My Bule Husband

My Bule Husband
Menaklukkan


__ADS_3

Sejak kejadian itu Naina tidak mau lagi berdekatan dengan Reygan. Setiap Reygan berada di kamar, Naina akan keluar dari kamar. Tetapi sepertinya Reygan memang sengaja mendekatinya.


Seperti saat Naina sedang menemani Steve bermain, Reygan sengaja berada di sekitar mereka. Dan Naina tidak nyaman akan hal itu.


"Papa ngapain di situ?!"


Ternyata Steve menyadari kehadiran Reygan. Mereka sedang ada di ruang keluarga, dan Reygan duduk di sofa memperhatikan anak dan istrinya sedang menyusun puzzle.


Reygan tidak menghiraukan tatapan sengit putranya, "Papa lagi kerja." jawabnya singkat tanpa menoleh.


Steve berdecak, dia langsung memegang tangan Naina. "Ayo Ma, kita pergi dari sini." ajaknya.


Naina yang memang tidak mau dekat-dekat dengan Reygan, menurut. Mereka pergi ke taman yang ada di tengah rumah. Kebetulan ikan koi milik Rudi belum diberi makan. Kedua anak itu memilih memberi makan peliharaan Rudi.


Sementara Reygan, dia mencak-mencak karena ditinggalkan oleh anak dan istrinya sendirian.


Sejak penolakan Naina sore tadi, Reygan merasa sangat tertohok. Baru kali ini seseorang menolaknya terang-terangan. Dan itu dilakukan oleh istrinya sendiri.


"Naina, aku akan mendapatkanmu." lirihnya seraya memperhatikan Naina yang asik bermain dengan Steve melalui sekat kaca.


Entahlah, Reygan merasakan ketertarikan tersendiri untuk menaklukkan hati Naina. Benar kata Rudi, istrinya adalah wanita yang sulit dikejar.


Saat malam tiba, Reygan masih belum tidur. Pria itu duduk di sofa kamarnya sambil menunggu Naina yang sedang menidurkan Steve. Harusnya Naina sudah kembali, tapi sampai sekarang gadis itu masih belum nampak batang hidungnya.

__ADS_1


Reygan berdecak, dia akhirnya bangkit. Pergi ke kamar Steve. Saat sampai, benar saja, Naina sudah tidur di samping putranya.


Reygan mendengus, "Beraninya kamu menghindariku!" kesalnya. Dengan perlahan membuka selimut dari tubuh Naina. Reygan mengangkat Naina dan membawanya kembali ke kamarnya.


Naina kini sudah berada di tempat tidurnya. Reygan tersenyum memandangi wajah cantik yang tengah terlelap itu. Sangat cantik dan menggemaskan. Berbeda ketika wanita ini terbangun.


Entah mendapat bisikan dari mana, Reygan ikut bergabung tidur di samping Naina. Dan lagi, tangannya merayap melingkari perut langsing wanita itu.


Reygan memejamkan matanya, aroma tubuh Naina menyeruak masuk ke indra penciumannya. Sangat wangi dan menenangkan.


Tiba-tiba kejadian saat di kamar mandi sore tadi hinggap dalam pikirannya. Tubuh polos Naina yang sudah terpatri di otak mesumnya seketika muncul. Apalagi di sempat memegang aset berharga wanita itu.


Sebagai seorang yang sudah berpengalaman, Reygan ingin merasakannya lagi. Dia penasaran bagaimana rasa tubuh wanita dalam pelukannya ini.


Reygan mengesampingkan kemarahan Naina jika saja wanita itu tahu dirinya telah macam-macam. Tangan nakalnya menjalar masuk ke dalam piyama satin itu. Semakin naik hingga akhirnya bertengger di dada wanita itu.


Reygan memejamkan matanya, tubuhnya bereaksi hanya dalam satu sentuhan. Awalnya Reygan hanya ingin merasakan saja tanpa ada niatan yang lain. Tetapi nafsunya sangat tidak tertahan lagi, hingga tanpa sadar dia meremas kuat milik Naina.


Naina tiba-tiba bangun, matanya terbuka dan bertatapan langsung dengan mata hijau milik Reygan. Kesadaran wanita itu belum kembali saat merasakan tangan hangat nan besar yang tengah asik bertengger di dadanya yang indah.


Mata Naina melotot, dia ingin berteriak, tetapi tangan Reygan langsung membekapnya.


"Sst... jangan teriak." bisik pria itu.

__ADS_1


Naina meronta, tapi Reygan sangat kuat.


"Hmmp..." suaranya tertahan dalam bekapan Reygan.


Tangan nakal pria itu sudah keluar dari balik baju Naina.


"Maafkan aku." ucapnya. Tapi tangannya masih memeluk erat pinggang Naina.


Reygan juga melepaskan bekapan tangannya, hingga Naina bisa bernafas. Naina masih syok, dan Reygan langsung menenangkannya.


"Maafkan aku. Aku tidak akan macam-macam lagi." bisiknya.


Naina ketakutan dia ingin pergi dari sini, tapi Reygan menahannya sangat kuat.


"Naina, jangan bergerak. Kalau kamu masih bergerak, aku akan benar-benar melakukannya malam ini." Reygan mengancam dan itu sanggup membuat Naina patuh.


Reygan memperbaiki cara tidur Naina, lalu membiarkan Naina tidur dengan nyaman di bawah ketiaknya.


"Tidurlah. Aku tidak akan macam-macam."



TBC

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yaa


__ADS_2