My Bule Husband

My Bule Husband
Menghilang


__ADS_3

Dokter baru saja pergi setelah memeriksa kondisi Sesil yang masih belum sadarkan diri. Beberapa saat lalu, rumah itu riuh setelah mendengar teriakan Giselle yang menemukan Sesil dalam keadaan pingsan.


Kini hanya ada Naina di dalam kamar itu, sementara Rudi, Reygan dan anak-anaknya sudah kembali ke kamar masing-masing.


Wajah Sesil masih sangat pucat. Kata dokter Sesil kelelahan serta daya tahan tubuhnya sangat lemah. Karena pasca melahirkan wanita itu tidak mendapatkan perawatan yang baik.


Beberapa saat kemudian, telepon rumah yang ada di dekat kamar Sesil berbunyi. Naina bergegas keluar dari kamar.


"Halo." sapanya.


"Halo Nai. Ini Kakak."


"Kak Chris?"


"Iya, Ini Kakak. Kamu ini kemana aja? Kakak hubungi dari tadi nggak diangkat-angkat." omel laki-laki itu.


Naina terkekeh, "Maaf Kak. Ponsel Naina lowbat. Ada apa Kak, tumben cariin Naina?"


Chris diam cukup lama, beberapa kali ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Gini Nai, Kakak cuma mau kasih tahu, bukan depan Kakak mau nikah." ucap Chris membuat Naina terlihat antusias.


"Apa? Serius Kak? Kakak nggak bohong kan?" cecar Naina tidak percaya. Pasalnya sudah sejak lama dia menantikan kakak angkatnya itu untuk menikah, namun tidak pernah dihiraukan oleh Chris.


"Kakak serius Nai. Kakak harap kamu sama suami kamu datang ke pernikahan Kakak, sekalian sama anak-anak juga." kata Chris.

__ADS_1


"Jelas dong kak. Mana mungkin kami nggak datang. By the way, calon istri Kakak siapa? Kok Kakak nggak pernah kenalin sama Nai?"


"Lebih baik kita ketemu besok aja. Kakak kenalin kamu ke calon Kakak."


"Oke, sip Kak." jawab Naina dengan sumringah.


Prang...


Tiba-tiba terdengar kaca pecah dari arah kamar Sesil membuat Naina terkejut.


"Ada apa itu Nai?" Chris pun mendengarnya.


"Nggak tau Kak, tapi suaranya kayaknya dari kamar Sesil. Udah dulu ya Kak, Nai mau lihat Sesil dulu."


"Sesil? Sesil ada di sana?" entah mengapa suara Chris di seberang sana terdengar terkejut. Namun Naina tidak menyadarinya.


"Maksud kamu?"


"Udah dulu ya Kak. Besok aja Naina cerita. Nai mau lihat Sesil. Bye Kak." belum sempat Chris menjawab, Naina sudah menutup telepon.


Wanita itu terburu-buru, memasuki kamar Sesil. "Sesil, kamu nggak papa..." suara Naina tercekat sesaat setelah memasuki kamar.


"Sesil, kamu dimana?" Naina keheranan melihat ranjang yang kini sudah kosong.


Naina berjalan ke kamar mandi, lalu mengetuk pintu, tapi ternyata pintu kamar mandi terbuka dan tidak ada seorang pun di sana.

__ADS_1


"Sesil?" panggil Naina.


Jantung Naina berdetak kencang ketika melihat box bayi Stella yang juga kosong. Tidak hanya itu, pecahan bunga yang berserak di dekat jendela kamar yang juga terbuka lebar.


Naina tidak ingin berburuk sangka, tetapi apa yang dilihatnya saat ini sudah membuktikan bahwa Sesil baru saja kabur melalui jendela kamarnya.


Pandangan wanita itu tertuju pada selembar kertas yang tergeletak di atas nakas. Naina perlahan mendekat lalu mengambil kertas itu.


Ada pesan di tasnya, "Maafkan Sesil Kak. Sesil nggak bisa tinggal di rumah ini lagi. Sesil punya alasan Kak, tapi Sesil masih belum siap cerita pada kalian. Jangan cari Sesil Kak, Sesil bisa jaga diri sendiri dan jaga Stella. Sekali lagi maafin Sesil."


Naina mendekati jendela, melihat ke luar jendela, berharap masih bisa menemukan Sesil. Tapi sayang sekali, wanita itu menghilang bersama bayinya. Tanpa sadar air matanya mengembun di pelupuk matanya.


"Papa, Hubby...." Naina berteriak, dan kembali membuat keributan.


Tidak berapa lama, Rudi dan Reygan datang, melihat Naina yang histeris di dalam kamar.


"Ada apa sayang? Kamu kenapa?" cecar Reygan dengan cemas, sambil memeluk sang istri.


"Dimana Sesil dan Stella?" kini Rudi yang cemas setelah menyadari putri dan cucunya tidak ada di kamar itu.


"Sesil pergi Pa..." kata Naina akhirnya. Kemudian menunjukkan surat yang Sesil tinggalkan.


Rudi menerima kertas itu dengan gemetar, lalu membaca setiap goresan tinta itu dengan perasaan hancur.


Rudi menutup matanya dengan kedua tangannya. "Sebenarnya apa yang terjadi pada putriku." rintihnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2