My Bule Husband

My Bule Husband
Perasaan Canggung


__ADS_3

Malam begitu sunyi ketika Reygan membuka matanya. Lelaki itu merasa sangat lelah dan tubuhnya terasa lengket oleh keringat. Reygan masih belum menyadari apa yang telah terjadi pada dirinya.


Sampai saat dirinya merasakan deru nafas hangat yang menerpa dadanya yang telanjang, dari sosok wanita yang dianggapnya hanyalah halusinasi, dan kini tengah tertidur dengan pulas dalam pelukannya.


Reygan membeku untuk beberapa saat. Maniknya dengan heran memandang wanita itu. Wanita itu polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Tidur begitu nyaman di bawah selimut tebal yang hangat.


Akhirnya Reygan menyadari bahwa ini bukanlah halusinasinya, melainkan kenyataan. Dan kegiatan panas mereka beberapa waktu lalu, bukanlah mimpi yang terus menghantuinya selama delapan tahun ini.


Wanita ini benar-benar Naina. Wanita yang telah menggodanya beberapa jam lalu adalah Naina, istrinya. Wanita itu kembali.


Reygan masih tidak mampu berkata-kata. Menyadari kenyataan bahwa Naina kembali padanya, telak membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Rasanya, ribuan kupu-kupu beterbangan di perutnya.


"Sayang, ini benar-benar kamu?" lirih pria itu seakan masih belum percaya. Bibirnya tersenyum lebar, memancarkan kebahagiaan yang tiada tara.


Wanita itu menggeliatkan tubuhnya, bergumam dalam tidurnya dan semakin menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Reygan.


Reygan tertawa bahagia, memeluk tubuh mungil itu dengan senang hati. Pria itu sangat bahagia malam ini. Membuatnya terus melebarkan senyumnya sambil terus memandangi wajah wanitanya.


***


Ketika pria yang baru saja merasakan kebahagiaan yang teramat sangat dalam hidupnya, dirinya telah disuguhkan dengan pemandangan yang tak biasa pagi ini.


Baru saja Reygan memasuki ruang makan, setelah mencari keberadaan istrinya yang menghilang dari tempat tidur saat dia terbangun. Reygan takut semua yang terjadi tadi malam hanyalah mimpi.

__ADS_1


Oleh sebab itu, Reygan dengan langkah panjangnya mencari istri dan anak-anaknya ke seluruh penjuru rumah. Dan berakhir di ruang makan yang kini telah gaduh oleh tawa dan canda anak-anaknya.


"Papa...." suara nyaring dari putri cantiknya menyapa Reygan yang asik memandangi Naina.


Reygan menyambut sapaan itu dengan senyum hangat, lalu mencium kening putrinya. Tak kupa, Giselle juga mencium kedua pipinya.


"Selamat Pagi, Putri kesayangan Papa." sambil mencubit pipi Giselle yang gempal, membuat Giselle tertawa girang.


Sedangkan pada Steve, putranya, keduanya kompak mengepalkan tinjunya lalu melakukan tos.


"Pagi boy." sapanya yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Steve.


Semua itu tidak luput dari pandangan wanita cantik yang duduk manis dengan senyum manisnya. Senyum itu terlihat malu-malu, ketika tanpa sengaja bertemu pandang dengan suaminya.


Naina sama sekali tidak bisa menahan perasaannya. Semuanya bercampur aduk membuatnya salah tingkah sendiri.


Jika saja Naina tidak mendorongnya, maka pemandangan yang tidak pantas dipertontonkan itu, pasti akan dilihat oleh anak-anaknya.


Reygan duduk di sebelah istrinya dengan wajah berseri-seri. Jantungnya berdebar di setiap saat dia menghembuskan nafasnya.


***


Setelah selesai sarapan, Naina memilih meninggalkan suami dan anak-anaknya yang kini berada di ruang keluarga.

__ADS_1


Begitu sampai di kamar, wanita itu memegang dadanya yang berdebar sejak tadi. Naina menghela nafas lega, tapi tak urung senyum di wajahnya tetap menghiasi.


Rasanya Naina ingin menenggelamkan dirinya dan menghilang dari pandangan Reygan. Naina merasa konyol pagi ini. Pasalnya dia dan Reygan seperti anak ABG yang baru merasakan kasmaran.


Dulu mereka memang pernah sangat dekat, tetapi setelah delapan tahun berpisah, kecanggungan malah muncul di antara mereka. Naina merasa malu dan salah tingkah setiap Reygan menatapnya dengan pandangan tidak biasa.


Naina memegang wajahnya yang panas dan merah. Perasaannya masih tidak karuan sejak dia memilih kembali pada Reygan.


Memang suatu kejutan besar, ketika Naina akhirnya memilih kembali dan melupakan semua yang telah terjadi. Tetapi Naina juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja mengambil keputusan besar ini.


Demi kebahagiaan anak-anaknya, mungkin menjadi alasan kuat Naina memilih kembali. Tetapi bukan itu alasan yang sebenarnya.


Di malam Naina tengah menjaga putrinya di rumah sakit, Naina mendapatkan telepon dari Doni, asisten suaminya. Doni memberitahukan semuanya padanya.


Termasuk Reygan yang telah menyerah mengejarnya, dan satu hal yang paling membuatnya hampir syok, yaitu Reygan telah bersiap untuk menceraikan dirinya.


Doni memohon padanya agar mereka tidak bercerai. Pria itu panjang lebar menceritakan semua perjuangan Reygan dalam mencari dirinya selama delapan tahun ini. Dan tidak rela, setelah semua perjuangan itu, ujung-ujungnya mereka tetap berpisah.


Naina ingin marah, karena Reygan begitu cepat menyerah memperjuangkan dirinya. Tapi Naina sadar, untuk apa dia marah pada Reygan? Justru lebih baik jika Reygan pergi dari hidupnya dan membiarkannya bahagia dengan anak-anaknya seperti dulu.


Tetapi, sebaik apapun Naina menutupi perasaannya, tetap saja dia tidak mampu. Setiap hari wanita itu dihantui oleh Reygan. Setiap detik, menit, jam, Reygan selalu membayangi dirinya membuatnya hampir gila.


Hingga akhirnya, Naina membuang semua egonya. Mencoba menerima kenyataan dan melupakan semua masa lalu yang terus membayanginya.

__ADS_1


Oleh sebab itulah, Naina berakhir di ranjang pria itu di malam panas yang pernah terjadi delapan tahun yang lalu.


TBC


__ADS_2