
Wah pada nyariin othor oleng ya🤣
Maaf ya kemarin nggak bisa update, soalnya othor lagi vaksin dan tangan othor kayak kebas gitu. Jadi nulisnya agak susah.
***
Selama delapan tahun ini, Reygan selalu berharap seseorang menunggunya setiap dia pulang dari kantor. Sepanjang jalan pulang, dia selalu berharap ada sosok cantik yang akan menyambutnya dengan hangat.
Tetapi semua harapan itu tidak pernah terjadi. Yang ada hanya kekosongan yang menyambutnya setiap dirinya sampai di rumah megah ini.
Reygan memasuki kamarnya yang dulu bersama Naina. Kamar itu tidak mengalami banyak perubahan. Sama persis seperti delapan tahun lalu. Hanya saja ada banyak foto yang bertambah di beberapa susut. Yang tentunya adalah foto wanitanya. Naina. Dan juga foto pernikahan mereka, yang Reygan cetak dalam bingkai raksasa dan tergantung dengan apik tepat di tengah dinding kamar.
Reygan sengaja tidak melakukan renovasi pada kamar ini, sebab dia ingin mempertahankan suasana yang Naina ciptakan beberapa tahun lalu. Semua itu dilakukannya untuk mengurangi sedikit dari perasaan rindunya.
Reygan sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok wanita yang ada di ruangannya saat dia masuk. Padahal wanita itu tengah berdiri di tengah ruangan sambil memandangi foto pernikahannya.
Dan laki-laki itu baru sadar setelah sebuah sentuhan dari jemari lentik menerpa kulit dadanya.
"Cepat mandi. Badan kamu bau asam." bibir ranum itu bergerak begitu Reygan membuka matanya.
Rasanya seperti mimpi. Berulang kali mengerjapkan matanya karena masih tidak percaya.
Reygan menggelengkan kepalanya lagi, sambil memijit keningnya. Reygan merasa sudah gila. Bayangan wanita itu masih ada di hadapannya.
"Ada apa denganku hari ini?" lirihnya.
"Hubby?" lagi, suara itu menyapa. Reygan melihat wanita itu memajukan bibirnya. Dan bertingkah manja di hadapannya.
Reygan mendesah frustasi, "Aku rasa aku sudah gila."
Reygan hendak bangun, karena tidak ingin larut dengan halusinasi yang akan membuatnya semakin gila. Tapi pria itu kesulitan bergerak, karena sosok yang dianggapnya hanyalah halusinasi itu, berada di atas tubuhnya.
Tangan besarnya mencoba menyentuh bahu wanita itu, dan tubuh itu terasa nyata. Reygan diam sejenak, dan sepersekian detik tertawa putus asa.
"Naina, kamu benar-benar membuatku gila!" suaranya terengah.
Kini Reygan beralih menyentuh wajah wanita itu, membuat sosok itu tersenyum manis. "Hubby..." panggil sosok itu lagi.
__ADS_1
Wanita itu membalas menangkup wajah Reygan yang ditumbuhi kumis dan bulu halus, mengusapnya lembut, lalu tiba-tiba menempelkan bibirnya di bibir pria itu.
Seketika, Reygan membeku. Maniknya terbuka lebar sehingga membuatnya melihat wanita itu lebih dekat.
Bayangan, suara, sentuhan maupun ciuman wanita itu terasa sangat nyata. Benarkah sosok ini adalah Naina yang nyata atau hanyalah bagaian dari halusinasinya?
Ciuman itu hanya sekedar menempel, tetapi sanggup membuat jantung Reygan berdebar. Wanita itu menjauh, masih tersenyum manis.
"Hubby, kamu tidak merindukanku?" suara lembut itu menyapa lagi.
Tangan Reygan berpindah ke pundak wanita itu. Meremasnya cukup kuat, seolah membuktikan apa yang dilihatnya.
Wanita itu justru meringis, "Hubby, sakit." menggeliatkan tubuhnya.
Tanpa menghiraukan ringisan wanita itu, Reygan langsung memutar posisi mereka. Kini, wanita itu berada dalam kungkungan Reygan.
Manik hijau laki-laki itu menatap tajam manik wanita itu. Menyiratkan rasa penasaran yang teramat dalam.
"Naina... ini benar-benar dirimu?" tanya Reygan.
Wanita itu malah tersenyum lebar, lalu menganggukkan kepalanya.
"Jangan mempermainkanku lagi! Jika kamu hanya halusinasiku saja, lebih baik cepat menghilang dari pikiranku!" suaranya meninggi, tapi penuh frustasi.
Sedangkan wanita itu malah terkekeh. Jemari lentiknya dengan santai melepas kancing kemejanya hingga benar-benar lepas. Seolah masih kurang, wanita itu meraba dadanya yang bidang dan berotot.
Wanita itu melihatnya, "Hubby, kamu benar-benar mengusirku?" sambil, kedua tangannya bergerak melingkari pinggang Reygan.
Reygan melihat semua yang dilakukan wanita itu tanpa bergeming. Tindakan wanita itu telah membangkitkan gairahnya yang tertidur selama delapan tahun.
Apalagi ketika wanita itu dengan lancang menghujani tubuhnya dengan ciuman, membuatnya semakin tidak terkendali.
Lagi, wanita itu meraih wajahnya, lalu menempelkan bibir mereka. Tidak hanya sekedar menempel, tetapi wanita itu dengan lihai melum*tnya dan bermain-main di sana.
Reygan sama sekali tidak menolak, justru dia semakin tidak berdaya akan perbuatan wanita itu. Entah sejak kapan, posisi mereka berbalik. Kini wanita itu berada di atas Reygan.
Reygan hanya pasrah ketika sosok itu menyentuh tubuhnya sesuka hatinya. Dia begitu menikmatinya, sampai-sampai ingin meleburkan semua gairahnya saat ini juga.
__ADS_1
Dan di saat terakhir, Reygan melebarkan matanya, ketika tangan kecil itu menyentuh aset berharganya yang sudah menegang dari balik balutan celana kerjanya.
"Ini..." mata wanita itu sayu ketika mereka saling memandang.
Tidak tinggal diam, wanita itu membuka ikat pinggangnya. Cukup kesulitan, tetapi pada akhirnya wanita itu berhasil melepas kaitan celana Reygan.
Ketika wanita itu hampir membuatnya telanjang, Reygan segera menghentikannya. Pria itu menggeleng, dan secepat kilat mengubah posisi mereka.
Tanpa membuang waktu, Reygan ******* bibir ranum itu yang disambut oleh wanita tersebut tidak kalah semangat. Keduanya saling mengulum, mendesak dan membelit lidah masing-masing.
Bagai singa kelaparan, Reygan berhasil membuat wanita itu kewalahan dengan ciumannya yang ganas.
Ketika ciuman mereka lepas, wanita itu meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Namun hanya beberapa detik ia memejamkan matanya, pakaiannya sudah lepas dari tubuhnya.
Tubuhnya yang molek kini terpampang nyata di depan mata itu. Reygan menatap dengan lapar tubuhnya. Seolah tubuhnya adalah daging segar yang sebentar lagi habis dilahap oleh pria itu.
Reygan mendekatkan wajahnya di dada wanita itu yang menantang indah padanya. Sengaja atau tidak, menghembuskan nafasnya yang panas di permukaan kulitnya membuat wanita memejamkan matanya.
"Persetan kamu hanya halusinasi atau tidak. Saat ini juga kamu hanya milikku!" bisiknya.
Tanpa membuang waktu, Reygan meraup gundukan kenyal itu dengan mulutnya. Membuat sang pemilik mendesah keras.
"Hubby...."
Reygan menyeringai. Tangannya yang lain dengan gencar menjamah tubuh wanita itu. Menjamah sesukanya yang mana membuat wanita itu mendesah di setiap sentuhannya.
Hingga pada saat Reygan berhasil menguasai wanita dalam kungkungannya, Reygan bersiap melakukan inti dari kegiatan panas mereka di sore menjelang malam tersebut.
Pria itu memeluk tubuh mungil yang sangat dia rindukan, ketika tubuh mereka berhasil menyatu setelah delapan tahun lamanya terpisah oleh waktu dan jarak.
Reygan menghujani wajah wanita itu dengan ciuman penuh kasih, cinta dan kerinduan yang dalam.
"Aku mencintaimu sayang. Aku mencintaimu." rapal Reygan disela kegiatan panas mereka.
__ADS_1
TBC