My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 60 Bertemu Camer


__ADS_3

Hari berikutnya, pagi ini mereka berada di Villa orang tua Aldrich. Aldrich mengenalkan Liora dan Nelly pada orang tuanya.


Nyonya Aliana mengulas senyum hangatnya pada Liora dan si kecil Nelly. Wanita paruh baya itu mengajak Nelly dan Daddy untuk bermain di dekat teras. Dia sengaja melakukan ini agar putranya kian dekat dengan Liora.


"Kau tahu Li, selama ini aku banyak menyusahkan mommy dan dady. " gumam Aldrich menyesal.


Liora menggenggam tangan Aldrich, dia bisa merasakan apa yang di rasakan Aldrich saat ini. Aldrich membalasnya, menarik Liora ke dalam pelukan.


"Lupakan masa lalu Al, aku percaya jika kamu telah berubah. " ungkap Liora sambil tersenyum. Aldrich mengangguk, dia turut tersenyum dan merasakan nyaman berada di dekat Liora.


Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Aldrich mengakhiri ciuman mereka, memeluk calon istrinya. Liora tentu saja merasa malu, dia takut jika kepergok calon mertua nya nanti.


Tak lama si kecil Nelly datang dengan penampilan cantiknya.Gadis cilik itu langsung duduk di dekat sang bunda. Liora melepaskan pelukannya pada Aldrich, mengusap kepala putrinya dengan lembut.


"Bunda, Oma dan Opa begitu baik sama Nelly. " ceplos Nelly dengan polosnya.


"Bunda turut senang mendengarnya sayang. " jawab Liora sambil mengulas senyumnya. Wanita cantik itu tersenyum melihat putrinya tampak ceria. Aldrich sendiri mengajak bicara Nelly,keduanya sangat akrab layaknya ayah dan anak kandung.


"Bunda, Bunda. Nelly ingin uncle Aldrich jadi ayahnya Nelly. " ceplos Nelly dengan nada polosnya. Diora mengulum senyumnya mendengar permintaan putrinya itu. Wanita itu lantas meraup sang anak ke pangkuan lalu membisikkan sesuatu.


Nelly tentu saja bahagia, gadis itu memekik kegirangan.Orang tua Aldrich datang, mereka berencana mengajak Nelly jalan jalan. Liora tentu saja mengizinkan, dia membiarkan calon mertuanya membawa Nelly pergi.

__ADS_1


"Bunda, Nelly pergi sama oma dan opa dulu. " pamit Nelly.


"Hati hati ya sayang dan jangan nakal oke. " tegur Liora yang di angguki Nelly. Mereka langsung ke luar dan meninggalkan villa.


Tepat pukul tujuh malam mereka berkumpul di meja makan. Suasana kediaman Darvis tampak ramai berkat kehadiran Liora dan Nelly. Nyonya Aliana tentu saja bahagia, melihat putranya kembali bersemangat menjalani hidupnya.


Mereka juga membahas rencana pernikahan Liora dengan Aldrich. Liora menginginkan pernikahan sederhana yang tentu saja di setujui Aldrich.


"Tante, Om terimakasih telah menerima kehadiran saya dan Nelly dalam keluarga kalian. " ucap Liora dengan senyum tulusnya.


"Justru kami yang berterimakasih pada kamu nak, kamu telah membuat Aldrich kembali bersemangat dalam menjalani


hidup. " sahut nyonya Aliana.


Selesai makan malam, nyonya Aliana kembali memperhatikan Nelly. Wanita paruh baya itu begitu gemas dengan kepintaran si cantik mungil itu.


"Nelly sayang, tidur sama oma dan opa ya. Oma bakal bacain dongeng apapun untuk kamu. " bujuk Nyonya Aliana dengan lembut.


"Tentu saja mau oma. " pekik Nelly dengan antusias. Oma langsung menggandengnya membawanya menuju ke kamar di susul Opa. Liora sendiri membereskan meja makan dan membawa piringnya ke dapur.


Setelah selesai Liora menemui Aldrich di ruang tamu. Mereka berdua memilih menonton televisi lebih dulu. Wanita itu bersandar di dada bidang Aldrich.

__ADS_1


"Sayang malam ini aku tidur bareng kamu ya. " pinta Aldrich penuh harap.


"Tidak, nikahi aku dulu baru kamu boleh tidur sekamar denganku. " balas Liora sambil tersenyum. Aldrich berdecak pelan, raut wajahnya berubah masam. Liora terkekeh pelan melihat wajah masam kekasihnya. Dia melabuhkan ciuman di bibir Aldrich dengan lembut.


"Sabar sayang. " ucap Liora dengan manis. Aldrich menghembuskan nafas panjang, mengangguk. Dia menghargai keputusan sang kekasih. Pria itu berusaha tak memaksakan kehendaknya seperti dulu.


Aldrich memeluk Liora dengan posesif. dia berulang kali mencium kening sang kekasih dengan sangat lembut.


"Jika kita telah menikah lagi, kau perlu menampar atau memukul aku jika aku melakukan kesalahan sayang. " gumam Aldrich dengan sungguh sungguh.


"Kalau aku yang selingkuh gimana? " tanya Liora dengan jahil.


Raut wajah Aldrich langsung berubah. Liora menyadari perubahan ekspresi sang kekasih saat ini. Dia menggenggam kedua tangan Liora dengan erat.


"Jangan melakukan hal gila itu baby, cukup aku saja yang melakukannya di masa lalu. " gumam Aldrich penuh harap. Pria tampan itu langsung memeluk tubuh Liora. Liora sendiri menepuk nepuk punggung Aldrich.


Liora menghela nafas panjang, Aldrich melepaskan pelukannya kemudian menciumnya singkat. Keduanya kembali mengobrol membahas rencana pernikahannya.


"Oh ya besok kita pergi ke butik sama mommy buat fitting. " ujar Aldrich yang di angguk oleh Liora.


Setelah puas mengobrol, keduanya lekas beranjak dari sana. Mereka langsung pergi ke kamar masing masing. Liora merebahkan dirinya di atas ranjang, dia tak menyangka dirinya sebentar lagi akan menikah dengan Aldrich.

__ADS_1


"Aku berharap pernikahan kami nanti akan menjadi pertama dan terakhir sampai tua. " gumam Liora penuh harap.


Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibirnya. Liora menarik selimutnya hingga sebatas leher, segera memejamkan kedua matanya. Dia berharap semuanya berjalan lancar kegiatannya besok.


__ADS_2