mulai terobsesi ingin memiliki Disha sepenuhnya. Tentu saja dia tak akan membiarkan pria itu merebut wanitanya.
"Apa yang harus kita lakukan mas, aku sangat takut jika pria gila itu kembali menganggu ketenangan kita. " gumam Disha dengan raut paniknya.
"Lebih baik kamu di rumah saja sayang, jangan ke mana mana. Suruh saja salah satu bodyguard atau pelayan untuk ke luar jika membutuhkan sesuatu! "
"Iya mas Arta! " Disha pun membenamkan wajahnya di dada sang suami. Dering ponsel milik wanita itu berbunyi nyaring. Disha menjauhkan wajahnya, segera menyambar benda canggih itu.
Tubuhnya langsung bergetar hebat saat melihat sebuah video dirinya di masa lalu bersama Aldrich. Arta yang penasaran, segera merebutnya dan matamu membulat sempurna.
"Sialan. " umpat pria itu dengan geraman tertahan.
Prang Dia melempar ponsel istrinya ke lantai dengan keras. Dia menoleh ke samping, Arta berusaha mendekati istrinya. Disha justru menangis histeris, dia menolak bersentuhan fisik dengan sang suami.
"Pergi mas Arta. " pekik Disha sambil menangis terisak. Wanita itu tampak panik dan frustrasi. Arta pun kini mengepalkan tangan, dia kembali mendekati istrinya kemudian menariknya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Pria tampan itu tengah berusaha menenangkan sang istri yang tampak histeris. Disha memeluk suaminya dengan erat sambil meracau tak jelas. Sepertinya penyakit depresi Disha kembali kambuh karena ulah Aldrich.
"Sialan, pria itu memang tengah mencari masalah denganku. " umpat Arta dalam hati.
"Sayang dengar, itu cuma masa lalu lupakan kejadian itu. " pekik Arta sambil mengguncang bahu sang istri. Disha menatap sang suami sambil beruraian air mata. Wanita itu mengungkapkan keluh kesahnya di depan Arta.
"Pria gila itu pernah menyentuh aku mas hiks. " Disha segera mendorong suaminya, wanita itu lantas turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
Arta langsung menyusulnya ke dalam. Dia membulatkan mata melihat wanitanya menangis di bawah shower. Hatinya begitu teriris melihat sang istri kembali mengingat trauma nya. Dia langsung memeluk sang istri dengan erat setelah mematikan shower nya.
Satu jam berlalu
Arta membantu istrinya bangun. Tubuh Disha kembali kemas, dan jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan sang suami. Pria itu begitu panik, dia segera mengganti pakaian istrinya dan juga dirinya dengan cepat. Lalu membaringkan Disha ke atas ranjang, kemudian menghubungi dokter.
Tak lama Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Disha. Mommy Diandra masuk ke dalam kamar, cemas akan keadaan sang menantu. Arta menjelaskan perihal trauma istrinya di masa lalu pada dokter.
"Begini tuan, untuk saat ini jangan biarkan nyonya Disha sendirian. Psikisnya kembali terguncang karena mengingat hal yang menjadi penyebab traumanya. " jelas Dokter panjang lebar.
Arta tentu saja sakit mendengar keadaan istrinya saat ini begitu juga yang di rasakan mommy Diandra. Setelah itu dokter menyerahkan resep obatnya lalu pamit ke luar. Pria tampan itu kini menghampiri wanitanya.
Cup
Dia menggenggam tangan sang istri sambil menciuminya berulang kali. Arta menangis dalam diam, memperhatikan wajah pucat wanitanya.
Mommy menepuk pundak sang anak, meminta penjelasan. Mau tak mau Arta menjelaskan apa yang terjadi hingga membuat Disha kembali drop.
"Ya Tuhan Disha. " gumam mommy sambil membekap mulutnya. Wanita paruh baya itu terkejut dengan apa yang di alami putrinya.
"Nak biarkan istrimu istirahat, mommy perlu bicara sama kamu di bawah. " ucap mommy yang di angguki Arta. Keduanya langsung ke luar dan turun ke bawah. Meski begitu Arta meminta Hazel untuk menemani istrinya di kamar. Hazel tentu saja mengiyakan permintaan sepupunya itu. Dia penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Disha.
__ADS_1