My Bule Husband

My Bule Husband
Rumor


__ADS_3

Bukan hanya Sesil yang akan menjadi sorotan publik pada acara besar keluarga Dos Santos yang tersohor di seluruh kota ini. Naina, yang merupakan menantu perempuan Dos Santos, yang kini telah menyandang status nyonya besar di keluarga itu. Kini, pun menjadi bahan perbincangan hangat di hampir seluruh kalangan tamu undangan.


Bagaimana tidak, sebab inilah pertama kalinya mereka melihat wujud asli Naina secara langsung. Jelas saja, yang orang-orang tahu, Reygan, putra sulung Rudi telah menikah delapan tahun yang lalu. Namun, tidak ada yang tahu seperti apa rupa Naina dan dari kalangan mana wanita itu berasal.


Pesta itu sangat meriah, yang diadakan di ballroom hotel bergengsi di kota itu. Chris menyiapkan pesta pernikahannya dengan sempurna. Tidak hanya itu, Chris bahkan mengundang media dari televisi untuk menyorot setiap momen kebahagiaan satu hari ini.


"Kamu gugup sayang?" tanya Reygan saat acara pemberkatan baru saja selesai. Reygan memperhatikan istrinya sejak berada di pesta. Naina terlihat tidak nyaman, namun dia tidak tahu apa yang mengganggu wanitanya.


Naina menggeleng, "Tidak Hubby. Aku tidak papa." ucapnya sambil tersenyum.


Naina tengah berbohong. Sejak tadi dia memang tidak nyaman berada di pesta ini.


Bersanding di samping Reygan, rupanya yang menyebabkan wanita itu merasa risih. Semua orang memperhatikannya sejak tadi yang disertai bisikan penuh pertanyaan tentang dirinya.


Siapa gerangan wanita itu? Wanita yang tengah bersanding di samping pria idaman para wanita itu? Apalagi ketika melihat Giselle berada di antara mereka, semakin banyak pertanyaan dalam benak mereka. Bahkan orang-orang itu tak segan berbisik hingga terdengar telinga Naina sendiri.


Dalam sekejap, Naina lupa menikmati hari bahagia Kakak angkatnya dan adik iparnya tersebut. Naina tidak tahu, mengapa dia merasa sangat sensitif hari ini. Wanita itu merasa sedih hanya karena bisikan yang tidak jelas itu.


Tapi memang benar, meski sudah sangat lama dirinya menyandang status Nyonya Dos Santos, namun tidak banyak orang yang mengenalnya sebagai istri Reygan. Jelas saja, pada saat pernikahannya, hanya diadakan seadanya saja. Dan Rudi juga hanya mengundang beberapa koleganya pada hari itu.


Jujur saja, semurni apapun hatinya, dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Naina merasa iri pada Sesil. Bagaimana tidak? Chris menyiapkan pesta megah untuknya, serta mengundang banyak orang.


Memang terkesan serakah, tapi bagaimana pun Naina adalah manusia biasa. Iri hati adalah sifat alami manusia. Dan tidak dapat dipungkiri, Naina juga ingin merasakan seperti apa yang Sesil rasakan saat ini.


Namun Naina sadar diri. Pernikahannya sudah hampir menginjak satu dekade, dan merasa tidak pantas untuk merayakan perayaan semacam ini. Naina hanya bisa berharap, dan perlahan membuang keinginan itu jauh-jauh.


"Mama, Giselle mau sama Kakek." ucap Giselle sambil menunjuk Rudi yang tidak jauh dari mereka. Pria itu tengah asik berbincang dengan teman-temannya.


"Boleh. Tapi jangan lari-lari ya sayang." nasihatnya.


Giselle mengangguk, "Oke Mah." gadis kecil itu segera berhambur menuju Rudi.


"Dasar Papa, heboh banget kenalin Giselle sama teman-temannya." celetuk Reygan setelah melihat betapa Rudi sangat bahagia mengenalkan putrinya di depan kolega-koleganya.

__ADS_1


"Biarin aja Hubby. Yang penting Papa senang." ucap Naina.


"Reygan." tidak jauh dari mereka ada yang memanggil Reygan.


"Siapa?" tanya Naina.


"Teman-teman kuliahku dulu. Kayaknya Papa undang mereka juga. Ayo ke sana." ajaknya, namun sayang Naina menolak.


"Emmh.. Kamu duluan aja ya. Aku mau ke toilet dulu." dalihnya.


"Mau aku temenin dulu? Toiletnya jauh." nampaknya Reygan enggan berpisah dari istrinya. Pasalnya pria itu merasakan ada yang tidak beres dengan istrinya tersebut.


"Eh jangan. Teman-teman kamu nungguin. Duluan saja sana. Aku bentar aja kok."


"Yang bener."


"Iya Hubby. Sana, teman-teman kamu udah liatin tuh." menunjuk orang-orang yang duduk di sebuah meja panjang.


"Enggak. Kamu nggak boleh jauh-jauh dari aku. Ayo, aku temenin." tanpa basa-basi Reygan menarik tangan Naina, lalu membawanya menuju toilet.


Naina duduk di kloset yang tertutup tanpa melakukan apapun, karena pada awalnya wanita itu sama sekali tidak ingin buang air.


Alasan ke toilet, sebenarnya hanyalah alasan Naina untuk menghindari Reygan menemui teman-temannya. Tidak tahu mengapa, Naina enggan untuk menemui orang-orang itu.


Bibirnya merengut karena Reygan memaksa menemaninya ke toilet. Padahal dia ingin melarikan diri dari pria itu.


"Udah?" pria itu menunggu di depan toilet wanita.


"Udah." Naina mengangguk.


Wanita itu menggandeng lengan pria itu, yang kemudian membawanya ke kumpulan teman-teman lamanya.


"Reygan, lama tidak bertemu." sapa teman-teman Reygan begitu mereka sampai. "Gimana kabarnya?" nampaknya orang-orang ini cukup akrab dengan Reygan.

__ADS_1


Reygan mengangguk, membalas sapaan orang dengan senyumnya. "Baik. Terima kasih sudah datang." balas Reygan.


"Ayo sini duduk dulu. Teman-teman kita yang lain juga pada dapat undangan dari Om Rudi." kata pria itu.


"Sini sayang." ucap Reygan pada Naina, yang seketika mengundang perhatian orang-orang itu.


Dengan sedikit keterpaksaan, Naina duduk di sebelah suaminya. Sebenarnya dia tidak ingin berada di sini, apalagi pandangan semua orang, menatapnya penuh tanya.


"Rey, siapa?" tanya teman-temannya yang lain.


Reygan tersenyum cerah, kemudian merengkuh bahu Naina agar lebih dekat dengannya. "Kalian belum kenal ya. Kenalkan, Naina, istriku." ucap pria itu tegas, membuat orang-orang itu cukup terkejut.


"Istrimu?" ulang pria itu. "Reygan, maaf, kami yang ketinggalan berita atau kamu yang memang tidak mengundang kami saat pernikahanmu?" tanya pria itu.


"Andrew!" suara Reygan terdengar tidak ramah pada teman lamanya itu.


"Ah... Maafkan aku Rey. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya saja kami bingung di sini. Setahu kami, kamu udah rujuk lagi dengan Natasya. Tapi melihat kamu bersanding dengan wanita lain, kami jadi bingung dibuatnya." kata pria itu. Pria itu mencuri kesempatan, melirik Naina dari atas hingga ujung kaki.


Seketika tubuh Naina menegang. Mendengar nama wanita masa lalu suaminya saja sudah membuatnya syok, apalagi mendengar kata rujuk, hampir saja Naina terjatuh lemas.


"Andrew jaga omonganmu!" kali ini Reygan tidak segan-segan meninggikan suaranya.


"Santai man." nampaknya pria itu tidak merasa bersalah sama sekali. "Aku hanya ingin bertanya agar semuanya jelas. Kamu tahu, hampir semua orang mengira istrimu ini wanita simpananmu. Jadi aku hanya...."


Bugh...


Belum sampai Andrew melanjutkan ucapannya, pria itu sudah terpental setelah mendapat bogeman mentah dari Reygan.


"Beraninya mulutmu berkata seperti itu!" bentak Reygan.


Kini, perhatian semua tamu tertuju pada mereka. Dan Reygan sama sekali tidak peduli.


TBC

__ADS_1


__ADS_2