My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 23 Pertemuan Dean & Stella


__ADS_3

Sepeninggal Arta, Stella pun menghampiri sang suami. Dia begitu marah mengetahui jika Aldrich diam diam mengirim pesan pada Disha.


Plak


Wanita itu melayangkan tangannya ke arah pipi sang suami. Aldrich tentu saja terkejut dengan apa yang di lakukan istrinya.


"Kenapa kamu menamparku sayang? " geram Aldrich.


"Apa apaan kamu Al, kenapa kamu diam diam menghubungi Disha. apa kamu menyukai wanita hina itu


hah? " teriak Stella emosi.


Aldrich terdiam membisu. Stella mengumpat kasar melihat keterdiaman suaminya saat ini, dia tak akan membiarkan Disha merebut Aldrich darinya. Stella menarik kemeja suaminya, menatap nyalang kearah Aldrich.


"Kenapa kamu diam Al, apa yang aku ucapkan apakah benar? " tebak Stella dengan nada geramnya. Aldrich mencekal tangan istrinya, dia menghela nafas berat dan berusaha mengontrol dirinya.


"Kamu salah paham sayang, aku mengirim pesan pada wanita itu karena ingin menjatuhkan mental Disha. " ungkap Aldrich.


Stella terdiam, dia menatap kearah sang suami dan berusaha mencari kebohongan namun dia tak menemukannya. Ada rasa lega dalam diri wanita itu, rasa takutnya tak terjadi. Aldrich langsung memeluk istrinya lalu mengajaknya ke kamar.


Dan di dalam sana keduanya saling berbagi peluh di atas ranjang dengan mesra dan liar. ya setiap masalah selalu di selesaikan dalam urusan ranjang.


Seusai bercintaa, Stella langsung meminta maaf pada suaminya. Dia telah menuduh Aldrich yang tidak tidak, Aldrich tentu saja memaafkan nya. Keduanya mengalihkan pembicaraan, Aldrich tak ingin rumah tangganya terganggu hanya karena Disha.


Skip


Pukul enam sore kediaman mereka tampak ramai, teman teman Aldrich banyak yang datang ke sana. Di iringi musik dan wine, mereka berpesta sesuka hati mereka.


"Lucas ke mana? " tanya Aldrich pada temannya bernama Boy. Pria berambut pirang itu mengedikkan bahu acuh. Dia asyik meneguk wine sambil memangku wanita bayarannya.


Aldrich memilih tak ambil pusing, dia asyik meneguk wine bersama istrinya. Selain itu mereka juga melakukan permainan judi di sana. Suasana semakin ramai di kediaman Aldrich. Dering ponselnya membuat fokus Stella teralihkan. Wanita itu lantas bangkit dan sedikit menjauh dari ruang tengah.


Stella melotot membaca pesan berisi ancaman dari nomor yang tak dia kenal.

__ADS_1


"Tidak ada yang tahu mengenai masa lalu 'ku, jadi siapa yang telah mengancam aku saat ini? " gumam Stella dengan raut paniknya.


Dia langsung mengirim pesan balasan. Stella berharap seseorang yang mengirim pesan ini bisa di ajak bekerja sama dengannya. Wanita itu tak akan membiarkan siapapun membongkar rahasia besarnya pada Aldrich dan kedua mertuanya.


Stella langsung pergi ke kamarnya, dia mengambil tasnya setelah itu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Dia menemui suaminya yang asyik minum bersama teman teman prianya.


"Sayang aku keluar sebentar ya? " tanya Stella dengan lembut.


"Mau ke mana? "


"Salah satu temanku sedang sakit, dia membutuhkan aku sekarang. " balas Stella berbohong. Aldrich menawarkan diri namun Stella menolaknya. Setelah mendapatkan izin Stella langsung pergi begitu saja.


Stella melajukan roda empat nya dengan kencang menuju ke hotel. di sana tempat lokasi pertemuan dengan orang yang mengancamnya.


Skip


Di Luxury Hotel


Stella langsung masuk ke dalam kamar nomor sepuluh. Dia pun membulatkan mata melihat sosok yang tengah di hindarinya. Dean Kail Langston, mantan suaminya. Pria tampan itu menyeringai miring, lekas bangkit dari kursinya dan mendekati mantan istrinya.


"Untuk apa kamu mengajakku bertemu Dean? " geram Stella.


"Tentu saja bertemu denganmu sayang, kau memang wanita sialan Stella. Selain kau wanita murahan kau juga seorang ibu yang tak punya hati dan pikiran. " ujar Dean dengan nada sinisnya.


Stella membelo jengah menatap pria di hadapannya sekarang. Wanita itu melipat tangannya di dada, dia merasa telah membuang waktunya di sini.


"Aku tak peduli dengan omong kosong mu itu Dean, lebih baik kau urus saja putrimu itu. Lagipula aku sudah menikah, apa uang yang aku kirim padamu masih kurang? " cetua Stella dengan nada sinisnya.


Dean mengepalkan kedua tangannya, Stella memang wanita yang tak punya hati nurani. Dia juga mengancam Dean untuk diam dan tutup mulut, Stella mengancam akan membuang Keyla jika Dean masih menganggunya.


Setelah kepergian Stella, Dean meninju tembok yang ada di sebelahnya. Rasa bencinya pada Stella telah mendarah daging. Pria itu memilih ke luar dari hotel.


Tak lama seorang gadis datang menghampirinya. Ya dia Hazel, menggendong si kecil Keyla yang terlelap dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Keyla sudah tidur sebaiknya anda membawanya pulang. " ucap Hazel dengan lembut.


"Masuklah ke dalam mobil, aku akan mengantarmu pulang Zel. " ujar Dean. Hazel mengangguk, mereka masuk ke dalam mobil. Mobil mewah itu melesat meninggalkan area hotel.


Beberapa hari lalu Hazel bekerja menjadi baby sitter di kediaman Langston. Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun di antara keduanya. Hazel sendiri mengusap kepala gadis mungil dalam pelukannya saat ini.


"Kasihan sekali kamu Key, kamu memiliki seorang ibu yang jahat. Aku tak bisa membayangkan kelak kalau kamu dewasa nanti, kamu pasti akan sangat kecewa dengan ibu kandungmu. " batin Hazel.


Kini mereka sampai di apartemen Hazel. Gadis itu hendak menaruh Keyla di kursi namun gadis cilik itu terbangun.


"Mommy mau ke mana? " ucap Keyla dengan polos. Hazel meneguk salivanya kasar, dia melirik kearah sang majikan. Dean berupaya membujuk putrinya namun Keyla tetap kekeh ingin ikut dengan Hazel.


"Sebaiknya ikutlah bersama kami Zel. Dengan begini kamu bisa menjaga Keyla dua puluh empat jam. " ujar Dean dengan nada datar nya.


Hazel mengangguk dan kembali duduk sambil memangku Keyla, pria itu lantas kembali menyalakan mobilnya dengan kencang.


Skip


Di Penthouse Dean


Mereka langsung turun, Dean pergi ke kamarnya. Hazel pergi ke kamar Keyla, membaringkan gadis mungil itu di atas sana.


Cup


"Tidur yang nyenyak princess. " gumam Hazel.


Setelah itu dia ke luar dan turun ke bawah. Dia membuatkan kopi untuk majikan laki lakinya itu. Setelah selesai dia membawanya ke ruang tengah.


"Duduklah dan temani aku Zel. " Dean mengatakan keluh kesahnya pada Hazel. Hazel terdiam namun sesekali menanggapi cerita Dean.


"Stella berubah setelah wanita itu melahirkan Keyla. Dia sering membawa lelaki lain dulu, makanya aku menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya. " ungkap Dean.


"Masalah anda cukup rumit ya Tuan dan aku bingung mau ke memberikan saran apa? " Hazel pun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


Dean tertawa kecil mendengar ucapan absurd Hazel. Pria itu kini menyesap kopinya dengan santai, dia menjelaskan kenapa dirinya mengajak Stella bertemu. Dia hanya ingin mengingatkan status Stella namun Stella justru bersikap keterlaluan.


Dean menaruh kembali cangkirnya di atas meja. Hazel menyandarkan tubuhnya di sofa, berusaha menghibur sang majikan. Keduanya mengobrol dengan santai layaknya teman. Setengah jam berlalu keduanya bangkit dan pergi ke kamar masing masing.


__ADS_2