My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 28 Kecurigaan Vanya


__ADS_3

Dan esok harinya Vanya ke luar dari kamar, menemui Aldrich di meja makan. Keduanya sarapan bersama, Vanya terus memperhatikan kekasihnya.


"Sayang apa kau mengenal Arta? " tanya Vanya secara langsung.


"Dia rekan Bisnisku, memangnya ada apa dan darimana kamu tahu tentang Arta? " ucap Aldrich dengan tatapan heran nya.


Vanya memberikan alasan mengenai dirinya yang berteman dengan Arta. Tentu saja Aldrich mempercayai omongannya. Vanya menghela nafas lega dan melanjutkan sarapan nya hingga habis.


"Apa kau juga mengenal istrinya Arta? " tanya Vanya lagi.


Deg


Aldrich terdiam membisu. Dia pun memilih berbohong daripada mengatakan kebenaran nya. Vanya mengangguk dan tak bertanya lagi. Selesai sarapan, pelayan datang membersihkan meja makan.


Pria tampan itu hendak pergi ke luar di susul Vanya, namun dering ponselnya menyita perhatian pria itu.


"Hallo. " ucap Aldrich.


"Sayang, kepulangan aku di ajukan. Besok aku akan kembali, kamu harus jemput aku di Bandara ya. " pinta Stella dengan antusias.


"Iya sayang. " Aldrich masih terkejut dengan pernyataan istrinya barusan. Vanya sendiri mendadak kesal, kenapa Stella harus pulang begitu cepat. Setelah menyimpan ponselnya dalam saku, Aldrich pun menoleh kearah sang kekasih.


"Seperti nya mulai nanti sore kita perlu menjaga jarak dan berhati hati. Istriku akan segera kembali, dan waktuku bersamamu akan berkurang nantinya. " ungkap Aldrich.


Raut wajah Vanya langsung berubah kecut mendengar penjelasan sang kekasih. Aldrich pun berusaha menghiburnya. Dia mengajak sang kekasih ke luar, keduanya masuk ke dalam mobil dan melesat cepat.


Sepanjang perjalanan keduanya terus mengobrol satu sama lain. Vanya merasa nyaman dengan Aldrich, dia tak menyesal telah berhasil mendekati pria tampan di dekatnya ini. Ternyata pria itu membawa Vanya ke salon, dia membiarkan sang kekasih merubah penampilannya.


Tring


From Stella


Sayang, aku tak sabar memberitahu kabar bahagia ini padamu!

__ADS_1


Aldrich mengerutkan kening membaca pesan dari istrinya. Dia pun begitu penasaran dengan apa yang ingin di beritahukan istrinya nanti sore. Dia langsung membalas pesan Stella agar wanitanya itu tak mencurigai dirinya.


Huh


Pria itu menghela nafas panjang, memilih memainkan ponselnya dengan iseng. Hingga dua jam berlalu mereka baru ke luar dari salon dan masuk ke mobil. Dan mereka melesat dari sana dengan kencang.


Setelah mengantar Vanya, pria itu langsung pergi ke rumah orang tuanya. Hari ini memang dia mengambil cuti, dia ingin menghabiskan waktu di rumah.


Skip


Mansion Darvis


"Al, di mana istrimu Stella beberapa hari ini? " tanya Nyonya Ariana pada sang putra.


"Stella ada urusan di luar kota Mom, nanti sore dia kembali. " jawab Aldrich dengan tenang.


"Urusan. Apa kau tak curiga sedikitpun padanya. Bagaimana kalau istrimu itu justru berselingkuh dengan pria lain nak? " tanya mommy dengan sorot meng intimidasi.


Aldrich POV


Tentu saja aku tak mencurigai istriku, karena akulah yang berkhianat dengan Vanya. Mengenai hubunganku dengan Vanya, mommy tak perlu tahu. Lagipula mommy pasti akan marah besar dan terus memojokkan aku nantinya. Sepertinya aku harus menjaga sikap aku agar mommy dan daddy tak mencurigai aku nantinya.


Aldrich POV end


"Ayolah mom, bisakah mommy bersikap baik pada Stella. Hanya aku yang dia punya sekarang, harusnya mommy dan daddy bersikap baik padanya. " pinta Aldrich sambil memohon.


Nyonya Aliana terdiam. Wanita paruh baya itu menekan egonya dan mengangguk kecil. Aldrich bisa bernafas lega, dia berharap sang mommy menepati ucapannya.


Skip


Aldrich kini berada di bandara. Pria itu tengah menunggu sang istri kembali. Seorang wanita turun dari pesawat dan berlari kearahnya.


Grep

__ADS_1


Stella memeluk pria yang sangat dia rindukan saat ini. Aldrich mengulas senyumnya, membalas pelukan istrinya. Dia mengajak istrinya ke dalam mobil, Wanita cantik itu mengeluarkan sebuah tespack. Dia pun menyerahkan langsung pada sang suami.


"Maksud kamu apa sayang? "tanya Aldrich tak paham.


"Aku hamil empat minggu. " jawab Stella dengan senyuman lebarnya. Dia menjelaskan keadaannya saat berada di dalam pesawat pada sang suami.


Aldrich tersenyum haru, pria itu lantas memeluk istrinya. Stella sendiri begitu senang melihat suaminya yang tampak bahagia mendengar kabar tak terduga darinya. Dengan kehamilan dirinya ini, Stella akan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.


Sepanjang perjalanan Aldrich terus menerus mengusap perut rata sang istri. Stella membiarkannya, wanita hamil itu justru memposting foto hasil usg di sosial media nya.


Di kediaman orang tua Aldrich, mereka langsung menemui mommy dan daddy. Keduanya memberitahu kan kabar bahagia ini pada mommy dan daddy. Stella juga membuktikan jika janin dalam perutnya milik


Aldric.


Nyonya Aliana terharu, dia langsung bangkit dan memeluk sang menantu. Diam diam Stella menyeringai miring, rencana pertamanya telah berhasil sekarang. Mommy melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah sang menantu dengan mata berkaca kaca.


"Maafin mommy ya Stella, selama ini mommy bersikap jahat sama kamu. Terimakasih atas kado terindah yang mommy terima saat ini. Mulai sekarang kalau perlu apa apa bilang lah sama mommy nak. " ujar Mommy Aliana.


"Aku sudah memaafkan mommy. " ujarnya sambil mengusap perut rata nya dengan lembut. Nyonya Aliana kembali duduk dengan tenang. Tuan James sendiri ikut bahagia dengan kabar kehamilan sang menantu.


"Ste, kamu dan Al nginap dulu sementara di sini ya sayang? " perintah mommy. Stella pun mengangguk setuju, Aldrich sendiri merasa gusar namun tetap menjaga sikapnya.


Mereka langsung pamit ke kamar. Aldrich membawa istrinya menuju ke kamar mereka. Keduanya memilih berendam di dalam jakuzzi sambil mengobrol. Kali ini tak ada kegiatan panas seperti biasanya. Aldrich berusaha menekan gairahnya agar tak menyakiti calon anak dalam perut istrinya.


Stella bersandar nyaman di dada sang suami, keduanya mengobrol mengenai kehamilan Stella. Wanita itu menjelaskan jika dirinya telah check up kandungan selama di luar kota.


"Mulai sekarang kau jangan minum wine, vodka dan lainnya. " tegas Aldrich melarang istrinya. Stella tentu saja menuruti perintah suaminya. Dia hanya perlu menjaga kandungannya dengan sebaik mungkin dengan cara menjaga pola makan dan minum. Selain itu dia tak boleh melakukan aktivitas berat.


Beberapa menit berlalu keduanya ke luar dan segera berpakaian. Aldrich mengajak istrinya beristirahat sejenak di atas ranjang. Ponsel milik pria tampan itu sejak tadi berdering namun di hiraukan Aldrich.


Di sisi lain Vanya tampak kesal teleponnya tak di angkat oleh Aldrich. Wanita itu merasa Aldrich telah mengabaikan setelah kepulangan Stella. Dia jadi ingin tahu sebenarnya apa yang membuat Aldrich mengabaikan dirinya.


"Kau sangat menyebalkan Al. " gumam Vanya. Semakin penasaran, Vanya memilih ke luar dari mansion Aldrich dan mencari tahu keberadaan kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2