My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 27 Pesta milik ArtaSha


__ADS_3

Hari ini hari yang di tunggu bagi Arta dan keluarganya. Pelaksanaan pesta pernikahan untuk Arta dan Disha. Pesta ini mengusung konsep mewah dengan full bunga berwarna pink.



Arta dan Disha menjadi raja dan ratu sehari di acara istimewa ini. Pria tampan itu begitu terpesona akan kecantikan yang di miliki sang istri. Dia memulai acaranya, mengucapkan terimakasih atas para tamu yang telah hadir dalam acaranya ini.



Disha tampil cantik mengenakan gaun berwarna putih dengan di padukan warna krem. Sementara suaminya mengenakan tuxedo berwarna yang senada dengannya. wanita cantik itu juga mengenakan mahkota kecil di kepalanya.


"Perkenalkan ini Disha Atalarich Akhtar, istri sah saya.Wanita yang akan melahirkan penerus saya dan menemani saya hingga tua nanti. " ungkap Arta dengan senyuman. dia menggenggam erat tangan sang istri. Suara tepuk tangan memeriahkan acara pesta kali ini yang di adakan hanya malam ini.


Banyak wanita yang mengatakan keduanya cocok, banyak pula yang merasa iri dan ingin menggantikan posisi Disha. Disha benar benar gugup menjadi sorot para tamu yang datang.


Dari jauh Aldrich datang, pria itu terpesona akan kecantikan yang di miliki Disha. pria itu lantas maju san memberikan selamat untuk keduanya. Melihat kehadiran pria yang dia benci membuat wajah Disha berubah masam.


"Congrats buat pernikahan kalian, semoga langgeng sampai nenek dan kakek. " ucap Aldrich.


"Terimakasih tuan Aldrich. " jawab Arta dengan santai. Aldrich sendiri beralih menatap Disha tanpa kedip,Arta sempat menegurnya. Pria itu lantas pergi dari sana, tanpa dia sadari Vanya turut hadir dan melihat apa yang di lakukan sang kekasih.


"Jadi Aldrich mengenal Disha dan Arta. " gumam Vanya tak percaya. Wanita itu mengepalkan tangannya, dia tak akan membiarkan siapapun merebut Aldrich darinya. wanita itu lantas berlalu dari sana sebelum ada yang menyadari dirinya.


Sepeninggal Aldrich, Disha bisa bernafas lega. Dia tak nyaman dengan tatapan Aldrich padanya. Keduanya menikmati pestanya, Arta mengajak istrinya ke tengah dan berdansa diiringi musik romantis.


Malam ini benar benar menjadi malam yang sempurna untuk pasangan suami istri ini. Ayah Arka ikut bahagia melihat sang anak telah menemukan tambatan hatinya.


Arta memagut lembut bibir istrinya kala musik berhenti. Pria itu merapatkan tubuh mereka hingga ciuman mereka kian dalam. Tak lama pria itu mengakhiri ciumannya, Disha membutuhkan pasokan udara.


Disha memeluk tubuh sang suami, dia tampak bahagia bersama pria yang kini begitu meratukan dirinya dalam hidupnya. Wanita cantik itu melepaskan pelukannya, Arta merangkulnya dari samping.

__ADS_1


Ayah Arka dan lainnya mendekat, memberikan selamat untuk Arta dan Disha. Disha memeluk satu persatu sepupunya yang hadir di dalam pestanya.


"Hai Nia, kapan kamu pulangnya? " tanya Disha penasaran.


"Minggu lalu sih dan ini surprise. " Harmonia tersenyum tengil padanya. Disha kembali memeluknya, dia tentu saja senang melihat kehadiran Nia.


Eden sendiri celingak celinguk mencari seseorang yang dia rindukan. Melihat kemunculan Hazel tentu membuat bibirnya melengkung. Senyumnya pudar kala Hazel datang tak sendirian.


Hazel langsung memeluk sang sahabat. Disha pun membalas pelukannya sebentar lalu melepasnya. "Er Hazel, dia siapa? " tanya Disha.


"Dia Tuan Dean, majikan aku. " ungkap Hazel. Dean langsung mengenalkan dirinya pada semua teman teman Hazel.


"Ini putriku Keyla. " ungkap Dean yang mengungkapkan statusnya. Disha langsung menyapa si manis Keyla. Gadis itu meminta di gendong Hazel, tentu saja Hazel menurutinya.


Para pria memilih berbicara menjauh, membiarkan para wanita bergosip. Disha dan lainnya memilih duduk sambil mengobrol santai hingga hal yang paling random. Nyonya muda Artanza itu memperhatikan sahabatnya dengan tatapan penuh selidik.


"Sebenarnya hubungan kamu dan Tuan Dean apa Zel, kenapa Keyla memanggil kamu Mommy? " tanya Disha dengan nada penasaran.


"Kau tak sadar ya telah membuat seseorang patah hati. " gumam Disha. Hazel mengerutkan kening, tak paham dengan siapa yang di maksud sahabatnya ini.


"Eden! "


Hazel terdiam, entah apa yang tengah gadis itu pikirkan sekarang. Disha sedikit memberikan saran dan nasehat untuknya agar tak salah memilih. Nia sendiri justru asyik makan kue sambil mendengarkan obrolan Disha dengan Hazel.


"Masa sih dia suka sama aku, bukankah selama ini dia cuma bercanda ya. " batin Hazel. Gadis itu hanya mampu menghela nafas panjang, saat ini hatinya begitu bimbang.


Disha langsung meneguk minuman yang di ambilkan Nia. Hazel sendiri kini menyuapi si kecil Keyla dengan sabar.


Larut malam Nia pun langsung mengambil alih si kecil Hazel. Gadis itu meminta Hazel untuk mengejar Eden yang ke luar lebih dulu.

__ADS_1


"Keyla sama aunty aja ya sayang. " bujuk Nia dengan lembut. Keyla mengangguk, mengeratkan pelukan nya ke leher Nia. Dean datang menghampirinya, Nia langsung meliriknya dengan nada datar.


"Tuan jangan menyusulnya. " ketus Nia pada duda tampan di depannya ini. Dean mendengus jengkel mendengar suara ketus dari Nia. Disha yang melihat perdebatan keduanya hanya mampu tertawa kecil.


Nia kembali fokus pada Keyla yang terlelap dalam gendongannya. Gadis itu menatap tak percaya, bagaimana bisa Keyla tidur nyenyak. Dia hendak menyerahkan Keyla pada Dean namun sepertinya gadis cilik itu merengek.


"Ehem. " Keduanya menoleh, Arta datang bersama istrinya. Pria itu menawarkan untuk menginap pada Dean dan putri kecilnya.


Dean tentu saja mengangguk setuju, dia mengikuti langkah Arta yang menunjukkan kamar untuknya. Nia sendiri membawa Keyla menuju kamar yang dia tempati.


Skip


Arta dan istrinya masuk ke dalam kamar. Pria tampan itu membuka pakaian sang istri. Setelah keduanya membersihkan diri dan memakai piyama, keduanya lantas naik ke atas ranjang.


"Malam ini tak ada kegiatan penuh keringat sayang, ganti besok pagi aja. " ujar Arta dengan seringai miringnya.


Pluk


Disha menepuk pelan pipi sang suami dengan gemas. Wanita itu tampak berbaring dengan nyaman, dengan selimut menutupi tubuhnya. Arta terkekeh pelan, mencium kening dan bibir istrinya dengan lembut.


"Untuk honeymoon kita, semuanya sudah siap sayang. " ujar Arta. Disha membulatkan mata, tak menyangka suaminya akan menyiapkan jadwal honeymoon mereka.


"Bukankah mas Arta masih sangat sibuk akhir akhir ini? " tanya Disha memastikan.


"Aku melimpahkan pekerjaan pada Damar, kamu tenang aja. " balasnya dengan santai.


Disha hanya mampu berdecak pelan. Suaminya ini benar benar suka merepotkan orang lain. Namun dia memilih pasrah akan keputusan suaminya saat ini. Dia bersandar di dada sang suami, merapatkan tubuh mereka.


"Tidur sayang, sebelum aku tidurin kamu. " gumam Arta dengan nakal.

__ADS_1


Disha buru buru memejamkan kedua matanya. Arta menunduk, tersenyum kecil melihat istrinya yang telah tidur dalam dekapannya. Pria itu turut memejamkan kedua matanya, menyusul sang istri ke alam mimpi.


__ADS_2