My Bule Husband

My Bule Husband
Steve mau Adik


__ADS_3

Setelah makan malam, Naina masih berkutat di dapur. Dia sedang memotong buah untuk dirinya dan Steve. Malam ini dia akan menemani Steve belajar. Naina melakukannya sendiri, karena Elisa tidak di rumah. Sedangkan menyuruh pelayan lain, Naina enggan karena mereka pasti sudah beristirahat di kamar masing-masing.


Sembari Naina sibuk di dapur, di kamar Steve menatap penuh kecurigaan pada pria yang sangat mirip dengannya. Tentu saja Reygan, sang Papa.


Tiba-tiba saja pria itu datang ke kamarnya, dari yang dulu tidak pernah sama sekali tentu menimbulkan banyak pertanyaan pada anak itu.


"Ada apa Pah?" tanya anak itu.


"Ehem." Reygan berdehem sebelum berucap. "Bagaimana sekolahmu?" tanya pria itu sedikit canggung.


Dan itu jelas menimbulkan keanehan bagi Steve. Sejak kapan Papanya yang begitu cuek dan dingin menjadi perhatian?


"Ada apa sih Pah? Tumben perhatian sama Steve?" ucapnya membuat hati Reygan tertohok.


Reygan menetralkan perasaannya.


"Steve sayang sama Mama Naina?" tanya Reygan pada akhirnya.


Steve seketika waspada, dia merasa curiga. "Papa jangan macam-macam sama Mama!" kecamnya.


Benar-benar. Anak ini sudah pindah haluan.


"Tidak Steve. Papa tidak akan macam-macam." elak Reygan.

__ADS_1


Steve menatap penuh selidik, setelah melihat bagaimana sikap Reygan terhadap Mama kesayangannya, tentu Steve tidak bisa semudah itu percaya pada sang Papa.


"Steve, Papa tidak akan macam-macam. Papa janji." Reygan akhirnya mengalah dan berusaha mengambil kepercayaan putranya.


"Terus apa maksud Papa, tanya-tanya begitu? Papa beneran nggak akan jahatin Mama?"


"Iya Steve. Papa janji tidak akan macam-macam. Papa cuma mau kerja sama sama Steve. Kamu mau kan?" ucap Reygan, berharap putranya mau diajak kerja sama.


"Asal Papa nggak macam-macam, Steve akan pertimbangkan."


Steve bicara dengan nada angkuh, membuat Reygan berdecih dalam hati. Steve adalah cerminan dirinya. Sangat sombong dan angkuh. Reygan hanya bisa menahan kekesalannya.


"Papa pastikan, Papa nggak akan macam-macam." ujar Reygan.


Setelah menimang-nimang, Steve akhirnya membiarkan Reygan bernegosiasi dengannya.


Reygan tersenyum, karena berhasil membujuk Steve. "Steve sayang Mama Naina kan?" katanya.


Steve mengangguk pasti, "Steve mau kan Mama Naina jadi Mama Steve untuk selamanya?"


Steve mengangguk lagi, tentu saja dia sangat ingin Naina menjadi ibunya untuk selamanya.


"Steve tahu kan, hubungan Papa sama Mama kurang baik? Karena itu, mungkin saja Papa dan Mama akan berpisah suatu saat nanti." ujar Reygan. Reygan tahu dia tidak seharusnya menjelaskan hal ini pada anak sekecil Steve. Tapi dia juga sangat membutuhkan Steve untuk memperlancar pengejarannya.

__ADS_1


Wajah Steve seketika menjadi murung. Membayangkan Naina tidak lagi menjadi ibunya membuat hatinya sedih. Dia tidak ingin Naina pergi.


Reygan tersenyum, lalu mengusap kepala putranya lembut. Hal yang jarang dia lakukan, membuat Steve terperangah. Tangan besar Reygan sangat menenangkan.


"Kalau Reygan mau Mama Naina tetap jadi Mama Steve untuk selamanya, maka dari itu, Steve harus bantu Papa." ujar Reygan setelah melihat ketakutan dalam diri putranya.


Steve anak polos yang mudah diiming- imingi, menatap Reygan dengan penasaran.


"Bantu apa, Pa?" tanya anak itu.


Reygan tersenyum, dia hampir berucap kembali. Tetapi gagal saat pintu kamar terbuka. Naina datang membawa sebuah nampan ke dalam kamar.


Naina terkejut melihat Reygan yang ternyata ada di sana. Dan wanita itu juga heran melihat Reygan mengisyaratkan agar Steve diam.


"Steve, belajarnya udah siap?" tanya Naina, mengabaikan Reygan yang terus-terusan menatapnya.


"Udah Mah." jawab Steve.


"Ya udah, kamu minum susu dulu." ujarnya.


Sebelum tidur, Naina membantu membenahi buku-buku pelajaran Steve untuk besok. Sedangkan Steve duduk di samping Reygan sambil memakan buah yang dibawa Naina.


"Mama, Papa." panggil Steve membuat kedua orang dewasa itu menoleh.

__ADS_1


"Steve mau punya adik perempuan." ucap anak itu dengan wajah polos tanpa merasa berdosa sedikit pun.


TBC


__ADS_2