My Bule Husband

My Bule Husband
Tidak akan lagi


__ADS_3

Naina pikir, kehadirannya tidak disadari oleh mereka. Saat dia akan melangkah pergi membawa lukanya, namanya dipanggil.


"Hei, kamu sedang apa di sana?" bukan Reygan, melainkan Sesil.


Naina tidak mau berbalik. Hatinya sangat sakit melihat mereka.


Sedangkan Reygan terkejut. Dia baru ingat bahwa dia memiliki janji makan siang dengan istrinya. Sudah berulang kali dan kali ini dia tetap mengingkari janjinya.


Reygan segera berdiri, mendekati istrinya. Naina yang merasa seseorang mendekat, dia langsung melangkah, meninggalkan ruangan itu.


"Sayang..." Reygan segera mengejar.


Dan berhasil mendapatkannya saat Naina hampir sampai di pintu keluar.


"Kamu mau kemana?" pria itu bertanya sambil menggenggam tangannya.


Naina hanya diam saja. Suaranya tercekat.


"Nai...." Reygan memanggil lagi.

__ADS_1


"Kamu pembohong!" cetus Naina dengan wajah datar.


"Naina, maafkan aku. Aku benar-benar lupa dengan janjiku. Dan itu karena Steve..." pria itu berusaha menjelaskan. Tapi itu semua tidak ada artinya bagi Naina.


"Steve?" tersenyum sinis. "Selalu saja Steve yang menjadi alasanmu."


"Naina?"


"Kenapa? Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan selama ini? Kamu pikir aku tidak tahu, kalau selama ini kamu dan Natasya selalu bertemu di belakangku?"


"Nai, itu semua demi Steve. Aku dan Natasya tidak memiliki hubungan apa-apa. Dan aku..." Reygan terkejut. Padahal dia sudah menutupi perbuatannya dari Naina seapik mungkin.


"Tapi aku sadar, kamu tidak akan memikirkan perasaanku." sambil mengusap air matanya. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan suaminya.


"Karena apa? Karena aku sama sekali tidak ada dalam hatimu! Selama ini kamu hanya menjadikanku pelarian saja. Kamu hanya menjadikan aku sebagai pemuas *****, dan selamanya akan tetap begitu jika Natasya masih ada di hatimu." tuturnya. Matanya menyiratkan sakit yang luar biasa, membuat Reygan terenyuh.


Reygan memegang bahunya, mengguncangnya, tidak terima akan perkataan istrinya.


"Naina, itu tidak benar! Kamu bukan pelarian dan kamu bukan sekedar pemuas nafsuku! Dan Natasya, dia tidak berarti apa-apa lagi bagiku. Naina, kamu harus tahu itu!" tegasnya.

__ADS_1


Apapun yang Reygan katakan, dia tidak akan mengubah fakta sebenarnya.


Naina tersenyum, "Semua itu hanyalah bualan, kamu tidak akan bisa mengubah fakta itu."


Reygan frustasi, memejamkan matanya sejenak. Lalu menangkup wajah Naina dengan lembut. Tatapannya juga sangat lembut.


"Ada apa denganmu sayang? Apa yang membuat kamu berpikiran seperti itu tentangku? Hanya ada kamu di hatiku. Apakah kamu tidak bisa merasakannya?" tanya pria itu lembut.


Naina menggigit bibirnya. Pria di hadapannya ini sangat pandai berbohong. Dia adalah pria paling menjijikkan di dunia ini.


"Jadi aku salah mengatakan hal itu?"


"Tidak seperti itu sayang. Kamu hanya cemburu. Dan kamu harus tahu pasti, kalau aku dan Natasya tidak memiliki hubungan lagi. Kami bertemu hanya untuk Steve, tidak ada yang lain." jelas pria itu berharap Naina bisa mengerti.


Justru Naina malah semakin geram, "Kalau aku memang salah. Lalu bagaimana kamu menjelaskan kamar yang ada di lantai tiga?"


Deg...


Reygan tiba-tiba diam. Naina mengetahuinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2