
Kalian tuh ya, gercep banget kalo ada tanda-tanda kehamilan. Padahal othor udah atur seapik mungkin biar kalian nggak nyadar. Eh tapi udah banyak aja yang tebak kalo Naina hamil. Emang lah ya, udah pada pengalaman para pembaca semuanya ya😂.
***
Reygan bungkam untuk beberapa saat, setelah pendengar permintaan istrinya. Begitu Reygan sadar, maniknya membulat sempurna.
"Sa...sayang maksud kamu apa?" suaranya terbata-bata karena keterkejutannya.
Naina menatapnya dengan wajah memelas, tidak menyadari suaminya telah salah sangka dengan permintaannya.
"Aku mau nikah lagi..." ulangnya sambil meremas jemari lentiknya. Suaranya terdengar memohon, bercampur malu-malu tapi mau.
Reygan masih belum mengerti maksud istrinya tersebut. Pria itu semakin kalang kabut dengan segala ketakutan dalam dirinya.
"Kamu mau nikah lagi?" pria itu memastikan.
Naina mengangguk dengan wajah polosnya, "Bolehkan?"
"Tidak!" suara Reygan meninggi membuat Naina terkejut. Wajahnya yang tadinya berbinar penuh harap seketika berubah murung. Bahkan maniknya sudah digenangi oleh air mata akan bentakan itu.
Reygan pun jadi bingung melihatnya. Harusnya dia yang marah karena permintaan tidak masuk akan istrinya, tapi kenapa sekarang dia merasa bersalah setelah membuat wanita itu hampir menangis.
"Sayang kamu nangis? Maafkan aku. Aku tidak berniat membentakmu. Tapi permintaanmu sangat keterlaluan." ucap Reygan yang hendak menghapus air mata Naina. Namun Naina langsung menepisnya.
"Jadi kamu tidak mau?" wajah Naina benar-benar terlihat menyedihkan bercampur kecewa.
__ADS_1
Jelas saja, Reygan menggeleng kuat, "Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menikah lagi. Kamu hanya...."
"Cukup! Aku nggak mau dengar lagi. Kamu memang jahat. Kamu nggak sayang lagi sama aku!" tangis Naina semakin kencang.
"Sejak pesta dimulai, semua orang melihatku dengan berbagai pertanyaan di benak mereka. Siapa aku dan kenapa aku bisa bersanding bersama Reygan Dos Santos, putra dari keluarga terhormat di kota ini? Mereka semua mempertanyakan statusku!" ucap Naina sambil sesenggukan. Wanita itu mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya.
"Mereka tidak tahu siapa aku ini. Padahal kita sudah menikah sejak delapan tahun yang lalu, tapi tidak ada seorang pun yang mengenaliku sebagai istrimu. Huaaaa....." semakin menjadi saja tangis wanita itu yang semakin membuat Reygan kebingungan.
"Kamu tidak peka Reygan. Harusnya kamu tahu betapa sedihnya perasaanku saat ini. Aku memang istrimu tapi orang-orang hanya mengingat Natasha sebagai istrimu. Bukan aku! Hatiku sakit Rey. Sakit."
Kini Reygan mengerti maksud dari permintaan Naina. Hatinya lega, karena ternyata Naina hanya ingin mengulang pernikahan mereka, bukan bermaksud menikah dengan lelaki lain.
Reygan terkekeh kecil, yang mana semakin membuat Naina emosi.
"Sayang, jadi maksud..."
"Aku hanya ingin menikah Rey, cuma itu keinginanku. Aku juga mau seperti Sesil. Pernikahannya digelar dengan meriah sama Kakak Chris. Sedangkan aku,...." saking histerisnya Naina sampai tidak sanggup melanjutkan unek-uneknya.
Reygan mendengar yang rengekan istrinya tertegun untuk beberapa saat. Namun setelahnya dia langsung menangkap Naina ke dalam pelukannya.
"Sayang, kenapa nggak bilang dari tadi kalau kamu mau pesta pernikahan hmm? Aku pikir kamu mau nikah dengan laki-laki lain. Makanya aku menolak." katanya sambil menepuk punggung istrinya.
"Bodoh!" maki Naina yang masih saja menangis sambil memukul dada Reygan.
Reygan hanya pasrah saat Reygan memukulinya. "Sst... jangan nangis lagi sayang. Kamu tenang aja, apa yang kamu impikan selama ini akan aku kabulkan. Aku akan membuat pesta pernikahan mewah sesuai permintaanmu." saat itu juga Naina berhenti menangis dan memukul Reygan.
__ADS_1
"Really?" menatap Reygan penuh selidik.
"Really. Kamu pikir aku akan membiarkanmu menjadi bahan omongan orang seperti tadi untuk yang kedua kalinya? Tentu tidak sayang." lalu menghapus air mata istrinya. Asal kamu tahu, setelah kamu memilih kembali padaku, aku sudah menyiapkan pesta besar untuk meresmikan pernikahan kita sayang." ucap Reygan.
Naina mengedipkan maniknya beberapa kali, sambil menarik ingusnya yang meler. Dia tidak menyangka bahwa suaminya ternyata telah menyiapkan pesta untuknya.
"Tapi karena masalah Sesil, aku menunda semuanya sayang. Tidak mungkin kan aku mengadakan perayaan, sedangkan adikku dalam kondisi yang buruk." jelas pria itu.
Perlahan hati Naina sedikit lega, dan mengiyakan alasan suaminya tersebut.
"Tapi setelah ini, secepatnya, aku tidak akan menunda perayaan itu sayang. Aku berjanji." janji Reygan sungguh-sungguh.
Senyum Naina merekah dalam sekejap, "Hubby, maafkan aku. Aku sudah salah paham padamu. Maafkan aku ya?" melingkarkan kedua tangannya di leher Reygan.
"Iya sayang. Tidak papa. Aku juga minta maaf, karena kesalahanku delapan tahun lalu, kamu jadinya harus mengalami hal ini. Maafkan aku juga ya?" kata Reygan.
Naina mengangguk, "Hmm, aku maafkan. Tapi janji harus buat pesta besar ya?"
"Siap sayangku. Apasih yang enggak buat istriku yang cantik ini." menggaet ujung hidung istrinya gemas, kemudian mencium keningnya cukup lama.
"Makasih Hubby." mood wanita itu seketika kembali ceria. Wanita itu menggelayut manja di pelukan Reygan.
"Gimana keadaan kamu sayang. Masih pusing kepalanya?" tanya Reygan sambil memegang kening Naina.
"Enggak lagi. Tadi waktu di pesta aku pusing gara-gara nyium parfum orang-orang, tadi setelah nyium badan Hubby, aku nggak pusing lagi." kata Naina yang semakin menghirup dalam aroma maskulin suaminya.
__ADS_1
Reygan hanya tersenyum, tapi dia senang karena istrinya sangat nyaman berada terus bersamanya. Pria itu menyelipkan anak rambut Naina ke balik telinganya.
TBC