My Bule Husband

My Bule Husband
Pengakuan


__ADS_3

Malam itu juga, ditengah kegaduhan yang terjadi di rumah itu, tidak ada yang menyangka akan kedatangan Chris. Mereka bertanya-tanya mengapa pria itu datang ke rumah ini apalagi di waktu yang selarut ini. Mungkinkah ada sesuatu yang penting, yang tidak bisa membuatnya menunggu hingga besok pagi? Karena mereka tahu betul, jarak kediaman Chris memakan waktu yang cukup lama untuk sampai kemari.


Reygan, Rudi dan Naina masih berada di ruang tamu ketika Chris sampai. Sudah pukul satu dini hari setelah mereka mencari Sesil di sekitar kompleks rumah mereka. Wanita itu masih belum ditemukan, membuat Reygan akhirnya mengerahkan anak buahnya untuk mencari Sesil malam ini juga. Karena tidak mungkin dia membiarkan Naina ikut mencari, dan lagi pula, Rudi mengalami syok berat beberapa saat lalu.


Oleh karena itu, mereka masih enggan untuk beristirahat dan memilih menunggu kabar dari anak buahnya.


Chris datang dengan tergesa-gesa juga dengan tampilan yang cukup berantakan. Tampaknya pria itu sedang bersiap tidur setelah mendapat kabar dari Naina.


"Kakak, kakak ngapain di sini?" tanya Naina heran.


Chris tidak menjawab, pria itu malah menelusuri setiap sudut rumah, tengah mencari sesuatu.


"Kak, ada apa? Kakak ngapain ke sini malam-malam? Kan Nai udah bilang, besok kita ketemu." kata Naina.


"Dimana Sesil?" dari sekian pertanyaan, Chris malah menanyakan hal lain. Yaitu Sesil. Tentu itu membuat Naina maupun dua pria yang duduk di sofa kebingungan.


Ada apa gerangan? Mengapa Chris yang mereka tahu tidak mengenal atau bahkan tidak pernah bertemu Sesil, datang tengah malam begini hanya untuk menanyakan wanita itu?


"Sesil? Ada apa Kakak mencari Sesil?"


"Jawab Kakak Nai, dimana Sesil?" Chris tidak sabar, lalu menangkap kedua bahu Naina sedikit kasar.


"Hei! Perhatikan tanganmu!" kecam Reygan yang langsung berdiri lalu menarik istrinya dari cengkeraman Chris.


Meski semua kehidupannya sudah kembali damai, tetap saja Reygan dan Chris masih dalam lingkaran perang dingin. Reygan menatap tidak suka pada Chris.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa mencari adikku!" suaranya sangat tidak bersahabat.


Chris diam cukup lama, maniknya melirik Rudi yang terlihat frustasi di sana, membuat hatinya semakin kacau.

__ADS_1


"Hei! Kenapa malah diam saja? Ada apa mencari adikku?" Reygan tidak sabar.


"Hubby. Jangan kasar begitu. Biarkan Kak Chris tenang dulu." Naina melerai membuat Reygan tidak bisa melawan. "Kak, lebih baik kita duduk dulu." ajak Naina.


"Nai, kamu bilang di telepon Sesil ada di sini? Mana dia, Kakak mau ketemu." cecar Chris begitu duduk di sofa.


Ketiga orang itu masih diam, berusaha menebak tujuan Chris yang sebenarnya mencari Sesil.


"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kamu mencari putriku Chris?" kali ini Rudi yang angkat bicara. "Apa kalian saling mengenal, karena Om rasa kamu dan Sesil tidak pernah bertemu?"


Chris ingin bicara, namun sesuatu seolah menahan dirinya. Apalagi ketika maniknya bertemu pandang dengan Reygan yang melayangkan raut wajah tidak senang padanya.


"Cepatlah, jangan membuang waktu!" kecam Reygan.


Namun Chris masih saja bungkam.


"Kakak, ada apa sebenarnya? Bilang aja, nggak papa kok." ucap Naina.


"Hubby, jangan begitu." Naina.


"Jadi gimana sayang? Kakak kamu ini nggak mau bicara dari tadi. Kayak anak kecil saja."


"Iya aku tahu, tapi jangan begitu. Kakak...."


"Aku ayah dari bayi itu!"


Perdebatan suami istri itu terhenti begitu saja. Keduanya beserta Rudi, kompak melihat Chris yang hanya menundukkan wajahnya.


Suasana menjadi hening, sampai Chris menegakkan wajahnya. Memandang Rudi cukup lama, dipenuhi perasaan bersalah.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Chris?" Rudi masih belum mengerti.


"Maafkan aku Om. Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku tidak berniat melakukan itu dan membuat Sesil hancur. Tapi semua itu terjadi begitu saja di luar kendaliku." tutur Chris dengan suara menggebu-gebu. Apa yang ditahannya selama ini akhirnya keluar begitu saja malam ini.


Rudi masih diam, begitu pula dengan pasangan itu. Mereka masih berusaha mencerna ucapan pria itu, namun masih terasa tidak masuk akal.


Sampai terdengar bunyi tamparan keras mendengung di ruangan itu. Naina begitu terkejut, melihat bagaimana Kakak angkatnya kini jatuh tersungkur di lantai.


"Kakak." teriaknya.


"Bajingan kamu!" Rudi yang entah mendapat kekuatan dari mana, menarik kerah baju Chris dan tanpa ampun memukuli wajah anak muda tersebut.


"Brengs*k kamu. Beraninya kamu menyakiti putriku!"



Visual Chris dan Sesil



TBC


Sambil menunggu update mampir dulu yuk ke karya othor yang lain yang ada di akun othor sebelah Elisabetgultom191100


Ceritanya udah pada tamat, jadi nggak usah pusing nunggu up. Dan dijamin ceritanya pasti bikin ketagihan



__ADS_1



Oh ya, othor minta pendapat, baiknya kisah Sesil lanjut di sini atau othor bikin lapak baru aja? Jangan lupa komen ya


__ADS_2