
Hari berganti, sudah satu bulan sejak kepulangan Emma dan Sesil. Satu bulan yang lalu, Natasya sadar diri akan kehadirannya yang telah membuat Naina menderita. Wanita itu segera hengkang dari rumah keluarga Dos Santos.
Namun tetap saja, dimana pun wanita itu berada, tetap saja akan melukai Naina. Karena Natasya masih saja mendiami ruang di hati Reygan.
Sudah satu bulan ini, Natasya selalu menyempatkan waktunya untuk menemui Steve. Tetapi tidak memiliki nyali menginjakkan kaki di rumah itu. Natasya akan membawa Steve kemana saja berdua dan mungkin bersama Reygan tanpa sepengetahuan Naina.
Sampai saat ini, Naina masih tetap diam akan semua yang terjadi di belakangnya. Bersikap seolah dirinya baik-baik saja akan semua kebohongan suaminya. Tetap melayani Reygan dengan baik meski begitu besar tekanan dalam jiwanya.
Sejak kedatangan Natasya, waktunya bersama Steve pun semakin menipis. Hampir setiap hari Natasya membawa Steve dari rumah dan pulang menjelang sore. Akibatnya, Naina lebih banyak termenung dan berdiam diri.
****
Sore itu, Natasya baru saja mengantar Steve, putranya kembali ke rumah mantan suaminya. Wanita itu kini menjadi lesu, karena tidak ada lagi Steve bersamanya.
Wanita itu kini tengah menikmati sore menjelang malam di sebuah kafe yang jauh dari jalanan kota. Bersama Steve setelah beberapa hari ini, tentunya membuat hatinya tenang. Tidak seperti dulu lagi, hatinya dipenuhi kerinduan dan perasaan bersalah.
"Boleh aku duduk?" tiba-tiba suara lembut seorang wanita mengganggu ketenangannya.
Natasya menegakkan punggungnya, melihat wanita berambut sebahu yang berdiri di depannya. Dia merasa familiar, tapi tidak mampu mengingatnya.
__ADS_1
Natasya mengangguk, membiarkan wanita itu duduk satu meja dengannya.
"Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Natasya dengan sopan.
Wanita itu tersenyum, memberikan tangannya, "Kenalkan, aku Alena." kata wanita itu memperkenalkan diri.
"Natasya." balas Natasya. Natasya menaikkan alisnya, samar-samar dia mengingat wanita ini. "Apakah kamu Alena, temannya Reygan?"
"Yup." Alena tersenyum manis. "Kamu benar. Tapi itu dulu, saat ini aku adalah kekasih Reygan." ucapnya membuat Natasya mengerutkan keningnya.
"Kekasih? Kamu sedang bercanda?" Natasya berkata dengan tajam, tidak suka akan perkataan Alena. "Reygan sudah menikah! Jangan bicara sembarangan!"
"Kamu pikir Reygan benar-benar mencintai wanita miskin itu?" terkekeh.
"Kamu salah Natasya. Reygan menjadikan wanita itu hanya sebagai pelarian saja. Tidak ada perasaan cinta sedikit pun. Dan sampai sekarang Reygan masih sangat mencintaimu."
"Cukup!" Natasya setengah berteriak, memberikan tatapan tajam.
"Kenapa Natasya? Bukankah harusnya kamu senang mendengar hal itu? Dengan begitu kamu kembali lagi ke sisi Reygan. Aku betul bukan?" tutur Alena yang semakin membuat emosi Natasya memuncak.
__ADS_1
"Tutup mulutmu!" bentaknya.
"Aaa... aku salah ya." Alena tertawa puas. "Sebenarnya kamu datang ke negara ini hanya ingin membawa Steve dari Reygan dan Naina kan? Kamu berpura-pura bercerai dari suamimu di Amerika, agar kamu bisa mengelabui Oma Emma. Aku benar kan?" tutur Alena.
Natasya melebarkan matanya. Tidak percaya kenapa ada orang lain yang mengetahui rencananya dan suaminya di Amerika.
Ya, memang benar tujuannya datang ke kehidupan Reygan hanyalah untuk membawa Steve bersamanya ke Amerika. Rupanya, keputusannya yang meninggalkan Reygan demi pria lain adalah salah. Karena suaminya itu menderita penyakit yang menyebabkannya menjadi pria mandul. Sudah enam tahun pernikahan, mereka belum juga dikaruniai keturunan.
Natasya mengingat putranya, Steve yang tinggal bersama mantan suaminya. Sudah sejak dulu ia ingin menemui Steve dan perlahan membawa hidup bersamanya. Tapi dia tidak punya nyali sama sekali untuk menghadapi keluarga Dos Santos, terutama Reygan, mantan suaminya.
Hingga tiga bulan yang lalu, Ariana, mantan bibinya, menemuinya dan mengatakan tujuannya. Natasya menyadari, kini dia memiliki celah untuk mendekati Steve melalui Emma dan yang lainnya.
Kembali pada Reygan? Tentu Natasya tidak pernah terpikir hal itu. Karena sejak awal, Reygan hanyalah pelariannya. Mereka menikah karena dijodohkan, sedangkan saat itu dia memiliki kekasih yang saat ini menjadi suaminya. Natasya terlalu mencintai suaminya.
Tapi, bagaimana pun juga, dia dan suaminya sangat menginginkan keturunan. Tapi suaminya tidak mampu. Oleh sebab itu, Natasya dan suaminya melakukan sebuah kesepakatan dalam kesempatan yang Emma berikan.
Merusak pernikahan Reygan, agar dia bisa mendapatkan Steve.
TBC
__ADS_1