My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 43 Kelahiran Sang penerus


__ADS_3

Hari demi hari Arta dan Disha semakin mesra. Kandungan wanita cantik itu juga telah masuk dalam bulannya. Pria tampan itu memilih fokus pada istrinya, dia menjadi suami yang siaga untuk sang istri.


"Auh ssh mas Arta. " Disha memegangi perutnya sambil berteriak. Arta ke luar dari kamar mandi, pria itu membulatkan mata melihat istrinya yang tampak kesakitan. dia langsung menggendong istrinya ke luar, memanggil daddy dan mommy.


Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil. Arta melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke rumah sakit. Dia begitu panik mendengar suara kesakitan sang istri tercinta.


Skip


Arta menaruh istrinya di atas brankar. Dia pun membiarkan suster mendorongnya menuju ruang persalinan. Pria itu di minta untuk menemani Disha di dalam.


"Silakan mengejan nyonya ini sudah pembukaan ke sepuluh. " ujar Dokter. Disha berusaha mengejan sambil menggenggam tangan suaminya.


"Semangat sayang, kamu pasti bisa melahirkan bayi kita ke dunia. " gumam Arta dengan lembut. Disha terus berusaha sesuai arahan sang dokter.


Oek


oek


Suara tangisan bayi membuat semuanya bernafas lega. Arta menciumi kening dan bibir sang istri, dia mengumamkan terimakasih pada wanitanya. Lalu diapun ke luar dari ruangan, membiarkan dokter dan suster bekerja.


Hot daddy itu ke luar dari ruangan. Mommy memberikan selamat pada sang putra bergantian dengan Daddy.


Tak lama Dokter ke luar mendorong brangkar Disha di bantu suster, lalu mendorongnya menuju ke ruangan VIP. Arta dan lainnya segera menyusul ke ruangan Disha. Dia masuk ke dalam, menghampiri ranjang sang istri.

__ADS_1


"Thanks you. " Arta menciumi punggung tangan sang istri tercinta.


Disha membuka matanya perlahan. Wanita cantik itu berusaha bangun di bantu suaminya.


"Di mana anak kita mas? " tanya Disha dengan suara lemahnya.


"Bentar lagi suster datang ke sini. " sahutnya sambil tersenyum.


Suster segera masuk ke dalam menggendong si kecil. Dia membantu Disha menggendong baby boy dengan hati hati. Selain itu Suster juga membantunya menyusui si kecil dengan perlahan. Setelah selesai suster langsung pamit ke luar.


"Gimana kalau nama baby boy Alfred Claude Akhtar. " ucap Disha yang di angguki sang suami.


"Bagus namanya. " ucap Arta sambil tersenyum Disha mengangguk, fokusnya kembali tertuju pada baby dalam gendongannya. Dia belai wajah mungil si tampan sesekali dia menciumnya.


"Welcome to the world baby Al. " gumam Disha dengan senyuman lebarnya.


Mommy dan Daddy masuk ke dalam, mereka ingin melihat cucu pertama mereka berdua.Keduanya tampak antusias melihat cucu mereka yang begitu tampan.


"Boleh mommy gendong nak? " tanya Mommy pada menantunya.


"Tentu saja mom. " Disha pun menyerahkan putranya pada sang mommy tercinta. Mommy Diandra begitu bahagia bisa menggendong sang cucu. Mereka langsung membawanya duduk di sofa. Disha tersenyum melihat mommy dan daddy yang saling berebut ingin menggendong Alfred.


"Namanya Alfred Claude Akhtar mom, dad. " ungkap Disha tersenyum tipis. Mommy Diandra mengangguk, fokusnya kembali tertuju pada sang cucu.

__ADS_1


Setelah puas menggendong Alfred, mommy langsung menaruh cucunya ke dalam box bayi. Arta kini menyapa sang jagoan, mengusap dan menciumi wajah tampan sang anak. Lalu dia kembali duduk di dekat sang istri tercinta dan mengobrol ringan.


Arta rencananya akan mencari babysitter untuk membantu sang istri mengasuh baby Alfred. Dia kini meminta persetujuan dari Disha mengenai rencananya. Disha sendiri tentu saja setuju dengan rencana sang suami.


"Kehadiran baby Al tentu mengalihkan perhatianku darimu mas. Jagoan kita ini sangat tampan melebihi kamu. " ledek Disha membuat Arta langsung cemberut.


"Sayang. " rengek Arta. Mommy Diandra tersenyum geli melihat tingkah sang anak. Disha sendiri tertawa pelan melihat wajah cemberut sang suami. Arta menarik istrinya ke dalam pelukan, dia merasa gemas dengan Disha.


"Daddy cemburu sama anak sendiri cie. " goda Disha sambil menoel pipi suaminya. Arta justru membalasnya dengan mencium sang istri. Wanita cantik itu merona setelah ciuman mereka berakhir. Disha pun membenamkan wajahnya di dada Arta. Dia merasa malu di perhatikan kedua orang tuanya.


"Semoga kalian selalu romantis nak, kehadiran Alfred dalam rumah tangga kalian akan semakin berwarna. " ucap mommy dengan senyuman hangatnya.


Dering ponsel Arta membuat pria itu melepaskan pelukannya. Dia pun memilih ke luar dari ruangan untuk menerima telepon. Mommy datang menghampiri Disha, lalu mengobrol berdua.


Beberapa saat berlalu Arta baru kembali dengan membawa makanan untuk mereka. Mommy langsung menyuapi sang menantu begitu sebaliknya. Selesai makan Disha menoleh kearah sang suami.


"Siapa yang menghubungi kamu mas? " tanya Disha penasaran.


"Clayton, dia memberitahu jika Aldrich berusaha menarik klien yang bekerja sama denganku. " ujar Arta dengan jujur.


Disha merasa Aldrich begitu licik, wanita itu hanya bisa menggenggam tangan sang suami. "Kamu harus tenang, jangan terpancing emosi dengan ulah pria itu. " ucap Disha dengan bijak.


"Iya sayang. " jawab Arta sambil tersenyum.

__ADS_1


Disha bernafas lega saat ini. Wanita itu begitu khawatir jika Aldrich berusaha menghancurkan Arta, suaminya. Suara rengekan kecil membuat Arta dengan sigap menggendong sang jagoan. Pria itu berusaha menenangkan sang anak.


Mommy Diandra tentu saja tersenyum lebar melihat putranya kini menjadi seorang daddy. Hari ini hari yang membahagiakan untuk mereka semua atas kelahiran Alfred. Arta mengecup kening putranya lalu menaruh kembali jagoannya ke dalam box.


__ADS_2