My Bule Husband

My Bule Husband
Keinginan Naina


__ADS_3

"Beraninya mulutmu mengatakan istriku seperti itu!" bentak Reygan.


"Apa yang kamu lakukan Reygan! Aku hanya bertanya agar semuanya jelas. Kenapa kamu malah menghajarku?" pria itu tidak terima sambil berusaha berdiri.


Reygan menyipitkan matanya, menelisik apakah Andrew berkata jujur atau tidak. Sebenarnya tidak salah Andrew bertanya, namun mendengar kata 'istri simpanan' dari mulut pria itu, darahnya seketika mendidih. Dia merasa ikut terhina akan hal itu.


Naina jelas-jelas adalah istrinya yang sah di mata hukum maupun agama, mulut siapa yang berani mengatakan Naina istri simpanan. Sekalipun dirinya belum mempublikasikan Naina sebagai istrinya di depan khalayak, tetap saja mereka tidak berhak mengatakan hal itu pada Naina.


"Tapi Andrew, bukannya kamu yang menyebar rumor itu di pesta ini?" tiba-tiba saja seorang wanita yang sepertinya adalah teman lama Reygan, mulai angkat bicara. Wanita itu melirik Andrew dengan tatapan sinisnya. "Reygan, sebelumnya tidak ada asumsi yang mengatakan bahwa istrimu adalah wanita simpananmu. Mereka hanya menerka-nerka, tapi Andrew sendiri yang menggiring opini, sehingga membuat beberapa orang di pesta ini salah paham." jelas wanita itu.


Mendengar hal itu, kobaran api semakin menyala di manik pria itu. Reygan melayangkan tatapan tajam pada Andrew.


"Kamu! Berani sekali!" desis Reygan yang tentunya membuat Andrew kelabakan.


Pria itu menunjukkan wajah memelas, "Rey, itu tidak benar. Aku tidak pernah mengatakan hal itu." membela dirinya.


Namun Reygan tahu betul siapa dan seperti apa teman lamanya tersebut. Meski hubungan mereka cukup baik hingga saat ini, namun Reygan tidak pernah lupa betapa besar iri hati Andrew terhadapnya. Andrew pernah beberapa kali berusaha menjatuhkannya di masa lalu. Reygan tahu hal itu, tapi dia hanya mengabaikannya.


Namun kali ini, Andrew telah berani mengusik ketenangan wanitanya. Bukanlah hal mustahil bagi Reygan untuk menghabisinya saat ini juga.


Reygan bersiap melayangkan bogemannya untuk yang kedua kali. Namun sebelum itu terjadi, Chris yang datang entah dari mana segera menahannya.


"Rey, aku mohon jangan membuat keributan di sini. Ingat ini pernikahan adikmu. Kalau kamu ingin menghabisinya, silahkan. Tapi jangan di sini. Aku akan menyeretnya keluar." ucap Chris.


Reygan seketika sadar dari emosinya. Begitu Chris memerintah penjaga untuk menyeret Andrew dari pesta itu, saat itu juga Chris menghela kerumunan.


Kini semua orang tidak lagi menyaksikan mereka.


Reygan berbalik, mencari istrinya yang baru saja mendapat penghinaan dari temannya. Namun wanita itu pergi entah kemana.


"Dimana Naina?" tanya Reygan.

__ADS_1


"Aku tidak tau. Tadi dia masih ada di sini." jawab Chris.


Reygan mencari di kerumunan kemana gerangan istrinya pergi. Pria itu mencemaskan Naina, pasti wanita itu sakit hati akan peristiwa tadi.


Beruntung Reygan menemukan sosok yang amat dikenalinya. Naina ada di sana, tapi hanya sekilas, wanita itu sudah menghilang di kerumunan lagi.


Reygan dengan langkah panjangnya segera mengejar istrinya. Setelah melewati kerumunan, Reygan sampai di depan toilet perempuan. Dia yakin istrinya ada di sini.


Cukup lama Reygan menunggu, hampir lima menit, baru setelah ya Naina keluar dari dalam sana.


"Sayang, kamu tidak papa?" Reygan merengkuh bahu Naina begitu wanita itu mendekat.


"Kamu apa-apaan sih, Hubby. Aku baik-baik aja." jawab Naina seperti tidak ada terjadi apa-apa.


Reygan menatap intens wajahnya, mencari setitik kesedihan di wajah wanitanya. Namun sayang, Reygan tidak menemukannya, karena Naina sangat pandai menyembunyikan perasaannya.


"Kamu beneran nggak papa?" tanya pria itu memastikan.


"Iya, bener aku nggak papa. Lagian mereka nggak salah kok kalau berasumsi seperti itu. Karena dari awal mereka nggak tau pernikahan kita." ucapnya.


"Iya nggak papa. Lagian dulu kita nikah juga karena terpaksa. Wajar kalau sikap kamu dulu gitu sama aku. Nggak mungkin kan, pertama kali kita ketemu, kamu langsung jatuh cinta sama aku." ucap wanita itu. Padahal sebenarnya, Naina mati-matian menahan air matanya.


Mendengar jawaban Naina, Reygan semakin gelisah. Naina benar-benar tidak tertebak. Begitu banyak yang disembunyikan wanita itu darinya.


"Ayo pergi dari sini. Kakak dan Sesil nanti cariin kita." ajak Naina.


"Tunggu sayang." Reygan mencela. Lalu menarik dagunya. "Muka kamu pucat." ucapnya karena memang wajah Naina sangat pucat meski sudah dipoles make up.


"Kamu sakit?" pria itu memeriksa suhu tubuh Naina. Tidak panas, tapi tubuh Naina sangat dingin.


"Enggak kok. Aku sehat."

__ADS_1


Reygan menggeleng, "Enggak, kamu sakit. Lebih baik kita ke kamar. Kamu harus istirahat." cetus Reygan.


"Hubby, aku nggak papa. Aku sehat ini..."


"Tidak sayang. Udah jelas-jelas muka kamu pucat banget. Udah, jangan ngeyel lagi. Kamu harus istirahat sekarang!"


"Hubby, pestanya..."


"Aku akan bicara dengan Chris nanti... Ayo."


Naina hanya bisa pasrah dan menurut ketika Reygan membawanya menuju kamar mereka. Sebenarnya Naina merasa kurang enak badan sejak tadi pagi, tapi dia merasa masih bisa menahannya untuk menghadiri pesta satu hari ini. Namun semakin kesini, apalagi sejak kejadian tadi, kepala wanita itu semakin pusing.


Begitu sampai di dalam kamar, Naina yang berniat tidur seketika kehilangan kantuknya. Wanita itu menjadi murung sejak berada di dalam lift beberapa menit yang lalu.


Ada tiga orang yang merupakan tamu undangan, tengah membicarakan dirinya mengenai rumor mengenai dirinya yang baru saja tersebar. Mungkin mereka tidak sadar ada mereka berdua di sana. Sehingga mereka leluasa bercerita tentang dirinya.


Naina mendengarnya, begitu pun Reygan. Hampir saja Reygan melampiaskan emosinya saat itu, namun Naina menahannya.


Dan sampai akhirnya, Naina membawa sakit hatinya dengan menangis sesenggukan di kamar ini. Wanita itu tidak lagi segan menunjukkan sakit hatinya di depan suaminya.


"Sst... jangan sedih lagi sayang. Apapun yang mereka katakan, kamu tetaplah istriku satu-satunya. Jangan nangis lagi ya." Reygan menenangkan dengan mendekapnya penuh kasih.


Naina hanya terisak tanpa sepatah kata pun. Dia berharap Reygan peka terhadap perasaannya. Ingin sekali rasanya ia meneriakkan keinginannya saat ini, tapi Naina terlalu malu.


"Sst... Jangan sedih sayang. Aku juga ikut sedih kalau kamu seperti ini."


Naina menatap mata pria itu lekat. Entah datang darimana, ada dorongan besar dari dalam dirinya untuk mengutarakan isi hatinya.


"Hubby..." panggilnya.


"Iya sayang. Ada apa?" sahutnya.

__ADS_1


"Aku... Aku mau nikah lagi...." ucap wanita itu terus terang.


TBC


__ADS_2