My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 49 Amnesia?


__ADS_3

Hari demi hari Disha dengan setia datang ke rumah sakit menjenguk suaminya. Dan tepat satu minggu Arta telah sadarkan diri dari komanya. Tentu saja kabar ini begitu menggembirakan bagi semua orang terutama Disha.


"Mas Arta. " sapa Disha dengan mata berkaca kaca.


"Siapa kamu! "


Deg


Hati Disha hancur berkeping keping mendengar suaminya tak mengenal dirinya. Semua orang tercengang melihat Arta yang tak mengenali istrinya. Mommy Diandra langsung mendekati putranya, mengusap lengan sang anak.


"Sayang dia Disha istri kamu nak, apa kamu tak mengingatnya? " tanya Mommy dengan hati hati. Arta memegangi kepalanya yang terasa sakit, dia menggeleng membuat semua orang lemas.


"Ssh sakit. " keluh Arta memegangi kepalanya. Dokter langsung memeriksa keadaannya setelah pria itu kembali berbaring. Selesai memeriksa, dokter menjelaskan jika benar Arta tengah amnesia.


Disha menangis tergugu melihat suaminya kehilangan ingatannya. Tubuh wanita itu lemas seketika dan terduduk di atas lantai. Daddy segera mendekati putrinya, memeluk sang anak dengan perasaan sama hancurnya.


"Mom, Dad aku ingin pulang. " gumam Disha lirih. Mommy menghampiri putrinya, segera membantunya berdiri. Disha sendiri memperhatikan suaminya dari jauh dengan tatapan kecewanya.


Arta sendiri hanya diam, entah kenapa dia merasakan sakit melihat tatapan kecewa dari Disha. Disha sendiri memilih ke luar dari sana dan pergi meninggalkan ruangan sang suami.


"Daddy, sebaiknya daddy kejar Disha sekarang. Jangan sampai Aldrich membawa pergi Disha. " ujar mommy dengan nada khawatir. Daddy Arka mengangguk, pria paruh baya itu langsung menyusul sang anak.


Mommy Diandra menghela nafas berat, kembali menemani sang anak. Dia menjelaskan status putranya dengan terperinci termasuk membahas si kecil Alfred.


"Selama ini Disha selalu berada di sisi kamu Arta. Kamu kehilangan ingatan seperti ini justru menambah luka di hatinya. Terlebih Aldrich terus menerus mengejar Disha selama satu minggu ini. "ungkap Mommy dengan gusar.


Arta terdiam, dia mengepalkan tangannya mendengar penjelasan sang mommy. Pria itu lantas mencabut selang infus di tangannya, lalu turun dari ranjang.


"Nak, kamu mau ke mana? " tanya Mommy dengan nada paniknya.


"Aku ingin mengejar istriku mom. " balas Arta dengan jelas. Pria itu langsung ke luar dari ruangan rawatnya, dia mengabaikan panggilan sang mommy.

__ADS_1


Pria itu terus berjalan cepat sambil menyentuh kepalanya yang masih terasa pusing.


Di sisi lain Disha tentu saja patah hati mendapati suaminya kehilangan ingatannya sesuai prediksi dokter. Wanita itu menangis tergugu di parkiran rumah sakit.


"Sepertinya kau patah hati sayang! " ujar Aldrich.


Disha mendongak, terkejut melihat kehadiran pria yang dia benci. Wanita itu langsung bangkit, berusaha pergi namun Aldrich mencekal tangannya dengan erat.


Plak


Wanita cantik itu melayangkan tamparannya ke wajah Aldrich. Lalu dia menepis kasar tangan pria yang dia benci.


"Aku bilang jangan menyentuhku dengan tangan kotormu Tuan Aldrich. " ujar Disha penuh penekanan. Aldrich menyentuh pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari wanita pujaan nya.


"Kau menolakku hm? " Aldrich mengeraskan rahangnya, dia langsung menarik kasar Disha. Disha tentu saja memberontak dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman Aldrich.


Dari kejauhan Arta melihatnya, pria itu langsung berlari sambil memegangi kepalanya. Daddy Arka ternyata menyusulnya dari belakang.


"Lepaskan dia. " Arta menghempas tangan Aldrich yang menyentuh istrinya. Aldrich menoleh, menatap tajam kearah rivalnya.


Bug


Disha menjerit histeris saat Aldrich memukul suaminya. Daddy Arka langsung berbalik memukul Aldrich, meninjunya berkali kali. Pria paruh baya itu mulai geram dengan Aldrich yang terus menganggu kehidupan putrinya.


Disha sendiri menolong sang suami. Wanita cantik itu begitu panik dengan keadaan Arta. Daddy Arka segera kembali lalu memapah sang menantu dan membawa nya ke ruangan Arta.


Arta kembali berbaring di atas ranjang, Disha memanggil suster untuk mengobati luka sang suami. Arta sendiri menggenggam tangan sang istri dengan erat. Selesai mengobati suster langsung pamit ke luar.Pria tampan itu menatap sendu kearah sang istri.


"Maafkan aku sayang. " ucap Arta yang membuat kening Disha berkerut.


"Mas kamu? "

__ADS_1


"Err sebenarnya aku enggak hilang ingatan. " ungkap Arta. Disha membulatkan kedua matanya, wanita cantik itu langsung mengamuk. Disha justru menangis terisak, rasanya sakit melihat suaminya membohongi dirinya.


Mommy Diandra menghela nafas berat, putranya ini benar benar keterlaluan begitu pikirnya. Arta sendiri langsung panik, pria itu berusaha bangun kemudian meraih tangan sang istri.


Disha menepis tangan suaminya, wajahnya tampak sembab. Wanita itu memundurkan langkah menjauhi ranjang sang suami.


"Kamu kok jahat sih mas, aku itu begitu khawatir sama kamu. Bisa bisanya kamu pura pura amnesia, apa kamu enggak mengerti perasaan aku. " bentak Disha emosi.


"Maafkan aku sayang. " Arta turun dari ranjangnya. Pria itu langsung menarik istrinya ke dalam pelukan. Dia membiarkan sang istri, memukuli tubuhnya berulang kali. Disha berhenti, kedua tangannya memeluk punggung kekar suaminya dengan erat.


Tangisan nya pecah dalam pelukan sang suami. Mommy dan Daddy tampak terharu melihat keduanya kembali berkumpul. Tak lama Eden dan Hazel datang membawa si kecil. Disha melepaskan pelukannya, dia meraih putranya ke dalam gendongan.


"Sayang lihat daddy kamu telah kembali pada kita boy. " gumam Disha dengan mata berkaca kaca. Arta langsung menciumi putranya, melepaskan rindu pada sang jagoan. Lalu dia kembali berbaring di atas ranjang pasien.


Mommy dan lainnya memilih ke luar dari ruangan. Arta meminta sang istri naik ke atas ranjang berbaring di sebelahnya. Disha menciumi wajah putranya yang tampan dan gembul.


Arta sendiri asyik mengendus leher sang istri. Disha terkekeh pelan merasakan geli, wanita itu menoleh hingga bibir mereka bertemu. Dia segera mengakhiri ciuman mereka berdua. Suara tawa khas bayi ke luar dari bibir putra mereka mampu fokus keduanya teralihkan.


"Sayang, kau marah yang mommy dan daddy mengabaikan kamu


hm? " tanya Disha sambil menoel pipi sang anak.


"Wua waa wa. " celoteh si kecil Alfred. Arta terkekeh mendengar celotehan putranya yang tak dia mengerti.


"Gantengnya putra mommy, seandainya daddy kamu benar benar hilang ingatan mommy mau cari daddy baru untuk kamu boy. " ceplos Disha yang masih jengkel dengan sikap jahil suaminya.


"Sayang. " rengek Arta dengan bibir cemberut.


"Apa, aku masih marah ya sama kamu mas. " balas Disha dengan ketus. Arta langsung meringis mendengarnya. Pria itu kembali meminta maaf pada sang istri. Disha memilih cuek dan fokus pada si tampan dalam gendongannya.


Terdengar suara helaan nafas berat, dia memilih pasrah dan fokus memperhatikan putra mereka. Tak lama Hazel masuk, membawakan makanan untuk keduanya. Dia mengambil si kecil lalu membawanya ke luar. Disha sendiri turun dari ranjang, lalu mulai menyuapi suami tercinta nya.

__ADS_1


__ADS_2