My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 44 Rendy & Vanya


__ADS_3

Berbeda dengan Arta dan Disha yang tengah bahagia dengan kehadiran si kecil Alfred. Rumah tangga Stella dan Aldrich telah berakhir di ujung tanduk, pria tampan itu memutuskan menceraikan istrinya. Gugatannya tengah di proses oleh pihak pengadilan saat ini.


Selain kehilangan calon anaknya, Stella juga harus bercerai dari suaminya. Dia mendapatkan tekanan dari sang mertua atas sikap cerobohnya hingga calon bayinya meninggal beberapa bulan lalu.


"Aku enggak mau bercerai dari Aldrich, mana mungkin aku kehilangan sumber uangku. " gumam Stella dengan nada paniknya.


Wanita itu lantas bangkit, ke luar dari kamar dan mencari suaminya. Dia langsung meminta maaf pada Aldrich atas kesalahannya selama ini. Selain itu dia juga meminta di berikan kesempatan oleh suaminya.


"Please Al, beri aku kesempatan kedua untukku! "


"Tak ada kesempatan lagi untukmu Stella, aku muak terus kau bohongi. " kekeh Aldrich dengan nada datar nya. Stella terus berusaha merayu sang suami agar dirinya di beri kesempatan.


Aldrich menghela nafas panjang, tiba tiba dia teringat dengan Vanya. Pria itu menepis kasar tangan sang istri, fokusnya kembali tertuju pada Stella.


"Kamu cari Vanya dan ajak dia ke rumah ini, aku akan mempertimbang kan mengenai perceraian kita! "


"Apa!! Stella membulatkan mata mendengar permintaan suaminya barusan. Sebagai seorang istri dia tentu saja marah akan permintaan gila suaminya.


"Kamu gila Al, mana mungkin aku membawa Vanya ke sini. " geram Stella. Aldrich mengedikan bahu acuh, pria itu memilih duduk di sofa dengan santai. Stella sendiri mengusap wajahnya, frustrasi menghadapi permintaan gila sang suami.


Dia mengeluarkan ponselnya lalu mengirim orang untuk mencari tahu keberadaan Vanya. Setelah selesai Stella langsung duduk di sebelah Aldrich. Wanita itu tampak cemburu mendapati suaminya memikirkan selingkuhannya.


Drt


drt


"Ya Halo. " ucap Stella dengan nada datar nya.


"Kami telah berhasil menemukan alamat di mana nona Vanya


berada. " ujar salah satu orang bayaran Stella. Dia langsung memberitahu Stella di mana Vanya.


tut


Stella menyimpan ponselnya ke dalam tas. Dia langsung mengatakan di mana tempat tinggal Vanya saat ini.

__ADS_1


"Baiklah biarkan aku yang akan menjemput Vanya. Kau suruh pelayan saja untuk menyiapkan kamar Vanya nanti. " ujar Aldrich. Pria itu langsung bangkit dan pergi begitu saja. Stella mengumpat pelan kepergian suaminya.


Aldrich melajukan roda empatnya sambil bersiul. Beberapa menit pria itu akhirnya sampai di kontrakan milik Vanya. Dia langsung turun dari mobilnya, berjalan santai menuju ke rumah Vanya.


tok


tok


cklek pintu terbuka oleh Vanya sendiri. Perempuan itu membulatkan mata melihat kehadiran Aldrich.


"Untuk apa kau ke sini? " ketus Vanya dengan sinis.


"Kembalilah padaku Vanya, aku butuh kamu sayang. " pinta Aldrich sambil memohon. Vanya berdecak pelan, wanita itu membenci pria sialan di depannya ini.


"Pergilah Al, aku tak akan bertindak bodoh lagi dengan kembali


padamu. " ujarnya. Aldrich terkejut melihat Vanya menolak dirinya. Pria itu tentu saja tak terima atas penolakan Vanya. Dia langsung mencekal tangan Vanya lalu menariknya masuk ke dalam mobil.


Wanita itu berteriak untuk meminta di lepaskan. Seseorang datang menolongnya, dia menarik tangan Alddrich lalu memukul wajahnya.


buakh


"Vanya menolakmu, jangan kau paksa dia brengshake. " ketus pria itu dengan sinis.


"Kau tak tahu ya jika Vanya itu simpanan aku, sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk nya. " Aldrich terus berbicara membuat lawannya geram dan kembali memukulnya.


buakh


buakh


Pria itu Rendy langsung membawa Vanya ke luar dari mobil Aldrich. dia juga mengusir Aldrich sambil mengancam pria itu. Aldrich mengumpat pelan, pria itu masuk ke mobil dan meninggalkan kontrakan Vanya.


Rendy menoleh kearahnya, dia langsung memeluk Vanya dengan erat. Pria tampan dengan rambut cokelat nya itu akhirnya melepaskan pelukannya.


"Ayo kita duduk di dalam. " Rendy mengajak Vanya masuk ke dalam. Pintu rumah mereka biarkan terbuka, keduanya duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Kayaknya aku perlu pindah aja Ren, di sini aku sudah enggak nyaman setelah Aldrich mengetahui keberadaanku! " gumam Vanya. Wanita itu benar benar ingin menjauhi Aldrich dan Stella.


"Menikahlah denganku Vanya! " ujar Rendy dengan serius.


Vanya tentu saja terkejut mendengar ajakan menikah dengan Rendy. Wanita itu tak ingin menghancurkan masa depan pria yang telah menolongnya ini. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir wanita itu.


"Aku enggak bisa Ren! "


"Kenapa, apa karena aku pria miskin yang tak memiliki mobil serta yatim piatu? " tanya Rendy.


"Bukan Ren, aku wanita rendahan yang tak pantas untukmu. Kau harus berpikir ulang jika ingin menikahiku, aku takut kamu nanti terkena penyakit berbahaya dariku. " ucap Vanya dengan jelas.


"Tapi bukankah kamu sudah memeriksakan diri ke rumah sakit beberapa kali dan kamu di nyatakan sangat sehat Vanya. " sahut Rendy.


Vanya terdiam. Wanita itu tampak kebingungan setelah mendengar ucapan terakhir Rendy. Dia tak memiliki alasan lagi untuk menolak pria sebaik Rendy. Rendy sendiri mengenggam tangan Vanya dengan erat.


Setelah berpikir cukup lama diapun akhirnya mau menerima lamaran Rendy.


"Aku mau Rendy. " jawab Vanya. Rendy tentu saja sangat senang mendengar jawaban wanita pujaan nya.


"Sekarang bersiaplah, kita akan pindah hari ini. " ungkap Rendy yang diangguki Vanya. Wanita itu langsung beranjak dan pergi ke kamarnya.


beberapa menit berlalu Vanya kembali sambil membawa kopernya. keduanya ke luar dari rumah kontrakan. Rendy langsung menyerahkan kunci rumah Vanya pada pemilik bu kost. Mereka langsung naik ke motor, Rendy melajukan roda duanya dengan kencang.


Vanya mengeratkan pelukan nya ke pinggang Rendy.Setelah menempuh satu jam, akhirnya mereka sampai di apartemen kecil milik Rendy. Keduanya turun dari motor, pria tampan itu menyeret koper kekasihnya. Keduanya masuk ke dalam, Rendy menunjukkan kamar untuk Vanya.


"Kalau kamu capek istirahat aja, aku akan ke dapur sebentar. " ujar Rendy sambil tersenyum. Vanya pun membiarkannya, wanita itu menutup pintu kamarnya. Dia segera membersihkan diri di kamar mandi.


Beberapa menit berlalu Vanya selesai bersih bersih, dia mengunakan dress panjang. Dia pun langsung menguncir rambutnya kemudian ke luar dari kamar.


Wanita itu memilih duduk di kursi sambil memperhatikan calon suaminya yang tengah memasak. Dia merasa tak berguna, memasak pun dia tak bisa.


"Kelak aku pasti akan menjadi beban untukmu Ren. " gumam Vanya lirih.


Selesai masak Rendy langsung membawa makanan ke meja. Mereka berdua makan nasi goreng, Vanya langsung mencoba mencicipinya. Dia mengacungkan jempol pada sang kekasih sambil tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Nasgor nya enak, lain kali ajari aku dong Ren. " pinta Vanya yang di angguki kekasihnya. Keduanya fokus pada makanan masing masing. Rendy mengulas senyumnya memperhatikan wanitanya yang tampak bersemangat.


.


__ADS_2