My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 24 Awal mula


__ADS_3

Disha dengan elegan menghampiri Aldrich yang datang menemui dirinya. Wanita itu awalnya cukup terkejut melihat kehadiran mantan bos brengshake nya itu namun dia dengan cepat bisa mengontrol dirinya.


"Selamat pagi tuan Aldrich, dalam rangka apa Anda datang ke rumah sederhana milik suami saya ini? " tanya Disha dengan nada merendah.


"Apa alasan kamu mengugurkan kandunganmu Disha? " tanya Aldrich tanpa basa basi.


"Aku terlalu banyak stress waktu itu saat media menyebarkan kabar mengenai pernikahan kamu dan Stella, Tuan Al! "


Aldrich terdiam, bibir pria itu pun melengkung membentuk senyuman. Disha sendiri bersikap seolah wanita yang paling malang di dunia.


"Kau cemburu melihatku menikahi Stella? " tebak Aldrich dengan alis terangkat.


Disha mendengus pelan, menatap pria di depannya yang penuh percaya diri. Dia mengungkapkan bagaimana dirinya telah menerima janin itu, berkat nasehat dari Arta namun ternyata takdir berkata lain.


"Awalnya iya namun sekarang tidak, dan lihat pipiku yang memerah ini karena ulah istrimu yang kurang ajar itu Tuan Al! "


Aldrich tentu saja terkejut, dia pun hendak menyentuh pipi Disha namun di tepis oleh Disha sendiri. Pria itu mengusap wajahnya kasar, Disha melipat tangannya di dada. Pelayan datang membawakan minuman untuk keduanya.


Huh


"Berhenti memanggilku Tuan, Sha. " sahut Aldrich.


"Baiklah Al, kalau begitu apa kau tak ingin menyelidiki siapa istri kamu sebenarnya? " tanya Disha dengan halus.


"Maksud kamu? " tanya Aldrich tak mengerti sama sekali. Disha sedikit memberikan petunjuk pada Aldrich tanpa menjelaskan banyak hal lagi. Aldrich dengan berani meraih tangan Disha, menggenggamnya erat sambil meminta maaf dengan tulus. Disha menarik tangannya dengan cepat, tak menanggapi permintaan maaf Aldrich.


Aldrich menyesap kopinya dengan santai. Setelah itu mengobrol dengan Disha, pria itu juga memberitahu perihal Arta pada Disha agar berhati hati. Setelah itu pamit pergi dari sana meninggalkan Disha sendirian di ruang tamu.


Tak lama Ayah Arka pulang, paruh baya itu masuk ke dalam dan menghampiri putrinya.


"Nak, siapa pria yang baru saja pergi itu? " tanya Ayah.

__ADS_1


"Dia pria brengshake itu Ayah. " jawabnya dengan jujur. Ayah Arkana membulatkan mata mendengar pernyataan putrinya.


"Untuk apa dia datang ke sini nak,kenapa kamu tak mengusirnya Disha? " protes sang ayah pada putrinya. Disha menghela nafas berat, berusaha menenangkan sang ayah tercinta. Ayah Arkana hanya khawatir putrinya justru akan menciptakan awal petaka dalam rumah tangga Disha dengan Arta.


"Nak jangan bermain main dengan api yang justru menjadi boomerang untukmu sendiri nantinya. " tegur Ayah.


Disha sudah mempertimbangkan segala keputusannya. Dia akan menerima resiko yang akan dia dapatkan nantinya. Ayah Arkana juga mengingatkan dirinya mengenai pernikahannya dengan Arta besok.


Sementara pagi ini di kantor, Arta tampak kesal dengan kehadiran Vanya. Kini pria itu membawa Vanya ke ruangan nya, entah apa yang wanita itu inginkan darinya.


"Ayolah Ar, izinkan aku tinggal bersama kamu? " pinta Vanya sambil memohon. Arta memijit pelipisnya yang terasa pusing, dia benar benar kesal akan kelakuan Vanya yang keras kepala.


"Sorry aku gak bisa menampung kamu Van, aku sudah menikah. Aku tak akan mengambil resiko dengan membawa kamu ke rumah aku. " tegas Arta.


Vanya pun membulatkan mata mendengar pengakuan Arta barusan. Wanita itu tampak kecewa namun tak menyerah begitu saja, dia meminta Arta menghubungi istri pria itu. Arta tentu saja menolak ide yang di berikan oleh Vanya barusan.


"Aku mohon Al, tolong bantu aku sekali ini saja. Mantan suami aku terus mengejar ngejar aku. " ucap Vanya dengan raut ketakutannya.


Cklek


Disha membuka ruangan sang suami, wanita itu lantas masuk ke dalam. Dia terhenyak mendapati suaminya bersama seorang wanita di dalam ruangan. Arta langsung bangkit, menghampiri sang istri dan mengajaknya duduk di sofa.


"Ada apa ini mas? "


Arta menjelaskan langsung pokok permasalahan dan mengenalkan istrinya pada Vanya. Disha terdiam, wanita itu melirik penampilan Vanya saat ini.


"Bagaimana menurut kamu


sayang? " tanya Arta pada sang istri.


"Bukankah Anda mantan model itu nona Vanya? " tanya Disha memastikan yang di angguki Vanya.

__ADS_1


"Tapi maaf saya tidak mengizinkan Anda tinggal bersama kami. Selain status Anda yang seorang janda, saya juga tak ingin membawa petaka dalam rumah tangga aku dan mas Arta! "


"Kamu menganggap aku petaka? " geram Vanya yang tersinggung dengan ucapan Disha. Disha membeli jengah, menghela nafas panjang dan berusaha sabar.


Disha menjelaskan alasannya dengan sopan namun Vanya tentu saja tak menerimanya. Wanita itu meminta pembelaan dari Arta namun Arta diam saja.


"Di antara wanita dan pria tak ada yang namanya persahabatan. Suamiku jelas tak mungkin tertarik dengan kamu kecuali kamu sendiri Vanya! "


Vanya terdiam, wanita itu merasa tertampar dengan sindiran halus yang di berikan Disha padanya. Tak menutup kemungkinan bila Vanya yang telah bercerai kini pun menginginkan Arta. Vanya langsung bangkit, dia menatap kecewa kearah Arta setelah itu ke luar dari ruangan sambil membanting pintu.


Huh


Disha melipat tangannya di dada menatap kepergian Vanya barusan. Arta langsung bangkit, mengunci pintu ruangannya lalu menggendong sang istri menuju ke kamar rahasianya.


Cup


Dan di dalam sana keduanya saling berbagi peluh. Terdengar suara ******* keras yang terdengar dari dalam kamar.


Dua jam berlalu kegiatan panas itu berakhir. Disha bersandar di dada sang suami, Arta sendiri menciumi telapak tangan wanitanya. Pria itu memeluk posesif sang istri tercinta, dia merasa lega melihat wanitanya yang begitu tenang menghadapi Vanya.


"Aku dan Vanya hanya bicara sayang, kami tidak melakukan sesuatu yang salah. " ucap Arta menjelaskan.


Disha menoleh, menyentuh wajah suaminya dengan lembut. Wanita itu melabuhkan kecupan di sudut bibir prianya. "Aku sangat percaya sama kamu mas, terimakasih telah berbicara jujur padaku! "


Keduanya memang sudah sepakat akan saling berdiskusi masalah yang menurut mereka rumit termasuk kehadiran Vanya tadi. Arta akan selalu meminta persetujuan dari istrinya terkecuali masalah perusahaan. Disha membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Kau hanya milikku Disha, aku pria yang beruntung memiliki istri sepertimu. Kita memang di takdir kan bersama untuk saling melengkapi satu sama lain. " gumam Arta.


"Mas kok bijak banget sih, jangan jangan kalimat itu mas nyontek dari google ya? " ledek Disha yang telah menjauhkan wajahnya.


"Kamu kok suka sekali merusak suasana romantis. " Arta langsung menciumi wajah istrinya dengan gemas. Disha terkekeh pelan, dia memang suka menjahili sang suami.

__ADS_1


Mereka berdua kembali berpelukan seperti Teletubbies. Arta menyibak selimutnya dan kembali mengajak istrinya mendaki kenikmatan di atas ranjang.


__ADS_2