
Tepat pukul tujuh malam, kediaman Aldrich tampak ramai. Para sahabat dan sepupu turut hadir di sana. Mereka juga mengundang Disha dan suaminya.
Aldrich mulai memberikan kata penyambutan bagi para tamu yang telah hadir. Dia menyampaikan kabar kehamilan istrinya pada semua orang.
"Saya sangat bahagia dengan kabar kehamilan dari istri saya Stella. " ungkap Aldrich diiringi senyuman lebarnya. Suara tepuk tangan memeriahkan pesta malam ini.
Vanya membulatkan mata mendengar kabar kehamilan Stella. Rival nya itu ternyata satu langkah di depannya. Dia mengepalkan tangan, menatap kearah Aldrich yang memeluk mesra Stella.
Disha menatap sekelilingnya, pandangannya tertuju pada Vanya. Dia mengerutkan kening, kerasa heran akan kehadiran Vanya di pesta milik Stella. Wanita itu menoleh, mendapati suaminya tengah mengobrol dengan klien. Dia memilih menghampiri Vanya.
"Vanya! "
Vanya menoleh, raut wajahnya semakin kesal melihat sosok Disha di hadapannya saat ini.
"Kau mengenal Stella dan
suaminya? " tanya Disha dengan lembut.
"Bukan urusanmu. " ketus Vanya berlalu pergi. Disha mengerutkan kening, dia kerasa Vanya tengah menghindar. Entah apa yang wanita itu sembunyikan, Disha memilih tak peduli. Diapun kembali bergabung dengan sang suami, namun sebelumnya mengambil air minum untuk dirinya dan Arta.
Setelah minum, mereka segera menghampiri Stella dan Aldrich. Disha ingin memberikan sedikit syok terapi pada wanita hamil itu. Wajah Stella berubah masam melihat kehadiran Disha dan Arta.
"Kalau wanita hamil itu harus berwajah ceria nona, jangan terlalu jutek itu enggak bagus. " tegur Disha dengan halus.
"Tahu apa kamu hah. " ungkap Stella
sewot.
"Apa kau ingin aku menyebarkan aib suamimu, seorang Aldrich telah menodai seorang wanita. " bisik Disha dengan seringainya. Stella langsung mengepalkan tangan, dia mengumpat kasar pada Disha di sertai tatapan penuh kebencian.
Disha terkekeh pelan, dia kembali membisikkan sesuatu. Stella pun membulatkan mata mendengar bisikan Disha. Wanita itu lantas mendorongnya dengan keras.
__ADS_1
Plak
Semua tamu terkejut dengan aksi dari Stella. Arta tentu saja terkejut dan langsung mendekati sang istri, dia memberi tatapan peringatan pada Stella. Disha sendiri menyentuh pipinya yang terasa panas.
"Kamu sangat takut Stella? " tanya Disha sambil tersenyum miring.
"Hentikan Disha, hentikan. " jerit Stella. Aldrich langsung melempar tatapan tajam nya pada Disha. Pria itu kini berusaha menenangkan sang istri yang tampak panik dan frustrasi.
"Tutup mulutmu Disha! "
Disha menanggapinya sambil tertawa pelan melihat kemarahan di wajah Aldrich. Dia justru melipat tangannya di dada sambil menyaksikan drama yang di tunjukkan Stella.
"Istri kesayanganmu itu memiliki sebuah rahasia besar, rahasia yang akan membongkar kejahatannya sebagai seorang wanita. " ujar Disha. Aldrich langsung melirik Stella, wanita hamil itu menggeleng dan meminta suaminya tak percaya dengan Disha.
"Kau jangan mengada ngada
Disha. " geram Aldrich.
Kini para tamu di buat penasaran dengan rahasia besar apa yang di miliki Stella. Kedua orang tua Aldrich pun merasakan hal yang sama, penasaran dengan rahasia itu. Disha tertawa penuh kemenangan, semua orang penasaran dengan rahasia Stella yang di simpan rapat.
Stella sendiri menangis histeris, dia terus menyalahkan Disha dan menganggap wanita itu menyebar fitnah. Dia menganggap dirinya sebagai korban, Disha hanya ingin menjatuhkan nama nya di depan umum.
Disha menghela nafas berat, merotasi bola matanya melihat akting yang di tunjukkan Stella di depan publik.
"Kau yang hanya wanita kampung begitu sombong Disha setelah menikah dengan Arta. harusnya kamu sadar diri dan menjaga sikapmu saat ini. " sindir Stella dengan nada sinisnya.
"Yeah kau benar aku cuma wanita kampung Stella dan aku bukan wanita suci. Namun bukan berarti aku akan menjajakkan tubuhku pada pria yang bukan suamiku seperti wanita malam! " tegas Disha. Ucapan Disha begitu menampar Stella, membuat wanita hamil itu kehilangan kata kata.
"Silakan lanjutkan pestanya. " ungkap Disha sambil meminta maaf pada para tamu. Arta langsung mengajak istrinya ke sudut ruangan.
Setelah kehebohan yang terjadi suasana kembali tenang setelah Aldrich mengalihkan fokus para tamu. Arta melepaskan cekalan tangannya pada sang istri. Pria itu menatap tajam pada istri nakalnya ini.
__ADS_1
"Sayang sebenarnya rahasia apa yang di sembunyikan Stella? " tanya Arta dengan nada datarnya.
"Apa ya? " Disha pura pira berpikir, wanita itu sengaja mengerjai sang suami. Arta sendiri merasa gemas dengan tingkah wanitanya saat ini. Ingin sekali dirinya membawanya pulang lalu menghukumnya di atas ranjang. Pria tampan itu merangkul sang istri lalu mengajaknya duduk.
"Belum saatnya kamu untuk tahu mas. Rahasia ini aku bisa gunakan untuk membuat Stella tak berkutik. " gumam Disha. Arta menghela nafas panjang, menggenggam tangan sang istri dengan tatapan khawatirnya.
Disha pun mengulas senyuman hangatnya pada suami tercintanya ini. Dia pun memastikan semuanya akan baik baik saja kedepannya nanti.
"Jika Stella terus mengusikku, saat itu pula aku akan membongkar rahasianya. " pungkasnya.
"Tapi kamu harus tetap berhati hati sayang. " tegur Arta yang di angguki istrinya. Disha kembali menatap lurus ke depan. Kedua orang tua Aldrich datang menghampiri keduanya. Kedua paruh baya itu duduk berhadapan dengan Arta dan Disha.
Nyonya Aliana menyapa Disha dan Arta dengan ramah. Disha tentu saja menyambut hangat dan tak ada lagi kebencian dalam hatinya. Mereka tampak mengobrol dengan santai, Disha juga meminta maaf atas keributan tadi.
Paruh baya itu tak masalah, dia mewakili menantunya meminta maaf pada Disha. Disha hanya tersenyum mendengarnya, lagipula dia hanya ingin Stella yang meminta maaf atas sikapnya selama ini.
"Stella saat ini lagi hamil nak, perasaannya begitu sensitif. Kamu harusnya tak membuatnya marah seperti tadi. " tegur nyonya Aliana dengan lembut.
"Ya aku mengerti tante, sekali lagi saya minta maaf atas kekacauan tadi. " sesal Disha dengan tatapan penuh penyesalan. Nyonya Aliana mengangguk, beliau tak lagi mempermasalahkan kejadian tadi.
Disha dan sang suami langsung pamit pulang pada nyonya Aliana dan Tuan James.
Skip
Di kamar
Stella tampak marah marah. Dia masih terkejut mengenai bahwa Disha mengetahui rahasia besarnya. Wanita hamil itu berkali kali mengumpat. Dia juga sempat merasakan keram dua kali, Stella berusaha menenangkan dirinya.
"Aku harus tenang Stella, kau harus menjaga kandunganmu agar tetap sehat. Calon anak kamu ini sangat berguna bagi kelangsungan masa depanmu nanti. " gumam Stella. Dia mengusap perut rata nya dengan lembut. Dalam hati dia merutuki keberanian Disha yang menentang dirinya.
Stella langsung bangkit, melesat ke kamar mandi. Selesai membersihkan diri dan berpakaian, wanita itu lantas berbaring di atas ranjang. Tak lama Aldrich masuk ke dalam kamar, dia mendapati istrinya telah terlelap di atas ranjang.
__ADS_1
Calon hot daddy itu memperhatikan istrinya dalam diam setelah itu berlalu pergi. Beberapa menit berlalu Aldrich ke luar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Ucapan Disha terus terngiang dalam kepalanya. Entah siapa yang harus dia percayai sekarang. Aldrich segera naik ke atas ranjang, berbaring di sebeaj istrinya lalu memejamkan mata.