My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 19 Persiapan pernikahan


__ADS_3

Mommy Diandra datang ke negara E, wanita paruh baya itu membantu menyiapkan pernikahan Arta dan Disha.


Saat ini mereka tengah berada di butik untuk fitiing baju pengantin. Sepanjang obrolan mommy Diandra di buat pusing akan sikap posesif putranya pada Disha.


"Jadi gaun dengan renda yang tak terlalu rendah bukankah seperti itu keinginan kamu Arta. " ungkap mommy pada sang anak.


"Iya Mommy! "


"Okey. " Mommy Diandra segera memilih gaun yang sesuai dan cocok untuk Disha. Disha langsung mencoba gaunnya,lalu menunjukkan pada sang suami. Arta tersenyum lebar, dia mengangguk setuju.


Disha segera menganti pakaiannya seperti semula. Arta kini tengah mencari tuxedo yang berwarna senada dengan gaun Disha. Pria itu tak terlalu ribet dengan pilihannya hingga tak butuh lama mereka sepakat untuk memilih tuxedo yang di pakai Arta tadi.


Arta dan Disha pamit lebih dulu, keduanya masuk ke dalam mobil dan menuju ke toko perhiasan.Mereka akan memilih cincin pernikahan yang sesuai dengan selera.


"Yang ini aja mas? " tunjuk Disha pada cincin polos.


"No. " Arta mengambil cincin berlian lalu mencobanya ke jari sang istri dan juga jarinya setelah itu meminta petugas untuk membungkusnya.


Disha menunggu suaminya yang masih mengurus pembayaran. Setelah selesai mereka kembali ke mobil dan melesat pergi. Kini mereka dalam perjalanan menuju ke restauran, Disha telah menghubungi sang mertua lebih dulu.


Skip


Kini mereka bertiga makan siang bersama. Disha mengobrol dengan sang mertua tanpa ada rasa canggung lagi.


"Mom, gimana kalau aku yang jadi anak mommy sedangkan mas Arta yang jadi menantu mommy. " ucapnya sambil terkikik geli.


"Lihat deh mom, lucu banget 'kan ya. aku jadi pengen ngurung dia di kamar aja sampai besok sore. " sahut Arta sambil tersenyum penuh arti.


Disha langsung menyenggol lengan suaminya dengan jengkel. pikiran Arta selalu mengarah ke sana ke sini bikin otak travelling. Mommy Diandra tergelak melihat perdebatan anak dan menantunya.


"Sudah sudah lanjutkan makan kalian. " tegur mommy.


Beberapa menit berlalu mereka bertiga telah selesai makan. Arta langsung memanggil pelayan lalu membayarnya. Mereka langsung bangkit, masuk ke mobil masing masing. Mommy Diandra bersama sopir jalan lebih dulu di susul Arta dari belakang.

__ADS_1


Di Mansion


Mereka langsung membersihkan diri di kamar masing masing. Disha mengenakan dress, rambutnya dia kepang ke belakang. Setelah selesai dia langsung turun ke bawah, menemui mommy di ruang tengah.


"Mommy lihat apa? " tanya Disha sambil menaruh ponselnya di atas meja.


"Ini album foto saat Arta masih kecil dulu sayang, kamu mau lihat Sha? " tanya mommy yang di angguki Disha.


wanita paruh baya itu memberikan albumnya pada sang menantu. Disha membuka satu persatu, dia langsung tertawa melihat foto masa kecil suaminya plus cerita dari sang mertua mengenai Arta.


Arta datang, bergabung bersama mereka. Pelayan membawakan camilan dan minuman untuk ketiganya, setelah itu pamit pergi.


"Mas foto kamu yang botak ini lucu deh, aku jadiin walpaper ponsel ya? " ujarnya seraya meledek sang suami.


"Mom kenapa kamu buka aib masa kecilku sih. " protes Arta pada sang ibu. Mommy Diandra hanya tertawa mendengar ucapan sang putra. Pria itu semakin jengkel saat tahu istrinya pasti akan meledeknya habis habisan.


Arta melipat tangannya di dada melihat dua wanita kesayangannya tengah asyik menertawakan dirinya. Diapun memilih mengalah, bibirnya melengkung melihat tawa lepas dari sang istri.


"Aku suka senyum dan tawamu sayang. " batin Arta.


Glek


"Er sepertinya aku telah salah membangunkan singa yang


tertidur. " gumam Disha dengan pelan.


Arta sendiri mengerlingkan mata genit nya kearah sang istri. Disha mendengus geli melihat tingkah nakal sang suami. Dia memilih kembali melihat foto masa kecil Arta.


Arta sendiri menyesap kopinya dengan santai. Dia memperhatikan sang istri setelah menaruh cangkirnya di atas meja. Mommy Diandra langsung pamit ke kamar, sepertinya wanita paruh baya itu ingin istirahat sebentar. Setelah kepergian sang mommy, Arta mendekati istri tercintanya.


cup


Pria itu merengkuh pinggang sang istri dan memperdalam ciumannya. Disha memejamkan mata sebentar, lalu membukanya dan membalas ciuman Arta. Tangannya terulur menyentuh wajah tampan suaminya ini.

__ADS_1


"Aku beruntung memiliki suami sebaik kamu mas Arta! "


"Aku juga, nanti malam lagi ya sayang. aku begitu candu akan rasamu yang memabukkan baby! " bisik Arta di telinga istri nya. Disha merasa malu dengan ucapan frontal sang suami. Dan mereka mengobrol kecil membicarakan rencana honeymoon dan apa saja persiapannya.


Skip


Tepat jam delapan malam setelah makan malam. Arta telah selesai mengunci pintu kamarnya. Pria itu telah bertelanjang dada, lalu naik ke atas ranjangnya. Disha sendiri baru ke luar mengenakan lingerie berwarna merah, menyemprotkan pewangi ke tubuhnya.


Wanita itu menoleh, tersenyum manis memperhatikan suaminya dari kejauhan.


"Mas Arta berhak mendapatkan jatah nya lagi, dia suamiku sekarang dan selamanya. " gumam Disha.


Dia berjalan anggun menghampiri sang suami. Arta segera menariknya, membaringkannya di atas ranjang. Pria itu menyentuh wajah istrinya lalu membelainya dengan lembut.


cup


Arta mulai melepaskan penghalang di tubuh mereka lalu mulai melakukan hubungan suami istri. Malam yang dingin menjadi panas bagi dua insan suami istri saat ini. Suara merdu Disha membangkitkan hasrat terpendam Artanza.


Dan malam ini menjadi malam yang panjang bagi Arta dan Disha. Disha begitu menikmati sentuhan sang suami yang begitu memabukkan. Hubungan kali ini terasa begitu indah selain status mereka yang resmi, dia juga telah rela memberikan hak sang suami.


Hingga menjelang pagi Arta baru mengakhiri percintaan panas mereka. Pria itu memagut sebentar bibir sang istri, menarik selimut menutupi tubuh keduanya.


"Terimakasih sayang, hasratku terpuaskan olehmu dan apa aku bisa meminta hakku di hari berikutnya baby? " tanya Arta dengan lembut.


"Tentu saja boleh mas, kamu adalah suamiku. Kamu berhak meminta hakmu kapanpun itu. " jawab Disha sambil tersenyum.


"Tolong nasehati aku mas jika aku bersalah dalam mengambil keputusan. " pinta Disha yang di angguki Arta.


Arta membawa istrinya ke dalam pelukan. Pria itu berkali kali menciumi pucuk kepala Disha dengan lembut. Disha sendiri merasakan nyaman bersama suaminya ini. Arta selalu mampu membawa ketenangan dalam dirinya. Dia juga tak merasa menyesal menerima Arta dalam hidupnya.


"Aku wanita beruntung yang bisa di nikahi olehmu mas Arta.Semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk kamu hubby. " batin Disha penuh harap.


"Sudah malam, kita tidur ya

__ADS_1


sayang. ". ucap Arta. Disha pun mengangguk, perempuan itu memejamkan kedua matanya. Tak lama terdengar suara dengkuran halus, Arta tersenyum tipis dan menyusulnya memejamkan mata.


__ADS_2