
Akhir akhir ini Stella merasa suaminya menyembunyikan sesuatu dari nya. Usia kandungan Stella mulai terlihat membulat. Wanita hamil itu menemukan cek pembayaran di jas suaminya.
"Aldrich membeli apa hingga menghabiskan uang sebanyak ini? " gumam Stella dengan wajah penasaran. Dia juga merasa suaminya selalu ke luar kota satu minggu terakhir kemarin.
Stella langsung mengambil ponselnya. Dia menghubungi toko di mana Aldrich membeli barang barang yang tertera dalam cek.
"Saya Stella, istri Tuan Aldrich. Suami saya mendapat cek hasil pembayaran, memangnya Aldrich membeli apa ya? " tanya Stella.
"Tuan Aldrich membeli perabot rumah seperti ranjang, sprei dan kebutuhan banyak lainnya nyonya! "
Stella langsung memutuskan sambungannya. Wanita itu terkejut setelah mendengar pengakuan sang pelayan toko. Kecurigaannya pada sang suami semakin besar, dia lantas mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Aldrich.
"Halo. " suara seorang wanita yang mengangkat telepon suaminya membuat Stella membulatkan mata. Wanita itu lantas menghidupkan gps lalu mencari keberadaan sang suami.
Tut
"Sialan, siapa wanita itu. Dari suaranya sepertinya aku mengenalnya! " Stella buru buru mengambil tasnya, menaruh ponselnya ke dalam tas lalu turun ke bawah.
"Nyonya mau ke mana? " tanya salah satu pelayan. Stella mengabaikan nya, dia buru buru ke ke luar dari mansion. Dia meminta sopir untuk segera jalan menuju ke Villa yang dia deteksi melalui gps.
Satu jam berlalu Stella sampai di sebuah Villa. Dia masih terkejut jika suaminya memiliki sebuah Villa yang cukup megah. Wanita hamil itu segera turun dan mengetuk pintu Villa dengan keras.
Tok
tok
Cklek
Tak lama pintu terbuka, ternyata Vanya yang ke luar dengan dress tipisnya. Keduanya sama sama terkejut, Stella sendiri menilai penampilan wanita di depannya ini.
"Kenapa kamu ada di sini Vanya? " tanya Stella dengan tatapan
curiganya.
"Err aku. "
"Sayang siapa yang datang? " tanya Aldrich. Stella langsung masuk begitu saja, wanita itu terkejut melihat sosok suaminya bertelanjang dada. Aldrich sendiri belum menyadari kehadiran istrinya saat ini.
__ADS_1
"Aldrich. " teriak Stella. Aldrich menoleh, pria itu terperanjat kaget. Dia langsung bangkit dan menghampiri istrinya.
Plak
Plak
Stella melayangkan tamparan nya ke pipi suaminya berulang kali. Dia juga menampar Vanya, meluapkan kemarahannya pada wanita di dekat suaminya saat ini. wanita hamil itu terus memaki keduanya dengan kata kata kasar, Aldrich berusaha menenangkan istrinya yang mengamuk.
"Dan kau Vanya, kau wanita menjijikkan. " maki Stella dengan emosi meledak ledak. Dia langsung menghubungi mertuanya dan memberikan alamat Villa pada mommy. Pengkhianatan yang di lakukan oleh suaminya tentu saja membuatnya kecewa dan sakit hati.
"Tapi aku menyukai suami kamu Stella, memangnya salah? " tantang Vanya. Aldrich sempat menegurnya untuk diam namun di hiraukan oleh Vanya. Stella tentu saja terpancing, dia kembali menampar Vanya, begitu sebaliknya. Aldrich segera melerai keduanya, dia menjauhkan sang istri yang tengah hamil.
Tuan James dan Nyonya Aliana pun datang dengan tergesa gesa. Keduanya tampak kebingungan melihat situasi kacau saat ini yang mereka tak ketahui penyebabnya.
"Ada apa ini? "
"Mom, Dad hiks Aldrich selingkuh dengan Vanya. Selama ini dia beralasan ke luar kota, sebenarnya hanya ingin menemui perempuan simpanannya itu. " ungkap Stella dengan berkucuran air mata.
Orang tua Aldrich tentu saja terkejut dengan pengakuan menantu mereka barusan. Mommy Aliana langsung menampar Vanya berulang kali, kemudian memeluk Stella.
Bug
"Istrimu sedang hamil Al, apa kamu tak punya otak hingga berselingkuh di belakang Stella hah. " bentak Tuan James dengan nada emosi.
Aldrich hanya diam tak berbicara kala sang Daddy terus membentak nya tanpa henti. Pria itu menghela nafas panjang, segera mengambil kaosnya lalu memakainya langsung.
"Rasa rasanya Daddy tak sudi mewariskan harta daddy padamu
Al. " ungkap Tuan James.
"Maafkan aku Dad, aku tahu perbuatan aku sangatlah salah. " ujar Aldrich dengan nada penyesalan. Vanya terhenyak, tentu saja wanita itu tak tinggal diam.
"Kita melakukannya suka sama suka Al, kamu mau lari dari tanggung jawab. " geram Vanya.
"Dia bohong Dad, Vanya 'lah yang awalnya mendekati aku dan merayu aku. " Aldrich membuat alasan tersendiri agar mengamankan posisinya saat ini. Pria itu lantas menghampiri istrinya dan meminta maaf pada Stella.
Stella tentu saja memeluk suaminya. Vanya yang melihatnya merasa emosi. Nyonya Aliana langsung bangkit dan memaki Vanya dengan kata kata kasarnya. Kedua paruh baya itu ke luar lebih dulu.
__ADS_1
Wanita hamil itu tersenyum puas melihat wajah Vanya yang memar karena tamparan. Stella begitu puas dengan kehancuran yang di alami Vanya saat ini.
"Bisa bisanya kau menuduh suamiku menggodamu wanita sialan! " Stella menepuk pipi Vanya hingga mengakibatkan ringisan kecil.
"Jangan terlalu bermimpi untuk merebut Aldrich dariku Vanya! " Stella menghapus air matanya dengan segera. Lalu dia mengajak suaminya ke luar, Vanya tentu saja mengejar mereka.
Dia langsung menyentuh lengan Aldrich, wanita itu memohon untuk tinggal bersamanya.
"Jangan tinggalin aku Al hiks, bukankah kamu berjanji tak akan meninggalkan aku? " pekik Vanya dengan tatapan sendunya.
"Lepaskan aku Vanya. " Aldrich menepis tangan Vanya, segera masuk ke dalam mobil bersama istrinya. Dua mobil itu melesat kencang meninggalkan Vanya sendirian di Villa.
Vanya terus berteriak memanggil Aldrich. Tubuh wanita itu luruh ke tanah, menangkup wajahnya di sertai penyesalan. Dia telah berbicara yang sebenarnya namun tak ada yang mempercayai dirinya.
Huhu
Dia pun memeluk kedua kakinya, menangis di kepergian Aldrich. Vanya merasa Aldrich hanya memanfaatkan dirinya saja.
Habis manis sepah di buang
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan Vanya saat ini. Beberapa menit berlalu Vanya lekas bangkit dan masuk ke dalam. Dia pun segera mencari ponselnya lalu berusaha menghubungi nomor Aldrich. Perlakuan Aldrich barusan tentu saja membuatnya tak terima.
"Sial nomornya tak bisa aku
hubungi! "
"Kau memang brengshake Al, aku pasti akan membalasmu. " teriak Vanya dengan frustrasi. Wanita hanya bisa menyesal, dia kira Aldrich bisa menepati janjinya namun semuanya hanyalah omong kosong pria itu.
Tak seharusnya dia mempercayai omongan Aldrich. Dan sekarang dirinya di buang layaknya sampah yang tak berguna.
"An ******* like you doesn't deserve to be happy! "
(Pria brengshake sepertimu tak pantas bahagia)
Kedua tangan Vanya terkepal kuat, dia akan membalaskan rasa sakitnya pada Stella dan Aldrich. Mereka harus merasakan apa yang dia rasakan saat ini. Dia akan mencari bukti bukti untuk menjatuhkan nama baik Aldrich dan membongkar rahasia yang di sembunyikan Stella.
"Sekarang aku seperti wanita bodoh saat ini! "
__ADS_1
Vanya mengusap wajahnya kasar. Hatinya masih sangat sakit kala Aldrich justru memutar balikkan fakta. Bukan dirinya duluan yang menggoda namun Aldrich. Semuanya menjadi runyam karena kebohongan yang di lakukan pria brengshake itu.