
Beberapa bulan berlalu Disha telah melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan. Kini Clavina tumbuh menjadi bayi gembul yang lucu dan mengemaskan.
Bryn Clavina Akhtar
Kini keluarga kecil Arta telah lengkap. Pria tampan itu begitu bersyukur dengan karunia Tuhan yang dia miliki saat ini.
Keluarga besar mereka saling bergantian berkunjung hanya demi menjenguk si kecil Clavina. Si kecil Clavina menjadi kesayangan semua orang termasuk Alfred, kakak nya.
Saat ini pasangan suami istri itu masih berada di dalam kamar. Arta dengan sabar menunggu istrinya selesai bersiap.
"Sayang sudah siap belum? " tanya Arta dengan nada tak sabar.
"Bentar dulu sayang. " sahut Disha. Setelah merasa sempurna wanita cantik itu menghampiri suaminya. Mereka lekas ke luar dari kamar, lebih dulu Arta menutup kedua mata sang istri dengan kain.
Pria tampan itu menuntun istrinya menuruni tangga hingga menuju ke ruangan tengah. Arta melepaskan kain yang menutup mata sang istri. Disha memekik terkejut melihat kejutan yang di berikan sang suami.
"Sayang ini. " ucapnya dengan mata berkaca kaca.
"Happy birthday istriku." ucap Arta sambil mencium kening sang istri tercintanya. Para orang tua datang, Alfred menghampiri Disha dan memberikan selamat pada sang mommy.
"Selamat ulang tahun mommy. " ungkap bocah tampan itu.
"Terimakasih sayang. " Disha mencium kening putranya kemudian mengambil alih baby Clavina dari tangan Hazel. Hot mommy itu menciumi putri kecilnya yang berada dalam gendongannya.
__ADS_1
"Sayang ayo make a wish lalu tiup lilinnya. " ujar Arta.
Disha memejamkan mata sejenak kemudian membukanya. Diapun langsung meniup lilinnya. Suara tepuk tangan memeriahkan acara spesial Disha. Sahabat dan par sepupu datang memberikan doa terbaik dan hadiah untuk Disha.
Arta segera merangkul istrinya dari samping. Dia mengulas senyumnya melihat istrinya tampak bahagia. Kini mereka mengobrol di ruang tengah, mereka membiarkan anak anak bermain di sudut ruangan.
"Sha di tunggu anak ketiga kalian
ya. " ceplos Nia.
"Bener kata Nia, Sha. " sahut Hazel dengan tatapan jahilnya kearah sang sahabat.
"Dua aja cukup. " balas Disha sambil tersenyum. Hazel dan Nia tentu saja tak terima, terjadi perdebatan di antara ketiga wanita itu. Sementara para pria hanya menggeleng dan memilih mengobrol membicarakan bisnis.
Liora sendiri hanya tertawa melihat kelakuan ketiga sahabatnya itu. Kini dia tengah mengandung, anak pertamanya dengan Aldrich dan tak lama lagi dia akan melahirkan.
"Ternyata berdamai dengan diri sendiri justru membuat hati lega dan tenang. " gumam Disha sambil tersenyum memperhatikan. suaminya yang mengobrol dengan Aldrich dan lainnya.
Fokusnya kembali tertuju pada si kecil Clavina dalam pelukannya. Disha mengusap sayang pipi gembul princess nya.
"Cepatlah besar sayang, mommy tak sabar mengajak kamu dan kakak kamu liburan bareng. " ucap Disha pelan.
"Sha, boleh aku menggendongnya? " tanya Liora membuat Disha menoleh. Wanita itu mengangguk, menyerahkan princess nya pada sang sahabat.
Nia dan Hazel mengawasinya takut si kecil menggemaskan itu menendang perut buncit Liora. Tak lama Hazel mengambil alih keponakannya, mengajaknya mengobrol.
__ADS_1
Mereka semua juga menyempatkan berfoto bersama, Daddy Arka yang memfoto Arta dan lainnya guna sebagai kenangan. Beberapa menit berlalu mereka kembali duduk di sofa dan melanjutkan obrolan masing masing.
Disha lekas bangkit, mengambil minuman guna menghilangkan rasa dahaganya. Arta menyusul, keduanya saling berpelukan. Wanita itu melepaskan pelukannya lebih dulu, menggenggam tangan sang suami.
"Are you happy now? "
"Yeah daddy. " ucap Disha sambil tersenyum manis di hadapannya suaminya. Wanita itu kini mengungkapkan isi hatinya di depan Artanza.
"Terimakasih telah memberiku kebahagiaan yang sangat luar biasa ini mas Arta! " ungkap Disha dengan tatapan penuh cinta.
"Sama sama sayangku. " balas Arta mencium kening sang istri lalu turun ke bibirnya.
Disha kembali memeluk suami tercintanya, keduanya kembali bergabung dengan sahabat dan sepupu mereka. Sementara mommy dan daddy berkumpul dengan keluarga yang lain.
Canda tawa mewarnai pesta Disha yang luar biasa ini. Suara tangisan anak anak turut meramaikan acara, Si kecil Alfred sering kali menjahili Nelly dan Keyla. Selain itu Sean, putra dari Hazel dan Eden lebih suka mengobrol dengan bocah seumurannya.
"Lihatlah Nia, Jovita sepertinya suka dengan Sean. " celetuk Disha asal. Nia menabok lengan sang sahabat. Disha tentu saja bercanda dengan ucapannya barusan. Lagipula antara Eden dan Nia itu sepupu.
Sementara di tempat para pria, mereka semua tengah membicarakan istri masing masing. Tawa renyah mereka membuat para istri menoleh dan menatap mereka dengan tatapan curiganya.
"Jangan bicara aneh aneh, aku tak mau Liora menghukum ku lalu tak mendapat jatah ranjangku. " ketus Aldrich membuka suaranya.
"Haha suami suami takut istri. " ledek Arta pada mantan rival nya itu.
"Memangnya kau tak takut denag istrimu, kalau begitu aku akan.. "
__ADS_1
Arta terburu membungkam bibir Aldrich hingga membuat pria itu berhenti bicara. Aldrich menghempas tangannya lalu mendengus geli. Sementara Dean dan Eden hanya mampu tertawa melihatnya.