My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 61 Pernikahan Aldrich & Liora


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Aldrich berdiri dengan gagah mengenakan tuxedonya. Pria itu tampak sangat gugup menang kehadiran sang pujaan hati.


Tak lama Liora tampak cantik dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih.



Meski keduanya sama sama pernikahan kedua untuk Aldrich dan Liora namun mereka masih merasakan gugup. Pria tampan itu menggenggam tangan sang istri dan mulai mengucapkan janji suci pernikahan.


"Saudara Aldrich Reid Darvis bersediakah engkau menerima sudari Liora sebagai istri Anda dalam keadaan apapun. "


"Saya bersedia. "


"Saudari Diora bersediakah engkau menerima saudara Aldrich sebagai suami kamu? "


"Ya saya bersedia. " Suara tepuk tangan memeriahkan pesta pernikahan Aldrich dengan Liora.


"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri. Tuan aldrich silakan pasangkan cincin dan cium pasangan anda. " ujar pastur.


Aldrich menyematkan cincin ke jari istrinya begitu pula sebaliknya. Pria tampan itu segera mencium sang istri membuat suara tepuk tangan membuat suasana semakin meriah.


Liora memeluk suaminya setelah ciuman mereka berakhir. Dia berharap ini menjadi pernikahan terakhir untuknya. Aldrich langsung memeluk pinggang sang istri, keduanya menyalami para tamu yang memberikan selamat untuk keduanya.

__ADS_1


Keluarga besar Artanza turut datang ke sana. Mereka memberikan selamat sekaligus hadiah pernikahan untuk Aldrich dan Liora.


"Terimakasih kalian menyempatkan diri datang jauh jauh hanya untuk ke pesta kami Arta, Disha. " ujar Aldrich dengan tulus.


"Sama sama Al. " jawab Arta dengan singkat. Pria itu mengenalkan sang istri pada Liora, istri dari Aldrich.


Saat ini Disha tengah hamil anak keduanya. Liora memberikan selamat atas kehamilan kedua Disha. Mereka langsung memanggil putra tampan mereka Alfred.


"Mommy, Daddy aku ingin main sama kakak cantik itu. " ceplos Alfred polos menunjuk kearah Nelly. Para orang tua tergelak mendengar ucapan polos Alfred.


"Boleh sayang, tapi jangan nakal oke. " ujar Disha menegur sang anak.


Alfred mengangguk, bocah tampan itu menghampiri Nelly. Disha hanya menggeleng pelan melihat kelakuan putranya yang playboy sejak dini. Mereka kembali mengobrol dengan Aldrich dan Liora.


"Aku doakan semoga kamu dan Al segera mendapatkan momongan


Li. " ujar Disha dengan tulus.


"Terimakasih atas doanya Disha. " jawab Liora dengan ramah. Keduanya mengobrol sambil memperhatikan anak masing masing kemudian tertawa bersama.


__ADS_1


Pesta terus berlanjut hingga malam harinya. Pasangan Arta dan Disha menikmati pesta Aldrich. Keluarga kecil itu langsung pamit pulang pada Liora dan lainnya.


Skip


Di Mansion


Selesai mengganti pakaiannya, mereka langsung naik ke atas ranjang. Seperti biasa Arta akan mengusap perut istrinya sampai tertidur. Setelah selesai dia langsung menyusul ke alam mimpi.


Keesokan harinya pasangan Arta dan Disha telah rapi. Keduanya ke luar dari kamar dan pergi ke kamar Alfred. Bocah tampan itu tampak sudah wangi dan rapi, menggandeng sang daddy menuruni tangga.


Ketiganya sarapan bersama di meja makan. Celotehan Alfred membuat suasana terasa ramai. Disha mengulas senyumnya melihat putranya yang tampak ceria.


"Mommy, nanti kita ke rumah aunty Liora lagi ya. Al ingin main lagi sama kakak cantik. " ucap Alfred dengan polosnya. Disha dan suaminya saling melirik satu sama lain. Wanita hamil itu tentu saja mengiyakan, mana mungkin dia tega melihat putra kecilnya bersedih.


"Iya nanti kita ke sana boy. " sahut Arta mewakili sang istri.


"Yeay hore. " pekik Alfred senang. Disha hanya mampu tertawa melihat kelakuan anaknya itu.


Setelah lima belas menit berlalu, Disha memanggil pelayan. Wanita hamil itu mengajak suami dan anak anak jalan jalan di luar sebentar. Dia juga perlu menghirup udara segar di tengah hamil besarnya ini.


Kini keluarga kecil itu berada di taman perumahan kompleks. Ketiganya duduk di sebuah bangku sambil menikmati udara segar di sana. Arta sibuk menjahili putranya yang suka merajuk.

__ADS_1


"Mommy, Daddy nakal. " ucap Alfred mengadu pada Disha.


"Daddy, jangan jahil putra kita. kasihan dia. " omel Disha pada sang suami. Arta mendengus pelan melihat putranya diam diam menjulurkan lidahnya. Hot Daddy itu memilih mengusap perut buncit istrinya dengan lembut.


__ADS_2