My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 46 Resmi Bercerai


__ADS_3

Hari selanjutnya kini Stella dan Aldrich telah berada di pengadilan. Mereka menunggu putusan hakim mengenai gugatan yang di layangkan Aldrich.


Setelah menunggu satu jam lebih, Hakim akhirnya mengetok palu dan meresmikan perceraian Aldrich dan Stella.


Aldrich pun tentu saja sangat puas dengan perceraian ini. Pria itu langsung ke luar dari ruang pengadilan. Stella tentu saja bangkit dan mengejar mantan suaminya.


"Tunggu Al. " Stella berhasil mencekal tangan mantan suaminya. Pria itu menghentikan langkahnya, menoleh dan menghempas tangan Stella.


"Apalagi, di antara kita sudah tak ada urusan lagi Stella. " ucap Aldrich dengan nada datar nya.


"Al, aku mohon jangan usir aku dari rumah kamu. " pinta Stella sambil memohon. Aldrich tentu saja tak peduli, pria itu masuk ke dalam mobil. Mobil mewah itu langsung melesat kencang. Stella terus berteriak memanggil nama mantan suaminya.


Wanita itu tampak kesakitan, dirinya merasa di abaikan oleh Aldrich. Nyonya dan Tuan Darvis menghampiri mantan menantu mereka itu. Nyonya Aliana menghela nafas berat, dia hanya bisa menasehati Stella dengan halus.


"Semuanya sudah terjadi Stella, kau hanya perlu membenahi hidupmu. " ucap Nyonya Aliana dengan halus.


"Tapi aku tak bisa menerimanya Mom, bagaimana bisa Aldrich begitu tega membuang ku begitu saja? " ungkap Stella dengan bada kecewanya. Diapun berusaha memohon pada mantan mertuanya namun kedua paruh baya itu tak bisa membantunya.


Stella berdecak pelan, merasa usahanya sia sia diapun memilih pergi dari sana. Dia memesan taksi lebih dulu, hingga tak lama taksi datang. Wanita itu langsung masuk ke dalam dan melesat pergi.


Teringat dengan Dean, wanita itu lantas pergi ke penthouse milik mantan suami pertamanya. Entah apa tujuan Stella pergi ke sana. Sampai di sana wanita itu turun dari taksi, segera mengetuk pintu rumah Dean.


tok


tok


Cklek pintu di buka oleh Dean sendiri yang bertelanjang dada. Raut wajah pria itu tampak mengeras melihat kehadiran Stella di hadapannya.


"Dean, maafkan aku. " Stella langsung memeluknya tiba tiba. Dean mengumpat pelan, mencoba melepaskan pelukan Stella lalu mendorongnya.


"Berani beraninya kamu memelukku Stella. " geram Dean dengan tatapan dinginnya.


Stella memohon pada Dean agar di berikan kesempatan kedua. Dean sendiri tersenyum sinis melihat kelakuan Stella yang tak tahu diri.


"Kenapa kamu baru saja di buah suami brengshakemu itu. Kau kira aku tempat penampungan untuk menampung kamu lagi Stella. " bentak Dean dengan emosi. Pria itu mengungkit perbuatan kejam mantan istrinya di masa lalu.

__ADS_1


Nia datang dengan dress pendeknya. Gadis itu menghampiri prianya, berusaha menenangkan Dean. Stella terkejut melihat kehadiran Nia di kediaman Dean.


"Mas tenangkan diri kamu. " ucap Nia dengan lembut.


Dean merangkul pinggang ramping wanitanya. Dia mencoba membuat Stella meradang dan hancur melihat dirinya bersama Nia.


"Dean kamu? "


"Kenapa Nia wanitaku, sebentar lagi dia akan menjadi istriku dan mommy untuk Keyla. " tegas Dean.


Stella menggeleng. Dia tak menerima ada wanita lain yang akan menjadi ibu sambung untuk putrinya. Wanita itu mencoba mendorong Nia lalu kembali berusaha membujuk Dean.


"Aku ibu kandung Keyla, Dean. Aku yang berhak untuk berada di sisi putriku! "


Dean tertawa mendengar ucapan Stella barusan. Pria itu menatap remeh wanita yang menjadi mantan istrinya ini.


"Kau ibu yang buruk Stella, kau tak pantas menjadi seorang ibu. " pekik Dean emosi. Pria itu langsung menyeretnya ke luar kemudian mengusirnya. Dia langsung masuk ke dalam dan mengunci pintunya.


"Dean, buka pintunya!!


tok


Stella terus menggedor pintu penthouse Dean. Wanita itu tak terima di usir begitu saja. Dia akan meminta haknya sebagai ibu dari Keyla.


Beberapa menit berlalu Stella berhenti, dia merasa usahanya sia sia. Wanita itu mengumpat kasar dan memilih pergi dari sana dengan amarah terpendam.


Di dalam Penthuse


Nia memeluk prianya, dia paham apa yang di rasakan Dean saat ini. Dean menghela nafas panjang, membawa wanita nya ke atas pangkuan.


"Besok kita nikah, aku enggak mau mendengar penolakan lagi Sweetie! " tegas Dean. Nia mengangguk pasrah, bersamaan dengan itu bibir keduanya menempel.


Dean menahan tengkuk wanitanya, memperdalam ciuman mereka. Tak lama pria itu mengakhiri ciuman mereka. Nia membenamkan kepalanya di tubuh sang kekasih.


"Kita akan menjaga dan membesarkan Keyla dengan baik mas. Aku harap dia kelak tak memiliki sikap seperto Stella. " ungkap Nia penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, Keyla justru akan memiliki sikap baik dan bar bar seperti kamu, Bundanya. " ledek Dean yang mendapat tabokan dari Nia. Nia langsung cemberut, Dean terkekeh melihat wanitanya merajuk.


Pria tampan itu membisikkan sesuatu membuat Nia merona. Dia langsung bangkit, menggendong wanitanya menuju ke kamar.


Skip


Tepat pukul enam sore Nia merasa sekujur tubuhnya terasa sakit. Wanita itu mencubit perut prianya yang berada di sebelah dirinya. Dean langsung bangun, memeluk wanitanya dari belakang.


Tangan pria itu masuk ke dalam selimut membuat Nia mengeluarkan suara merdunya.


"Lepasin mas, aku mau mandi dulu. " Nia hendak menyibak selimutnya namun Dean menahannya. Pria itu langsung bangkit dan membawa Nia ke kamar mandi.


Satu jam berlalu mereka baru ke luar. keduanya segera berpakaian dan menemui Keyla di kamar sebelah. Mereka langsung menemani princess kecil menggambar.


"Keyla mau makan sesuatu


sayang? " tanya Nia dengan lembut.


"Mau mom. " jawab Keyla dengan mengangguk. Nia langsung menggendongnya, membawa nya ke luar dari kamar di susul Dean.


Dia membiarkan ayah dan anak itu menunggu di meja makan. Nia sendiri pun membantu pelayan menyiapkan makanan. Setelah beberapa menit mereka membawanya ke meja makan.


Nia langsung duduk di sebelah si cantik Keyla. Wanita itu menyuapi calon putri sambungnya. Dia tak bisa membayangkan jika Stella berniat mengambil hak asuh Keyla. Selesia menyuapi putrinya, Nia melanjutkan makannya dengan lahap.


Dean mengulas senyumnya, hatinya begitu menghangat melihat bagaimana sabarnya Nia menyuapi dan memperhatikan Keyla.


Seusai makan malam, mereka kembali ke kamar. Nia membiarkan Keyla tidur di tengah tengah wanita itu dan Dean.


Gadis manis itu memeluk Nia dengan erat, Dean yang melihatnya hanya bisa menghela nafas panjang.


"Tidur sayang! "


Keyla menciumi pipi Nia secara bergantian kemudian memejamkan mata. Dean sendiri memilih pindah tidur di belakang Nia, pria itu bisa memeluk wanitanya dari belakang.


"Astaga mas Dean! " Nia pun menggeleng kala Dean memeluknya dai belakang, sesekali mencium lehernya singkat. Diapun memilih pasrah, segera memejamkan mata dan tak lama mereka terlelap.

__ADS_1


Selang beberapa menit ponsel Dean berbunyi namun tak mengusik tidur lelap ketiganya. Ketiganya tampak seperti keluarga kecil yang bahagia. Dean semakin merapatkan pelukannya tanpa peduli pada benda canggihnya itu.


__ADS_2