
Dan hari kedua ini pasangan suami istri itu baru saja menyelesaikan pagi mereka dengan percintaan panas. Selesai berpakaian Disha langsung mengajak suaminya kembali berkeliling. Dan kali ini tujuan mereka adalah kota Venesia.
Republik Venesia Berdiri di kota ini dari abad ke-9 hingga ke-18.
Venesia adalah tujuan wisata yang sangat populer, menjadi pusat budaya utama, dan berkali-kali dinobatkan sebagai kota terindah di dunia.Kota kanal ini terkenal dengan sarana transportasi air, di antaranya gondola.
Dan kini Arta dan Disha tengah menaiki gondola bersama para pengunjung lain.
Gondola sendiri adalah sebuah perahu dayung tradisional asal Venesia, Italia. Gondola merupakan sarana transportasi utama di Venesia selama berabad-abad dan masih memegang peranan penting dalam sistem transportasi publik di sana hingga saat ini. Pasangan suami istri itu begitu menikmati keindahan kota Venesia melalui gondola yang mereka naiki saat ini.
Biasanya Gondola berlayar ke kanal-kanal kecil di bagian dalam kota Venice dan melewati Grand Canal serta Rialto Bridge. Tarif perjalanan menaiki Gondola adalah sebesar 80 Euro, untuk maksimal 6 orang dengan lama waktu perjalanan sekitar 40 menit.
Empat puluh menit berlalu Arta dan istrinya pergi ke salah satu restauran terbaik di Venesia. Pria tampan itu langsung memesan makanan untuk mereka berdua.
Arta ternyata memesan beberapa makanan dan minuman berupa Bigoli,Tiramisu, Risotto, Spritz and Es cappucino. Beberapa menit berlalu pelayan mengantarkan pesanan mereka setelah itu pamit. Pasangan suami istri ini kini sibuk dengan makanan masing masing. Tak jarang Disha juga mencoba mencicipi makanan milik suaminya.
Suasana sejuk dan nyaman di sana membuat keduanya betah di sana. Selesai makan siang bersama, Arta mengajak istrinya berbelanja di salah satu Venice Grand Canal Mall. Mereka membeli banyak pernak pernik di sana.
Sorenya mereka kembali ke villa menaiki sebuah taksi dan membutuhkan satu jam perjalanan. Mereka ke luar dari taksi dan lekas masuk ke dalam villa.
Disha membawa barang barangnya ke kamar, wanita itu segera membersihkan diri lalu mengganti pakaiannya. Kini giliran Arta yang berada di dalam kamar mandi. Wanita cantik itu menyambar ponselnya yang tergeletak di atas ranjang.
"Hallo Zel, gimana hubungan kamu dan Eden? " tanya Disha melalui sambungan video call.
"Aku sudah jadian sama dia. " ungkap Hazel dengan malu malu. Disha turut senang dengan kabar bahagia dari sang sahabat.
__ADS_1
"Jangan lupa PJ nya ya. " goda Disha yang di tanggapi dengusan oleh Hazel. Keduanya saling berbagi kebahagiaan satu sama lain. Hazel meminta Disha untuk tak memikirkan hal aneh aneh, suruh fokus honeymoon dengan Arta.
Arta yang telah selesai berpakaian, menghampiri sang istri. Pria itu ikut bersandar di kepala ranjang, mendengarkan obrolan istrinya dengan Hazel. Sesekali pria tampan itu turut memunculkan wajahnya, menyapa Hazel sebentar sebagai bentuk basa basi nya. Disha sendiri membahas keindahan kota Florence dan Venesia pada sang sahabat.
"Aku jadi ingin ke sana juga Sha tapi aku bukan orang kaya yang bisa berkeliling dengan bebas. " cengirnya.
"Nikah dulu sama Eden baru honeymoon ke Italia sama
sepertiku! "
Hazel menanggapinya dengan senyuman. Keduanya kini sibuk bergosip ria dengan santai. Disha mengakhiri obrolannya dengan sang sahabat. Lalu menaruh kembali ponselnya di dekat bantal. Wanita cantik itu menghela nafas panjang, lalu tersenyum simpul. Dia pun bersandar di dada sang suami, entah apa yang di pikirkannya.
"Sayang. " panggil Disha sambil menggenggam tangan sang suami. Arta sendiri merasa was was, takutnya sang istri memintanya untuk melakukan hal aneh.
"Ada apa baby? " tanya Arta dengan nada gugupnya. Disha menoleh, mengerutkan kening melihat wajah suaminya yang tampak gugup.
Arta tentu saja mengelak dari tuduhan istrinya. Disha menghela nafas panjang, mendekatkan wajahnya lalu berbisik. Pria tampan itu membulatkan mata tanpa sadar berteriak membuat Disha mengomel.
"Mana ada kostum mermaid di sini sayang, kamu ada ada aja deh. " protes Arta. Disha terdiam, wanita itu membenarkan ucapan sang suami.
"Maafkan aku mas, ya sudah aku ingin melihat kamu menyanyi. " ungkap Disha. Arta bernafas lega, dia mengikuti keinginan istri tercintanya. Wanita itu tanpa sadar menguap hingga tertidur dalam dekapan sang suami.
Arta menunduk, memeluk erat tubuh istri tercintanya. Pria itu mencium kening dan bibir wanitanya dengan lembut. Dia masih heran dengan kelakuan sang istri yang begitu sensitif. Pria tampan itu terdiam, memperhatikan istrinya yang terlelap.
Arta menurunkan tubuhnya hingga kepalanya mendarat di bantal dengan memeluk istrinya dari samping. Pria tampan itu berkali kali menciumi pucuk kepala sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Di balik wajah ceriamu, aku tahu kamu menyimpan kesedihan sayang. Kau begitu iri dengan Stella yang hamil, sementara kamu belum hamil lagi setelah kejadian keguguran beberapa bulan lalu. " gumam Arta.
"Aku tak akan menuntut kamu baby, melihat tawa riang di wajahmu sudah membuatku cukup. Bersabarlah kelak pasti kamu akan segera mengandung buah hati kita. " pungkasnya. "
Arta membelai wajah sang istri dengan lembut. Dia pun ikut memejamkan mata, lalu mengistirahatkan dirinya sejenak.
Tepat pukul tujuh malam, keduanya terbangun. Keduanya memilih makan di dalam kamar, Disha meminta sang suami untuk membuatkan cokelat panas. Arta tentu saja dengan senang hati memenuhi permintaan sang istri.
Disha turun dari ranjang, dia hendak pergi ke kamar mandi. Matanya melotot kala tanggal dalam kalender yang dia lingkari terlewat. Wanita cantik itu mengigit bibirnya, dia langsung pergi ke kamar mandi. Selesai mencuci muka dia kembali ke atas ranjang, bersamaan dengan kembalinya Arta.
Kedua nya langsung makan, Arta melirik kearah sang istri yang tampak sangat lahap. Lima belas menit berlalu, Disha menyesap susu cokelat nya dengan perlahan.
"Biar aku aja mas yang bawa ke dapur. " ucap Disha. Arta pun mengangguk, Disha bangkit dan membawa piring kotornya ke luar.
Di dapur, dengan cekatan Disha mencuci piringnya. Wanita itu masih kepikiran dengan tanggal haidnya yang sudah terlambat cukup lama. Selesai cuci piring, Disha menyentuh perutnya yang sedikit menonjol.
"Sebaiknya besok aku akan mengeceknya. " gumam Disha penuh harap. Dia berharap hasilnya sesuai dengan apa yang dia harapkan.
"Aku tak ingin mengecewakan mas Arta. " gumam Disha lirih. Wanita itu menghela nafas panjang, dia segera kembali ke kamar dan tak lupa mengunci pintu. Wanita cantik itu masuk kembali ke dekapan sang suami.
Arta mengerutkan kening melihat kemanjaan istrinya yang semakin bertambah. Namun dia begitu menyukai sikap istrinya yang sekarang daripada dulu yang begitu cuek, bersikap sok mandiri. Dia usap punggung wanitanya dengan penuh kelembutan.
"Sayang perut kamu sedikit membulat? "
"Mungkin berat badan aku naik
mas. " ucap Disha spontan. Arta mengangguk percaya, selama ini dia tak melarang istrinya makan banyak.
__ADS_1