My Bastard Boss

My Bastard Boss
Bab 8 Kehidupan Baru Disha


__ADS_3

Disha kini berusaha membuang semua masa lalunya yang berhubungan dengan Aldrich. Dia telah menganggap ayah dari calon janin dalam perutnya telah tiada. Kini wanita hamil itu tengah mengobrol dengan Hazel.


"Aku yakin kamu bisa melewati ini semua Dis, kau tak sendiri sekarang ada aku dan bibi yang menjagamu serta Tuan Arta. " gumam Hazel.


Disha hanya menanggapi nya dengan senyuman. Saat ini wanita hamil itu tengah melahap potongan buah yang di sodorkan Hazel padanya.


Drap drap


Suara langkah kaki mendekati mereka, Arta pulang membawakan banyak belanjaan untuk kedua gadis itu. Disha sendiri hanya diam tak berkomentar apa apa, Hazel langsung pamit pada Disha dan Arta. Gadis itu memilih tinggal di kontrakan yang telah dia sewa.


"Aku pulang dulu ya Sha, ingat istirahat dan jaga kondisi kamu. " ucap Hazel.


"Kamu enggak nemenin aku di sini aja Zel? "


"Enggak Sha, soalnya besok aku sudah mulai cari pekerjaan lagi. " tolak Hazel dengan halus. Dishapun mengangguk, dia menatap kepergiannya sang sahabat dalam diam.


Pelayan yang telah menyimpan barang barang yang di bawa Arta. Pria itu menemaninya duduk di teras, Arta memperhatikan Disha secara dekat. Dia mencoba menghibur wanita hamil di hadapannya ini dengan kata kata penenangnya. Disha sendiri menghela nafas berat, menatap kearah Arta.


"Memangnya mas Arta tak memiliki keluarga? " tanya Disha memecah keheningan di antara mereka berdua.


"Aku hanya tinggal dengan mommy, sementara Daddy telah meninggal dunia. " jawab Arta sambil tersenyum tipis.


Disha merasa bersalah, telah menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi. Arta sendiri tak mempermasalahkan hal itu, dia tak tersinggung sama sekali. Disha tersenyum miris, ternyata Arta lebih beruntung daripada dirinya.


Ayahnya sendiri menganggapnya pembawa sial dan kini dirinya telah di nodai oleh lelaki brengshake. Dia berusaha menerima secara perlahan dengan keadaan dirinya sekarang. Arta menyentuh tangan Disha, membuat wanita hamil itu tersentak. Dia langsung menarik tangannya, semenjak kejadian itu membuat dirinya menjaga jarak dengan lawan jenis termasuk Arta.


"Mas Arta beruntung masih memilih seorang ibu. " ucap Disha sambil tersenyum.

__ADS_1


Arta menoleh kearahnya, menatap Disha dengan kening berkerut. "Memangnya orang tua kamu ke mana Disha? "


"Aku hanya memiliki ayah, namun ayah begitu membenciku, beliau menganggap aku sebagai penyebab ibu meninggal. " jawab Disha dengan lirih.


Deg


Arta terkejut mendengarnya, Disha sendiri hanya tersenyum kearahnya. Dia tak lagi menyalahkan sang ayah, kini dia hanya memiliki janin dalam perutnya, Hazel dan bibi Surti.


"Maaf tuan, nona, di luar nyonya Diandra datang. " ujar pelayan. Arta langsung bangkit dan mengajak Disha menemui sang mommy. Mommy Diandra langsung duduk di ruang tamu, wanita paruh baya itu mengerutkan kening melihat wanita yang bersama putranya.


Arta langsung menjelaskan siapa Disha pada sang mommy agar tak salah paham. Mommy Diandra menoleh kearah Disha, menatap lekat wanita hamil di depannya ini.


"Halo Disha, aku mom Diandra ibunya Artanza. " sapa nya dengan ramah.


"Saya Anaya Disha tante. " jawabnya singkat. Mom Diandra meminta Disha mendekat, wanita itu langsung menuruti permintaannya.


Disha menghela nafas panjang, dia tak ingin tersakiti hanya karena laki laki lagi. Dia bertekad akan membesarkan anaknya sendirian meskipun tak mudah baginya. Wanita hamil itu kembali menatap wanita paruh baya di depannya ini.


"Aku enggak bisa Tante, aku enggak mau mengorbankan masa depan mas Arta atas apa yang bukan menjadi tanggung


jawabnya. " tolaknya dengan halus.


nyonya Diandra menghela nafas berat, untuk saat ini dia tak bisa memaksa Disha. Disha sendiri masih kekeh dengan keputusannya, dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Melihat bagaimana keras kepalanya Disha, mengingatkan dirinya di masa lalu.


Wanita hamil itu menyentuh perutnya, membelainya dengan penuh kasih sayang. Dia meminta maaf pada janin dalam perutnya, tak bisa memberikan keluarga yang lengkap. Arta sendiri menghela nafas berat, apa yang ada di dalam pikirannya telah di wakilkan sang mommy namun nyatanya Disha menolak niat baiknya itu.


"Untuk saat ini kamu boleh menolak, tapi saat ini dia adalah calon anakku dan artinya kamu calon istriku Disha. Aku tak ingin orang lain mengatakan hal hina pada janin dalam perutmu. " tegas Arta memberikan penjelasan pada Disha agar mengerti.

__ADS_1


"Kalian berbicaralah, mommy tinggal sebentar nak. " Mommy Diandra langsung bangkit, membiarkan putranya dan Disha berbicara dengan leluasa.


Disha hendak bangkit, wanita itu meringis kesakitan sambil menyentuh perutnya. Arta langsung mendekat, membantunya duduk kembali sambil mengusap perut rata Disha.


"Kamu enggak boleh stres dan keras kepala yang membuat perutmu terasa kram Disha! " Sorot Arta berubah tajam, dia memberi peringatan pada Disha. Wanita itu tertegun, rasa kram dalam perutnya seketika menghilang saat Arta menyentuh perutnya.


Dia langsung meminta maaf, Arta membawanya ke dalam dekapan hangatnya. pria itu ingin Disha lebih terbuka padanya, mengatakan segala hal yang menjadi beban pikirannya. Disha menikmati aroma maskulin dari tubuh Arta, dia menyentuh tangan kekar Arta yang ada di perutnya.


"Mas Arta. " panggil Disha dengan lembut.


"Kau menginginkan sesuatu? " tanya Arta sedikit meregangkan pelukannya. Pria itu menunduk, tatapan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain. Dia melabuhkan kecupan di kening Disha dengan sangat lembut, lalu menjauhkan wajahnya.


"Aku ingin ke pantai sebentar, bolehkah? " tanya Disha penuh harap. Arta mengangguk, dia melepaskan pelukannya. Keduanya langsung bersiap siap, Disha sendiri mengganti pakaiannya di bantu mommy Diandra. Setelah selesai keduanya berpamitan pada mommy, mereka langsung masuk ke dalam mobil.


Skip


Di Pantai


Disha mengenakan long dress satin berwarna kuning, Arta mengenggam tangannya sambil menyusuri pantai. Setelah beberapa menit Pria itu langsung menggendongnya, membaringkan Disha di kursi panjang pantai. Arta ikut berbaring di sampingnya, memperhatikan Disha sambil tersenyum.


"Kenapa mas Arta, lihatin aku kayak gitu. Aku malu tahu mas. " ungkap Disha dengan nada manjanya. Arta terkekeh pelan mendengarnya, pria itu merasa gemas padanya. Wanita hamil itu berbalik membelakangi dengan Arta memeluknya dari belakang.


Arta POV


Kau wanita luar biasa Disha, aku yakin kamu bisa melewati semuanya dengan baik demi janin dalam perutmu. Mulai sekarang kalian adalah tanggung jawabku. Aku tak peduli dengan omongan orang lain. Untuk pria brengsek yang menghancurkan hidupmu, aku akan membalasnya berkali kali lipat nantinya.


"Mas Arta kamu tidur ya. " tebak Disha dengan asal.

__ADS_1


"Tentu saja tidak baby. " Arta menciumi pipi calon istrinya lalu memeluknya namun tak sampai menekan perut rata Disha. Dan mereka menikmati moment kebersamaan mereka berdua.


__ADS_2