
Aldrich semakin menggila setelah mendapati perusahaan miliknya mengalami penurunan drastis. Banyak para klien yang mencabut sahamnya dari perusahan milik Aldrich termasuk Arta.
"Ini pasti ulah Arta. " gumam Aldrich dengan tatapan penuh kebencian.
Aldrich langsung bangkit, dia ke luar dari kediamannya. Bertepatan dengan orang tuanya datang berkunjung.
"Mau ke mana kamu Al? " tanya Tuan James pada putranya.
"Menemui Arta, diapun harus bertanggung jawab atas perusahaanku yang bangkrut Dad. " geram Aldrich.
Plak
Tuan James mulai jengah dengan kelakuan anaknya yang semakin gila dan mengkhawatirkan. Pria paruh baya itu memukul wajah sang anak agar sadar.
"Kau juga brengshake Al, kau pria paling munafik yang menginginkan istri orang. Apa otak kamu tak di pakai, dulu di masa lalu kamu menganggap Disha sebagai
sampah. " bentak Daddy emosi.
"Rasa yang kamu miliki itu hanya sekedar obsesi Aldrich, Daddy minta tolong hentikan kegilaanmu ini. " tegas Tuan James pada putranya.
Nyonya Aliana hanya mampu menangis, melihat putranya yang begitu gila dan nekat.
"Aku menginginkan Disha Dad, sampai kapanpun aku tak akan membiarkan Arta memiliki
wanitaku. " teriak Aldrich.
__ADS_1
Tuan James langsung memanggil dua bodyguard, meminta menyeret Aldrich ke dalam. Dia mengabaikan teriakan sang anak, kedua paruh baya itu masuk ke dalam dan menyusul ke lantai atas.
Tak lupa dia juga memanggil dokter untuk menyuntik sang anak. Dokter datang memenuhi panggilan Tuan James. Setelah selesai mereka keluar dari sana, Tuan James mengunci kamar putranya.
Di ruang tamu, keduanya kini menyaksikan tayangan acara hari ini. Kebangkrutan perusahan Darvis grup menjadi trending di sosial media. Tuan James begitu kesal, dia merasa putranya itu tak mampu menjalankan tugasnya sebagai CEO.
"Apa yang harus kita lakukan Dad? " tanya Mommy Aliana pada sang suami.
"Nanti akan Daddy pikirkan mom. Aldrich benar benar sudah tak waras, dia tak pantas menjabat sebagai CEO lagi. " gumam Daddy James.
"Mommy juga sangat kecewa dengannya. Aldrich seakan tak punya malu pada Disha. " sahut mommy sambil menunduk sedih. Wanita paruh baya itu merasa gagal mendidik anaknya sendiri. Tuan James langsung memeluk istrinya, keduanya sama sama kecewa dengan kelakuan Aldrich.
Berita mengenai bangkrutnya perusahaan Darvis grup sampai ke telinga nyonya Diandra dan tuan Arkana. Mereka berdua tampak terkejut namun tak berucap apa apa.
"Iya Dad, mommy setuju dengan pendapat daddy. " jawab Mommy Diandra dengan lembut. Keduanya justru membahas Aldrich yang gila mengejar Disha. Keduanya berharap Aldrich segera mendapatkan balas nya yang setimpal.
Back to back
Mansion Aldrich
Di dalam kamar pria itu terbaring lemas di atas ranjangnya. Dokter memberinya suntikan penenang sesuai perintah Tuan James. Aldrich tampak memejamkan kedua matanya, terlihat sangat tenang. Berbeda di saat pria itu sadar dan suka berteriak, marah marah dan melakukan hal gila.
Sore harinya
__ADS_1
Nyonya Aliana masuk ke dalam kamar sang anak. Hatinya mencelos melihat putranya yang masih terlelap. Kedua matanya tampak mengembun, cairan bening melelah membasahi kedua pipinya yang keriput.
Dia langsung duduk di kursi di dekat sang anak. Nyonya Aliana menangis dalam diam sambil mengusap kepala putranya. Banyak harapan yang dia gantungkan pada Aldrich salah satunya Aldrich bisa mengubah sikap dan kebiasannya.
"Kenapa kamu harus seperti ini nak, jika kamu tidak menjadi pria brengshake hidupmu pasti akan bahagia. " Nyonya Aliana menjeda ucapannya.
"Berubahlah sayang, mommy mohon dan minta maaflah dengan tulus pada orang orang yang kau sakiti. " gumam Nyonya Aliana menangis sesegukan.
Hati mommy mana yang kuat melihat putranya dalam ambang kehancuran hidupnya. Bukan ini yang dia inginkan. Nyonya Aliana hanya menginginkan putranya bersikap tanggung jawab dan memiliki keluarga kecil bahagia. Wanita paruh baya itu langsung bangkit, mencium lembut kening sang anak. Lalu dia kembali duduk di kursinya sambil memperhatikan Aldrich.
Satu jam kemudian
Selesai mencurahkan isi hatinya di depan sang anak, nyonya Aliana memilih ke luar dari sana. Wanita itu berhambur ke dalam pelukan sang suami, tangisnya langsung pecah.
"Aku gagal mendidik putera kita Daddy. " gumam nyonya Aliana penuh penyesalan. Tuan James membawa istrinya menuju ke kamar mereka. Dia sangat paham dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini.
Keduanya duduk di atas ranjang, nyonya Aliana masih menangis dalam pelukan sang suami. Tuan James mengusap punggung bergetar sang istri. Dia membiarkan istrinya meluapkan segala kesedihannya mengenai putra mereka.
Setelah tenang Tuan James melepaskan pelukannya. Nyonya Aliana, mengambil sebuah pigura dari dalam laci meja. Matanya tampak menyiratkan kesedihan mendalam. Dia terkenang dengan masa kecil putranya.
"Aku jadi kangen dengan masa kecil Aldrich dulu Daddy! " ungkap Nyonya Aliana.
"Daddy juga mommy. " balas Daddy James sambil menghembuskan nafas berat. Semarah dan kecewanya dirinya pada Aldrich, Aldrich tetaplah putra mereka. Mereka akan terus berusaha untuk menyadarkan Aldrich agar merubah sikapnya
Nyonya Aliana segera mengusap air matanya. Wanita itu menaruh kembali figura photo itu kembali ke tempatnya. Tiba tiba wanita itu merasakan pusing, Tuan James tentu saja menyuruhnya untuk segera beristirahat. Nyonya Aliana bangkit dan segera merebahkan diri di atas ranjang.
__ADS_1
Tuan James membiarkan istrinya istirahat, dia memilih ke luar dari kamar untuk menenangkan dirinya sendiri.