My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 12 Pernikahan Aldrich & Stella


__ADS_3

"Kau benar benar pria kurang ajar


Al. " geram akan kelakuan sang putra, Aldrich. Malam harinya pesta pernikahan Aldrich dan Stella di gelar. Nyonya Aliana sepanjang perjalanan terus mengumpati putranya yang brengshake itu.


Nyonya Aliana dan suaminya turun dari mobil, mereka berdua langsung masuk ke dalam Villa milik Aldrich. Mereka langsung menemui Aldrich yang berada di pelaminan.


"Malam mom, Dad. " sapa Aldrich dengan senyuman lebarnya.


"Apa kau gila Al, kau menikahi wanita bayaranmu itu untuk kau jadikan


istri. " geram nyonya Aliana.


"Cukup mom, jangan mengajakku bertengkar di sini. Hargai keputusanku saat ini, lagipula aku sudah resmi menjadi suami Stella begitu pula sebaliknya. " tegas Aldrich.


Nyonya Aliana meminta bantuan sang suami, Tuan James hanya bisa memberikan nasehat pada sang anak agar tak menyesal nantinya. Mau tak mau Nyonya Aliana memberikan restunya pada Aldrich dan Stella. Padahal jauh dalam lubuk hatinya, dia menginginkan Disha yang menjadi menantunya.


Pasangan paruh baya itu menemui kolega yang hadir di sana. Teman teman sosialitanya datang dan mengobrol dengan nyonya Aliana.


"Selamat ya Aliana, atas pernikahan Aldrich dan Stella. Sekarang kamu memiliki menantu cantik, di tunggu kabar bahagianya ya. " ujar salah satu temannya bernama Dona.


"Iya doakan saja. " Nyonya Aliana terpaksa mengiyakannya, dia tak ingin malu di depan umum.


Stella sendiri begitu bahagia, impiannya telah terwujud menjadi nyonya muda Aldrich Reid Darvis. Dengan statusnya yang sekarang, dia bisa melakukan apa saja yang dia mau. Selain itu Stella juga bisa melunasi hutang hutangnya di tempat mami Gretha.


Aldrich melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya itu. Keduanya menyalami para tamu yang memberikan selamat untuk keduanya.


"Sayang, kamu jangan mengambil hati omongan mommy ya. Lambat laun aku yakin mommy akan menerima kamu sebagai menantunya. " ucap Aldrich dengan penuh percaya diri.


"Iya sayang aku paham. " jawab Stella sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Stella POV


Huh jika wanita tua itu masih tidak menerima aku, terpaksa aku akan menyingkirkannya. Aku tak ingin ada penghalang yang berusaha mengagalkan rencanaku kali ini. Dan saat ini aku bisa saja mengalihkan hari Aldrich atas namaku namun semuanya butuh proses. Dan akan aku buat Aldrich tergila gila denganku, membuat suamiku itu menentang ibunya mati matian.


Aldrich mengajak istrinya ke tengah ruangan, keduanya berdansa mengikuti irama musik. Dari jauh Nyonya Ariana menatap tak suka putranya bermesraan dengan Stella. Jika publik tahu mengenai identitas Stella, nama besar keluarga Darvis akan tercoreng nantinya.


"Aldrich benar benar di buta kan cintanya, apa otaknya sudah kosong hingga berani menikahi wanita dari club malam. " batin nyonya Ariana kesal.


Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang, Tuan James menghampirinya dan menyerahkan minuman pada sang istri. Nyonya Ariana langsung meneguknya dengan santai, lalu menaruhnya di atas meja.


"Lakukan sesuatu Dad, Mommy merasa Stella hanya akan membuat hidup Aldrich hancur ke depannya nanti. " bisik Nyonya Ariana pada suaminya.


"Untuk saat ini kita hanya bisa mengawasinya Mom, Aldrich begitu keras kepala dan akan semakin menentang kita nantinya. " sahut Tuan James dengan bijak.


Keduanya terus mengobrol, Nyonya Ariana kini membicarakan perihal Disha. Wanita paruh baya itu meminta sang suami mencari keberadaan gadis yang tengah mengandung calon cucunya itu. Tuan James saat ini belum menemukan petunjuk keberadaan Disha.


"Sebenarnya kamu ke mana Disha, tante harap kamu dan calon bayinya sehat sehat nak. Hanya kamu san calon cucu tante itu harapan tante saat ini. " batin nyonya Ariana penuh harap.


Larut malam pesta itu telah usai. Sepasang pengantin baru itu pamit ke kamar mereka. Nyonya Ariana bersama suaminya memilih pergi ke kamar tanpa menyapa putra dan menantu yang tak dia anggap.


Stella cukup suka dengan kamar pengantinnya yang terlihat penuh dengan taburan bunga.Wanita itu telah mengganti pakaiannya dengan lingerie. Aldrich segera memeluk istrinya dari belakang, saat ini pria itu telah bertelanjang dada.


"Kau suka dengan kejutan ini baby, spesial malam pertama kita. " bisik Aldrich dengan lembut.


"Tentu saja sayang. " balas Stella yang langsung berbalik, memagut liar bibir suaminya dengan agresif.


Dan mereka langsung melakukan malam pertama di atas ranjang. Ini bukan pertama kalinya keduanya saling berbagi peluh di atas ranjang, jadi menurut Aldrich dan Stella tentu saja tetap melakukannya seperti biasa namun kali ini lebih liar dari biasanya.


Stella mengatur nafasnya yang tersengal, dia pura pura memejamkan kedua matanya. Aldrich menoleh, tersenyum melihat istrinya yang dia kira telah tertidur. Pria itu menciumnya sekilas, menarik selimut dan memejamkan kedua matanya

__ADS_1


Wanita cantik itu kembali membuka matanya, bersandar di kepala ranjang. Dia menyambar ponselnya yang tergeletak di sebelahnya. Sambil melirik suaminya, Stella mengirim pesan pada seseorang. Entah siapa yang dia kirimkan pesan secara diam diam tersebut.


Tring


From xxx


Aku tunggu transferan nya Ste. Jika tidak, aku akan membongkar semua rahasiamu selama ini.


Stella mengumpat pelan, dia pun langsung membalas pesan itu dengan jengkel. Setelah selesai dia menghapus pesan itu, menaruh kembali ponselnya di atas nakas.Dia menunduk, menyentuh cincin berlian yang melingkar di jari manisnya.


"Sekarang aku istri sahnya Aldrich Reid Darvis, tak akan ada lagi orang orang yang merendahkan aku. " gumam Stella dengan senyuman sinisnya. Wanita itu lantas kembali berbaring, segera memejamkan kedua matanya.


Hampir dini hari Stella terjaga, dia merasakan haus. Wanita itu bangun dan memakai kemeja milik suaminya. Stella ke luar dari kamar, menuruni tangga dan pergi ke dapur.


Stella langsung mengambil air putih, menegaknya hingga setengah. Dia merasa lega setelah melepas dahaganya.


Ehem


"Kau terbangun juga Stella? "


Stella menoleh, mendapati Mommy mertuanya berjalan menghampirinya. Wanita itu memasang senyuman manisnya di depan nyonya Ariana.


"Iya tadi terbangun karena haus mom, kalau mommy? " tanya Stella dengan lembut. dia berusaha meluluhkan hati sang mertua dengan sikap lembutnya ini.


"Hm tidak, aku hanya mengawasi seseorang saja. Katakan padaku, apa yang kau perbuat hingga putraku tergila gila padamu? " cecar Nyonya Ariana dengan tatapan penuh intimidasi nya.


"Aku tak melakukan apapun mom, aku dan Aldrich saling mencintai satu sama lain. " ungkapnya dengan sungguh sungguh.


"Kau yakin, tak ada niat lain di balik ini semua Stella? "

__ADS_1


Stella merasa kesal dengan sikap curiga mertuanya, dia berusaha mengontrol dirinya agar tak lepas kendali. Wanita itu menjawab dengan tenang pertanyaan nyonya Ariana padanya. Nyonya Ariana langsung pergi dari sana dan kembali ke kamar.


Sementara Stella bernafas lega, dia segera naik ke atas dan kembali ke kamarnya bersama Aldrich.


__ADS_2