
Kini Arta dan istrinya dalam perjalanan honeymoon. Negara yang akan mereka kunjungi adalah Italia. Untuk sampai ke negara itu mereka perlu melalui jalur langit. Keduanya kini telah berada di dalam pesawat.
Skip
Setelah menempuh waktu berpuluh puluh jam lamanya akhirnya Disha dan sang suami telah sampai di negara Roma, Italia. Mereka berdua kini berada di salah satu mansion megah yang sengaja di beli oleh Arta.
Arta membantu istrinya menata pakaian mereka ke dalam lemari. Keduanya langsung membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai keduanya berpakaian, Disha merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Capek banget! "
"Sini aku pijitin sayang. " Arta pun langsung naik ke atas ranjang, dia mulai memijit kaki sang istri.
Tiba tiba Disha menguap, karena nyaman karena pijatan sang suami membuatnya mengantuk.
"Mas aku tidur bentar ya! "
"Iya sayang. " jawab Arta. Disha pun memejamkan kedua matanya. Tak lama terdengar suara dengkuran halus membuat Arta tersenyum kecil. Setelah beberapa menit pria tampan itu mengakhiri pijitannya. Dia pun langsung mengambil ponselnya yang tergelatak di atas meja.
Pria itu memilih ke luar dari kamar, membiarkan istri tercintanya beristirahat dengan nyaman. Dia menekan tombol biru dalam layar ponselnya dan mengobrol dengan seseorang.
"Apa ada yang mencurigakan dari Aldrich? " tanya Arta pada Clayton, temannya.
"Sejauh ini tak ada hal yang dia lakukan yang membuat kerugian untukmu Ar. Hanya saja pria sialan itu menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang Stella. " ujar Clayton.
"Aku tak peduli dengan urusan pribadinya, yang paling penting pria sialan itu tak berniat merusak rumah tanggaku dan Disha. " ujar Arta dengan nada datarnya. Terdengar suara kekehan di ujung sana membuat Arta berdecak pelan. Keduanya juga saling mengobrol sebentar lalu mengakhirinya. Dia menyimpan ponselnya ke dalam saku celana. Merasa haus Arta langsung turun ke bawah dan pergi ke dapur.
Setelah memuaskan dahaga nya Arta memilih beristirahat di ruang tamu. Menikmati pemandangan yang cukup menyegarkan matanya.
Skip
Siang harinya Disha mengajak suaminya mengunjungi sebuah tempat bernama Florence.
__ADS_1
cr from Travel on pinterest
Florence merupakan sebuah tempat romantis di Italy yang terkenal karena seni dan arsitektur bergaya Renaisansnya, Kota ini juga dikenal sebagai tujuan bulan madu teratas di Eropa karena memiliki pemandangan kota yang menakjubkan.
Selain memiliki keindahan arsitektur yang tiada duanya, kota ini juga merupakan rumah bagi kebun anggur Tuscania yang terkenal di dunia, hal ini menjadikannya salah satu tempat terbaik di Italia untuk berbulan madu. Datang ke sini untuk mabuk dengan anggur Italia yang indah, keindahan yang memukau, dan romansa di udara. Ini adalah salah satu tujuan bulan madu Italia yang luar biasa. Menikmati segelas anggur sambil bercengkrama merupakan pengalaman romantis yang tidak akan terlupakan.
Kini Arta dan Disha telah pergi ke stasiun, keduanya sebelumnya membeli tiket terlebih dulu. Kereta api ini di namakan Firenze Santa Maria Novella (di singkat Firenze SMN). Terletak di pusat kota, sangat dekat dengan tempat-tempat wisata utama serta pusat pameran dan perdagangan utama. Area stasiun juga merupakan simpul utama untuk bus yang melayani kota dan daerah sekitarnya (lihat Berkeliling dengan bus).
Skip
Dan kini mereka berkeliling sambil berjalan kaki. Disha tampak begitu bersemangat, ingin mengelilingi kota kota yang indah dan cantik di negara Roma, Italia. Keduanya juga sempat berfoto di tempat yang umum di kunjungi.
Sore hari tepat pukul lima mereka kembali ke mansion. Arta pun memperhatikan istrinya yang tampak ceria. Keduanya langsung membersihkan diri dan mengganti pakaian di kamar. Keduanya kembali turun ke bawah, Disha langsung memanggil pelayan untuk membuatkan minuman untuk dirinya dan Arta.
Pelayan datang menyajikan camilan dan minuman untuk mereka. Disha langsung menyesap teh dengan santai, dia begitu haus setelah petualangan pertamanya tadi berkeliling di Florence.
"Sayang, lokasi mana saja yang ingin kita datangi? " tanya Arta yang menyebutkan tempat tempat di negara Roma, Italia.
Wanita cantik itu bersandar di sofa sambil menggenggam ponselnya. Disha tampak tersenyum memperhatikan beberapa potret dirinya dan sang suami saat berada di Florence tadi. Arta beberapa kali memberikan komentar mengenai foto mereka tadi.
"Aku enggak nyangka aja bisa mengunjungi negara Italia bersamamu mas. " ungkap Disha sambil tersenyum pada sang suami.
"Apapun keinginan kamu, aku akan mewujudkannya. Ti amo moglie
mia! " ucap Arta sambil tersenyum.
"Mas jangan bicara pakai bahasa asing, aku enggak ngerti. " protes Disha sambil mencubit perut sang suami. Arta terkekeh pelan, pria itu sengaja menjahili istrinya.
"Coba kamu translate sayang pakai google. " pintanya. Setelah mengetahui arti ucapan suaminya, Disha langsung tersenyum mesem. Dia langsung menerjemahkan kalimat yang ingin dia katakan.
"Ti amo anch'io mio marito! "
(Aku juga mencintai kamu suamiku! "
__ADS_1
"Cie nyontek. " ledek Arta pada sang istri. Disha langsung cemberut mendapat ledekan dari sang suami. Wanita itu memilih menjaga jarak, memainkan ponselnya dan mengabaikan suami jahilnya. Arta terkekeh pelan melihat istrinya yang tengah merajuk.
"Aku nanti ajarin kamu sayang, asalkan jatah ranjangku di tambah. " bisik Arta. Disha melirik tajam sang suami namun Arta sangat pintar membalas sang istri. Mau tak mau wanita seksi itu mencebik dan menuruti keinginan suaminya.
Arta membawanya ke dalam dekapan. Dia pun terus menerus menciumnya dengan gemas. Disha membalas pelukan sang suami tercinta sambil mengobrol.
"Aku punya keinginan sayang sayang, kau mau dengar mas? "
"Katakan saja sayang! "
"Aku ingin pergi ke Paris bersama kamu dan anak anak kita nanti. " ungkap Disha sambil menatap lurus ke arah suaminya.
Bibir Arta melengkung membentuk senyuman samar. Dia langsung mencium kening istrinya dengan sangat lembut. Pria tampan itu merasa senang dengan keinginan sang istri.
Apapun yang di inginkan Disha, dia akan selalu mengabulkannya. Disha sendiri melepaskan pelukannya, menatap lekat sang suami.
"Mas,entah kenapa aku ingin kamu memakai topeng monyet! "
"Apaaa! " pekik Arta. Pria itu kini membulatkan mata dengan permintaan istrinya barusan. Disha sendiri mengigit bibirnya, berusaha menahan ledakan tawanya. Namun tak di pungkiri dia begitu ingin melihat suaminya memakai topeng.
"Kamu tuh apa apaan sih sayang, masa wajah tampan aku harus pakai topeng monyet? " protes Arta tidak terima. Pria itu mendadak kesal sekaligus jengkel dengan permintaan sang istri yang tak masuk akal.
Melihat penolakan sang suami membuat Disha cemberut. Wanita itu melipat tangannya di dada, menampilkan wajah datar nya pada sang suami.
"Ya sudah nanti malam gak ada jatah sampai besok. " ucap Disha. Arta lagi lagi di buat terkejut, Disha sendiri justru makan camilan dengan santai. Dia berusaha menghilangkan kekesalannya pada sang suami. Arta mengusap wajahnya kasar, terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibirnya.
Huh
"Baiklah mana topengnya? "
Disha menoleh dengan cepat. Wanita itu tersenyum lebar, dia segera bangun dan menemui salah satu pelayan. Tak lama dia kembali dan menyerahkan topengnya pada Arta. Artanza terpaksa mengenakan topeng sesuai keinginan sang istri.
topeng yang di pakai Artanza
__ADS_1